Musuhku Suamiku

Musuhku Suamiku
Kaget aja...


__ADS_3

Diandra melangkahkan kaki dengan santai menuju dapur, dia sudah beres mandi hendak mencoba membantu apapun pekerjaan yang bisa dilakukan meskipun sebenarnya kalau disuruh kerja di dapur satu-satunya hal yang bisa Diandra lakukan dengan baik adalah mencuci piring, tapi tidak ada salahnya mencoba membantu bukan?


Senyum dan langkah kakinya terhenti ketika melihat sosok itu pagi-pagi sekali sudah nangkring di dapur mertuanya dengan dandanan norak yang masih sama, dia nampak tengah membantu mengupas bawang merah.


Diandra menghela napas panjang, bagaimana cara mengusir hama itu dari sini? Diandra yakin sekali bahwa rencana perjodohan gila yang Ibu mertuanya usulkan adalah buah rayuan dan sedikit paksaan dari gadis itu, kalau tidak mana mungkin Mira rela anaknya yang ganteng, mana Dokter spesialis menikah dengan makhluk model macam itu!


Diandra memantapkan langkah tetap menuju dapur dan benar saja baru sampai depan pintu Tati sudah mulai cari gara-gara dengannya.


"Adudu... yang habis jadi pengantin baru, jam segini baru nongol, lembur Bu? nggak lihat nih kerjaan banyak," bibir itu mengerucut rasanya Diandra ingin meremas bibir itu kuat-kuat.


"Ya wajar Tati, Diandra kan capek apalagi kemarin di Jakarta acara lebih besar dan padat daripada di sini, mana habis acara di sana selesai langsung boyongan kemari, gimana nggak capek?" bela Mira sambil tersenyum, wajah itu nampak cemas, dia sudah tahu rivalitas dua gadis ini bagaimana.


Diandra tersenyum penuh kemenangan melangkah mendekati Mira dan tidak lupa menjulurkan lidah ke arah Tati.

__ADS_1


"Nggak usah ditanggapin Bu, anjing menggonggong kafilah berlalu, udah gitu aja!" balas Diandra pedas.


"Diandra bantu apa nih Bu?" tanya Diandra.


Mira tersenyum matanya melirik ke arah Tati yang nampak melotot dengan wajah kesal.


"Kamu duduk aja kalau pengen makan ambil apa yang pengen kamu makan, nggak usah bantu-bantu, nggak boleh ah, orang yang jadi ratu baru kamu sama Gavin masa iya kamu mau bantu-bantu," ucap Mira.


"Eh... belum bisa masak udah berani nikah? suami mau kasih makan apa?" sebuah sindiran yang pedas kembali keluar dari mulut itu.


"Kayak aku dong yang baru lulus SMA kemarin masak apa aja udah jago," ucap Tati lagi.


Diandra membelakakan mata, bukan karena sindiran itu tetapi karena fakta yang dia ketahui bahwa Tati baru saja lulus SMA.

__ADS_1


"Ka... kamu baru lulus SMA?" tanya Diandra terkejut, bukan apa-apa tapi...


"Iya baru lulus dan masih 17 tahun, tapi segala macam masakan udah jago bikin,, hebat kan kamu pasti kaget ka..."


"Nggak,, nggak," potong Diandra cepat.


"Aku kaget bukan karena kamu masih muda banget dan udah jago masak, bukan karena itu," ucap Diandra lagi.


Bisa Diandra lihat alis yang dibingkai dengan pensil alis hitam namun bentuknya tidak beraturan itu nampak berkerut menatap Diandra dengan penuh tanda tanya.


"Lah terus kaget karena aku masih muda ta..."


"Sumpah kaget aja pas tahu kamu masih tujuh belas tahun pikirku udah dua puluh tujuh tahun, dandanan macam emak-emak tukang ghibah masalahnya," sahut Diandra membuat beberapa orang yang ada di sana nampak mati-matian menahan tawa, termasuk Mira.

__ADS_1


__ADS_2