Musuhku Suamiku

Musuhku Suamiku
Lagi dan lagi!


__ADS_3

Diandra menggeliat, dia memekik perlahan ketika rasa pedih itu kembali dia rasakan saat mencoba menggerakkan kaki, Diandra menghela napas panjang, kenapa perihnya belum mau hilang padahal Gavin sudah membuatnya on sempurna sebelum mereka menyatukan tubuh tetapi kenapa masih begitu sakit.


Diandra membuka mata perlahan-lahan dia mendapati hanya dirinya yang tergolek lemas di atas ranjang itu, ke mana sang suami?


"Mas? Mas Gavin?" Diandra mencoba memanggil sosok itu, namun nihil! jangankan muncul ada jawaban pun tidak.


"Mas?" kembali Diandra mencoba memanggil namun sama seperti tadi tidak ada tanda-tanda suaminya itu berada di kamar.


Dengan susah payah Diandra bangkit, dia kembali mengernyit ketika pedih di **** ************* kembali terasa.


"Akkhh," Diandra mengeram, ini siapa yang salah sih?


Masih Diandra ingat betul bagaimana rasa dan sensasi yang Diandra rasakan ketika milik suaminya perlahan merangsak masuk ke dalam inti tubuh, apalagi ketika benda itu lantas merobek sesuatu dalam dirinya, yah Diandra bisa merasakan itu semua.


Diandra bangkit, tertatih melangkah ke kamar mandi, dia baru mau masuk ke dalam ketika kemudian Gavin muncul dari luar kamar dan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Sayang udah bangun?" Gavin langsung memeluk Diandra, hal yang membuat Diandra mendesah kesal.


"Mas jangan mulai, ya!" ancam Diandra yang masih cukup letih dan tidak sanggup kalau Gavin akan kembali meminta jatahnya.


Heran Diandra, selain sisi lain yang lembut dan sabar, Diandra juga baru tahu kalau ternyata suaminya ini mesum sekali! atau memang sebenarnya semua lelaki itu pikirannya selalu mesum? entah Diandra juga tidak tahu.


"Cuma peluk sayang, cuma peluk," Gavin terkekeh, mempererat pelukannya membuat Diandra berusaha melepaskan diri karena dia sudah tidak tahan, dia ingin buang air kecil.


"Lepas dulu ih! mau ke kamar mandi, Mas," Diandra berusaha melepaskan diri namun sekali lagi tenaga Gavin jauh lebih besar.


"Ikut, ya?" pinta Gavin sambil tersenyum menggoda, membuat Diandra melongo dan spontan mencubit hidung sang suami yang mancung itu.


"Mas, ngapain?" tentu itu yang Diandra tanyakan, kenapa Gavin ikut masuk? membuat pikiran Diandra kemana-mana dan lantas menyilangkan tangannya guna menutupi dadanya.


"Kenapa pakai ditutupin segala sih?" Gavin tersenyum, melangkah mendekati Diandra yang langsung mundur ke belakang dengan wajah waspada.

__ADS_1


"Mas mau ngapain?" firasat Diandra mengatakan bahwa Gavin hendak melakukan sesuatu kepadanya, sesuatu yang mungkin tidak akan bisa Diandra tolak


Gavin tersenyum, menghimpit tubuh Diandra yang kini sudah tidak bisa kemana-mana lagi, terantuk dinding kamar mandi tepat di bawah shower satu tangan Gavin menekan tembok, dan satu lagi memutar shower, hingga kuncuran air itu membasahi tubuh mereka.


Dengan segera Gavin membungkam mulut istrinya, tangannya mulai bereaksi menyentuh titik demi titik sensitif tubuh Diandra hingga bisa Gavin rasakan tubuh istrinya meremang.


"Mas, ja... jangan," Diandra merintih, dia benar-benar tidak bisa menolak tiap sentuhan itu, lenguhan kecil keluar dari mulutnya, tubuhnya berkhianat, entah mengapa lelah yang tadi dirasakan mendadak hilang.


"Sayangnya aku nggak bisa, Dian," bisik Gavin sambil mencium telinga Diandra, sebuah tindakan yang kembali membuat Diandra melenguh dan mendesah lirih.


"Kau terlampau indah jika hanya didiamkan saja, sayang," ucap Gavin.


Diandra tidak menjawab, sibuk mengendalikan diri yang sudah terlanjur lepas kontrol efek sentuhan Gavin yang tepat pada sasaran.


"Kamu nagih banget, Dian! serius Mas nggak bohong," Gavin mengangkat satu kaki Diandra, bibirnya mencium bibir yang basah oleh guyuran shower itu, menyesapnya dengan begitu lembut.

__ADS_1


Diandra tidak lagi melawan, memberontak ataupun menolak, matanya terpejam dan di bawah guyuran shower itu untuk kesekian kalinya Diandra menyerah, bisa dia rasakan Gavin kembali memasukinya, menggoyang perlahan pinggul itu dan kembali menguasai Diandra sepenuhnya.


"Dian, kamu enak banget, serius!" ucap Gavin.


__ADS_2