Musuhku Suamiku

Musuhku Suamiku
Aku belum siap hamil!


__ADS_3

Kiki mencoba menenangkan pikiran, bukannya pergi bayangan wajah itu malah kembali hadir dengan pose dan pergerakan yang begitu sensual, wajah pucat Kiki berubah memerah dia lantas meraih guling dan menutupi wajahnya, kenapa malah bayangan tidak senonoh itu yang kini hadir dalam pikirannya? kenapa malah...


"Astaga ini namanya senjata makan tuan," ucap Kiki.


Dulu Kiki sengaja menggoda Diandra, eh kenapa sekarang dia yang mengalami sendiri, betul senjata makan tuan atau ini yang dinamakan karma?


"Waras Ki, ayo waras kamu masih harus koas, harus jadi Dokter, ingat itu!"


#########


"Ibu kemungkinan seminggu nginap di sini, Vin" gumam Mira di sela-sela acara makan mereka.


Uhuk... Uhuk...


Gavin spontan terbantu-batuk, Diandra segera menyodorkan segelas air untuk suaminya, sementara Mira langsung menatap tajam ke arah anak bungsunya itu.

__ADS_1


"Kamu udah nikah juga masih keselek kalau makan, Vin," ucap Mira.


Gavin meneguk air hingga habis, lalu balas menatap ibunya dengan gemas.


"Kan aku udah bilang Bu, kalau tidak ada korelasinya antara keselek sama jomblo atau udah nikah," ucap Gavin.


Mira menghela nafas panjang, sementara Gavin mendadak pusing bisa dibayangkan kalau seminggu ibunya di sini dan Gavin harus menelan kuning telur mentah macam tadi? Astaga Tuhan ini namanya penyiksaan!


"Bu aku nggak mau ah minum kayak tadi lagi, kuning telur mentah itu ada bakterinya Bu, nggak baik makan telur mentah kayak gitu," Gavin mulai mengajukan keberatan.


Mira yang sudah kembali menyuapkan nasi ke dalam mulut hanya melirik sekilas dan nampak belum ingin menanggapi ucapan Gavin.


"Halah orang zaman dulu minum kayak begituan juga nggak kenapa-kenapa, Vin. Malah masih sehat sampai sekarang," sanggah Mira dengan wajah ditekuk.


Gavin menghela nafas panjang, melirik Diandra yang juga tengah meliriknya itu, salah satu tantangan paling berat orang medis adalah mengedukasi keluarganya sendiri yang bukan berasal dari kalangan medis, sungguh ini sangat sulit apalagi diberi embel-embel 'orang zaman dulu' auto bikin sakit kepala seperti yang Gavin rasakan saat ini.

__ADS_1


"Iya kan itu orang zaman dulu Bu, orang zaman sekarang udah beda lagi treatment nya," Gavin mencoba tetap sabar bagaimanapun dia tidak boleh melukai perasaan ibunya, itu dilarang!


"Ah terserah deh! pokoknya Ibu pengen Diandra harus cepat hamil ya, ingat Ibu pengen kembar!" ucap Mira.


Kali ini bukan hanya Gavin yang terbatuk-batuk, tetapi Diandra juga mereka kompak meneguk air dalam gelas lalu saling pandang.


"Kalau bisa kembar cewek yah, pasti cantik banget orang bibit emak bapaknya unggul semua," ucap Mira lagi.


Gavin tahu Diandra tengah menatapnya dengan tatapan nanar, Gavin tahu istrinya sama pusing dengan dirinya. Astaga kenapa harus begini amat sih?


#############


"Masss..." Diandra merengek begitu mereka masuk ke dalam kamar.


"Aku belum siap hamil serius nggak bohong!" ucap Diandra.

__ADS_1


Gavin melirik sang istri yang langsung menjatuhkan diri di tepi kasur, wajahnya cemberut dan matanya sedikit memerah, Gavin menutup dan mengunci pintu kamar mereka, mendekati sang istri lalu ikut menjatuhkan diri di samping istrinya itu.


Tangannya segera merangkul tubuh mungil itu ke dalam pelukan, kalau dilihat mereka tidak seperti suami istri lebih mirip kakak beradik karena tinggi badan yang begitu jomplang dan tentu saja umur mereka yang cukup jauh.


__ADS_2