
"hay uncle, hay Reino "ucap Revan menyapa dan menghampiri kedua pria yang berbeda generasi itu.
"Hay Revan."ucap papa Robert pada ponakannya
"hay bang"ucap Reino menyambut uluran tangan dari Revan untuk berjabat tangan.
"Kenalin aku sepupu kamu yang paling ganteng, dan wanita ini Rara calon kakak ipar kamu"ucap Revan narsis seperti biasanya.
"Hay kakak ipar."ucap Reino sambil tersenyum kemudian bergantian berjabatan tangan dengan Rara.
"Hay Reino, maafkan sepupu mu ini memang sangat narsis."ucap Rara sambil tersenyum ramah.
Tidak berselang lama kedua orang tua Revan juga datang, begitupun juga dengan Jesika Dacosta yang merupakan kaka perempuan James. Mereka bercengkrama dan saling berkenalan, suasana rumah itu menjadi sedikit lebih ramai dari biasanya.
Setelah selesai makan malam, mereka melanjutkan perbincangan di ruangan keluarga. Suasana hangat kekeluargaan menyelimuti mereka, walaupun ramai tapi mereka masih merasa kurang karena tidak hadirnya Alexa dan juga Sheila kali ini.
"Sepertinya formasi kita kurang lengkap kali ini, Alexa sama Sheila gak ada."ucap Revan
"Oh iya dimana Sheila ?" ucap mama Eva
"Dia pergi liburan Ev"ucap Merry mama nya Sheila dan juga Revan
"Dia pergi liburan sendirian aunty? Kemarin aku bertemu Shasa dan Cintya, mereka sudah kembali kesini."ucap Jesika karena kemarin dia sempat berpapasan dengan Shasa dan juga Cintya di mall.
"Sheila memang pergi sendirian, sekalian mau mengurus beberapa keperluan untuk perkuliahannya nanti."ucap aunty Merry
"Sheila liburan kemana ma?"ucap Revan menimpali karena dia pun tidak tau kemana adik perempuannya itu pergi.
"Mama juga gak tau, dia hanya mengatakan akan pergi berlibur selama beberapa bulan sebelum masuk perguruan tinggi."ucap aunty Merry
"Sheila mau kuliah dimana Mer?"ucap papa Robert pada adik perempuannya itu.
"Fashion Institute of Technology di state university of new York."ucap aunty Merry
__ADS_1
"Wow itu sekolah fashion terbaik di dunia aunty" ucap Rara dan Jesika bersamaan
"Itu adalah impian Sheila dan juga Alexa sejak mereka kecil. Mereka mau melanjutkan pendidikannya ke Fashion Institute of Technology di New York."ucap mama Eva
"Apa Alexa juga akan melanjutkan kuliah di New York ?"ucap Revan
"Aku gak yakin James mengijinkan Alexa untuk melanjutkan kuliahnya sampai ke New York."ucap Reino. Dia tau betul betapa posesifnya James terhadap adik perempuannya itu.
"Semua keputusan ada di tangan James karena mereka sudah menikah."ucap papa Robert
"Aku jadi rindu sama Alexa dan Sheila, bagaimana kalau kita telpon mereka saja."ucap Revan memberikan ide.
"James akan kesal nanti, karena sekarang mereka sedang babymoon ke Maldives."ucap Reino
Wajah jahil telah di tunjukan oleh Revan, dia membayangkan betapa kesal nya sepasang suami istri itu jika di ganggu waktu liburannya.
"Mari kita membuat mereka kesal."ucap Revan bersemangat dan langsung menelpon Alexa dan juga Sheila.
Para orang tua hanya menatap pasrah tanpa melarang, karena Revan memang suka menjahili kedua adek perempuannya itu. Tapi walaupun begitu mereka saling menyayangi satu sama lain.
Sepasang suami istri sedang makan malam romantis. Lilin-lilin dan kelopak mawar merah menghiasi sekitar mereka. Mereka tampak serasi dengan warna gaun dan baju yang senada. Wajah keduanya tampak sangat bahagia dan semua momen itu diabadikan oleh fotografer.
James meneguk wine Screaming eagle 1992 yang berasal dari California, itu sangat menggiurkan untuk Alexa tapi apa daya dia tidak bisa mengkonsumsinya dan hanya bisa meneguk jus.
"Seharusnya kamu juga minum jus biar adil."ucap Alexa
"Baiklah aku tidak akan minum ini dan aku akan meminta pelayan menukarnya dengan jus."ucap James
Belum sempat memanggil pelayan hp Alexa terus berdering, nama Revan tertera di layar hp nya mau tidak mau dia harus menerima panggilan video itu.
"Halo lexa sedang apa kalian?"ucap Revan dengan wajah gembira.
"Ka Revan menyebalkan mengganggu saja."ucap Alexa
__ADS_1
"Dimana James? Kenapa wajah kamu tampak kesal adik ku yang cantik?"ucap Revan
"James ada disini, aku kesal karena ka Revan mengganggu makan malam romantis kami."ucap Alexa. Wanita itu tampak menyesal telah mengangkat telepon dari Revan.
"Hahaha jangan kesal begitu gak baik, nanti anakmu mirip dengan ku."ucap Revan
"Gak akan. Ka Revan di rumah?"ucap Alexa setelah melihat Revan tampak sedang berada di rumah orang tuanya.
"hahaha, iya kami juga baru selesai makan malam untuk menyambut Reino. Kami merindukan kamu dan Sheila, jadi aunty dan uncle menyuruh aku menelpon kalian tapi nomor Sheila gak aktif."ucap Revan berbohong dan Alexa tau itu karena sore tadi dia baru saja menelpon orang tuanya
"Nanti aku akan menelpon balik setelah selesai makan."ucap Alexa
"Wah bagaimana bisa kamu mengabaikan kami."ucap Revan
"Aku sumpahin kamu jomblo seumur hidup ka."ucap Alexa membuat orang rumah nya tertawa
"Sumpah nya gak berlaku karena sebentar lagi aku dan Rara akan menikah."ucap Revan
"Semoga saja ka Rara berubah pikiran."ucap Alexa
"Bagaimana bisa dia berubah pikiran kalau sudah mengandung anak ku."ucap Revan
"Wah sebentar lagi aku akan punya dua ponakan sekaligus."ucap Alexa keceplosan
"Dua?"ucap Revan tidak mengerti
Reino yang berada di dekat Revan menjadi panik karena Alexa keceplosan begitupun juga dengan James.
"Aku berharap ka Rara hamil anak kembar karena keluarga kita punya keturunan kembar."ucap Alexa setelah mendapat kode dari James yang berada di hadapannya.
"Betul juga yah, apalagi kalau kamu juga hamil anak kembar sepertinya keluarga kita akan semakin ramai."ucap Revan
"Ka Revan kita akhiri dulu yah, aku mau makan dulu ponakan mu kelaparan sekarang."ucap Alexa
__ADS_1
"Oh baiklah, aku senang mengganggu makan malam romantis mu."ucap Revan
"Liat saja nanti aku akan membalas ka Revan."ucap Alexa