
Pria tampan dengan kacamata hitam kini sudah sampai di negara asal kedua orang tua kandungnya, setelah menempuh perjalanan selama hampir 8 jam menggunakan pesawat.
Dia memesan taksi online menuju alamat tujuannya yaitu kediaman keluarga Aquino.
"Maaf apa anda yakin alamat tujuan anda tidak salah anak muda?"ucap sang supir taksi.
Sang supir taksi online tidak asal bertanya, setaunya wilayah itu di huni oleh para konglomerat dan tidak ada taksi yang berkeliaran di wilayah itu karena semua orang di tempat itu mempunyai mobil pribadi nya masing-masing.
"Itu benar alamat tujuan saya, ada apa sebenarnya pak?"ucap Reino pada supir taksi yang menatapnya dengan wajah kebingungan.
"Sebenarnya saya tidak yakin kita akan di ijinkan masuk ke tempat yang anda tuju karena wilayah ini steril dari kendaraan umum."ucap supir
"Oh tenang saja pak, saya akan menghubungi keluarga saya nanti."ucap Reino
"Ternyata anda anak orang kaya, tidak biasanya anak orang kaya mau menggunakan kendaraan umum seperti ini."ucap supir
"oh bukan pak, saya hanya mewakili papa saya saja ke tempat itu untuk urusan pekerjaan."ucap Reino
"oh benar juga yah penjaga wilayah itu pasti tidak mengenal anda."ucap supir.
Menempuh perjalanan selama hampir setengah jam mereka kini sudah berada di gerbang besar menuju komplek perumahan para konglomerat. Taksi itu di hadang oleh penjaga, Reino turun dari taksi dan menjelaskan bahwa ia ingin ke rumah Robert Aquino.
"Maaf tuan sebaiknya anda mengecek lagi alamat tujuan anda."ucap penjaga saat Reino turun dari taksi.
"Saya tidak mungkin salah karena saya mau ke rumah tuan Robert Aquino."ucap Reino
"Hahaha apa anda masih berada di dunia mimpi? Tuan Robert tidak mungkin kenal dengan pria biasa seperti anda."ucap salah seorang penjaga lainnya mengejek dan memandang Reino dengan tatapan meremehkan karena menurut nya mana mungkin seorang pria muda dengan kaos oblong dan menggunakan taksi ini mengenal seorang Robert Aquino.
__ADS_1
"Saya tidak bermimpi karena saya anak nya."ucap Reino
Ucapan Reino membuat supir yang masih berada di dalam mobil membulatkan matanya karena yang menumpang taksinya adalah anak dari seorang Robert Aquino. Siapa pun pasti mengenal Robert Aquino dan apa perlu dia menulis di depan taksinya bahwa anak seorang Robert Aquino pernah menumpang di taksinya π.
"Anda semakin bermimpi sebaiknya anda pulang sekarang dan melanjutkan tidur, jangan buang-buang waktu kami."ucap penjaga itu tetap tidak percaya.
"Coba telpon ke rumah Aquino dan katakan bahwa Reino Winata ada di depan gerbang ini sekarang."ucap Reino
"Baiklah seperti nya anda terlalu keras kepala."ucap penjaga itu langsung menghubungi nomor telpon penjaga rumah Aquino.
Telpon itu diangkat oleh penjaga rumah kemudian sang penjaga gerbang itu menyampaikan semuanya.
"Nyonya ada telpon dari penjaga gerbang depan, mereka mengatakan bahwa ada seorang pria bernama Reino Winata mengaku-ngaku bahwa dia anaknya tuan Robert."ucap penjaga rumah itu pada nyonya nya.
"hah, anak ku ada disini? Aku akan menjemputnya ke gerbang."ucap mama Eva bersemangat dan tidak menghiraukan penjaga yang berdiri di hadapannya.
"Nyonya."ucap penjaga dengan hormat
"Tolong buka gerbangnya."ucap penjaga itu
"Sayang kenapa kamu gak telpon mama kalau kamu kesini?."ucap mama Eva sambil memeluk Reino
"Aku hanya ingin memberikan kejutan untuk mama dan papa tapi semuanya gagal."ucap Reino
Semua penjaga menjadi bengong, apalagi pria yang sudah menghina Reino sekarang mengeluarkan keringat dingin karena takut di pecat.
"Nyonya Aquino apa boleh saya meminta foto?"ucap supir taksi menghampiri Reino dan juga mamanya.
__ADS_1
"hah saya bukan artis pak, kenapa harus minta foto?"ucap Eva sambil tersenyum ramah.
"Tapi keluarga kalian sangat terkenal dan kaya jadi saya ingin memajang foto kalian di taksi saya."ucap sang supir jujur.
"Oh begitu ayo kita foto bertiga."ucap mama Eva
"Bertiga dengan saya nyonya?"ucap nya terkejut
"Iya biar lebih meyakinkan pak dan fotonya di depan taksi bapa saja.
Penjaga tolong foto kami"ucap mama Eva selanjutnya pada penjaga.
"Baik nyonya"ucap penjaga itu kemudian memotret tiga orang di depan nya menggunakan hp sang supir.
"Terimakasih nyonya anda dan anak anda sangat baik hati."ucap supir itu
"Sama-sama pak karena sudah mengantar putra saya dengan selamat."ucap mama Eva sambil menyodorkan beberapa lembar uang pada sang supir taksi.
"Anak anda sudah membayar saya nyonya."ucap supir menolak karena tadi Reino sudah memberikannya banyak uang.
"Terima saja pak"ucap Reino
"Tapi ini terlalu banyak."ucap supir
"Tidak masalah pa, ini sebagai ucapan terimakasih saya."ucap mama Eva.
"Baiklah saya terima nyonya dan terimakasih banyak. Saya permisi nyonya dan tuan muda Aquino karena saya sudah mendapat orderan lagi."ucap supir taksi itu berpamitan.
__ADS_1
"Iya pak hati-hati."ucap Reino dan juga mamanya