Musuhku Suamiku

Musuhku Suamiku
Bab 179 Reino Patricia


__ADS_3

Pria berkaos hitam dengan paras tampan khas pria Asia baru saja menginjakan kakinya di negara Paman Sam.


Pria tersebut adalah Axel Aquino atau yang biasa di kenal dengan nama Reino. Reino berjalan mendekati mobil yang sudah terparkir menjemputnya.


Reino sudah di jemput oleh supir kakek Tony, dan dia akan langsung ke rumah kakek Tony karena pria tua itu sudah menunggunya. Mobil melesat dengan kecepatan standar karena jalanan cukup ramai saat ini.


Mobil yang Reino tumpangi akhirnya sampai di kediaman kakek Tony yaitu sahabat dari sang kakek yang tidak lain, papa dari robert aquino.


Pria tua itu sudah berdiri di depan pintu rumahnya untuk menyambut tamu nya, yaitu pria muda yang sudah dianggap nya sebagai cucunya sendiri.


"Hey boy akhirnya kamu sampai juga, dan akhirnya kamu di temukan kembali" ucap kakek Tony sambil memeluk Reino dengan erat


"Terimakasih kakek, maaf kakek mungkin sudah lama menungguku" ucap Reino


"Tidak juga, kakek senang akhirnya bisa bertemu kamu dalam keadaan yang sehat tanpa kekurangan suatu apapun dan di rawat oleh orang baik seperti wira" ucap kakek Tony sambil merangkul Reino dan keduanya pun berjalan masuk kedalam rumah


"Begitulah kakek, aku juga sangat bersyukur bisa dirawat oleh papa wira dan sayangnya sekarang papa udah gak ada kek" ucap Reino kembali merasa sedih saat mengingat dia harus kehilangan sang ayah angkat dengan cara yang cukup tragis.

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan bersedih lagi, wira sudah bahagia sekarang. Kamu harus menjalani hidup dengan baik dan membuat wira bangga melihatmu dari atas sana" ucap kakek Tony


"ven tolong kamu antar koper Reino ke kamar yang di lantai 3" ucap kakek Tony pada asistennya


"Kakek kenapa rumah nya sepi sekali? " ucap Reino karena melihat tidak ada penghuni lain selain sang kakek dan asisten nya serta beberapa maid


"Hmmm mari kita bercerita di halaman belakang saja" ucap kakek Tony


mereka pun berjalan beriringan menuju halaman belakang yang sangat sejuk yang penuhi banyak tanaman hias.


"Kalau nenek sudah meninggal, terus dimana om ben sekarang? " ucap Reino penasaran karena orang tuannya tidak pernah bercerita tenang anak sang kakek


"Om Ben sedang terbaring koma selama 16 tahun di paviliun, ucap kakek Tony sambil menunjukan sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdua duduk


" Kakek, apa yang terjadi dengan om Ben"ucap Reino sedikit terkejut


"Belasan tahun yang lalu, kakek menjodohkan Ben dengan anak dari sahabat nenek Vina hanya saja Ben menolak dan memilih meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kakek dan juga nenek"

__ADS_1


Kami tidak pernah mengancam ataupun mengusirnya dari rumah jika dia tidak mengikuti kemauan kami, tapi dia malah mengganti identitas nya dan menghilang seperti di telan bumi.


Hingga akhirnya kami menemukan dia di rumah sakit italia dalam keadaan koma bersama kekasihnya karena terkena tembakan. Ben sempat sadar, tapi disaat dia tau bahwa calon istrinya meninggal kondisinya kembali drop dan koma sampai sekarang, karena dia tidak bisa menerima kenyataan" ucap Kakek Tony dengan wajah sedih.


"Kakek harus tetap kuat kita harus berusaha agar om Ben cepat sadar" ucap Reino memberi semangat.


"Jalan satu-satunya adalah menemukan anak perempuannya, yang entah dibawa kemana oleh pria yang menembak mereka" ucap kakek Tony


"Jadi om ben mempunyai seorang putri, apakah kakek belum punya informasi sama sekali tentang pembunuh itu? " ucap Reino


"Pembunuhnya adalah pria yang sudah beristri. Dia cemburu saat melihat Ben berhubungan dengan selingkuhan nya, dan juga Ben pernah memberikan kalung matahari pada anaknya hanya itu saja yang Ben katakan saat dia sempat sadar" ucap kakek Tony


"Aku akan membantu kakek mencari titik terang, semoga kita bisa menyelamatkan putrinya om Ben" ucap Reyno


"Rei tinggallah di rumah ini, kamu tidak perlu tinggal di apartemen ataupun membeli mansion lagi. Lantai tiga khusus buat kamu, jadi kamu bisa bebas dan ada lift yang bisa diakses dari luar jadi tamu mu bisa langsung ke lantai tiga." ucap kakek Tony


"Baiklah kakek, aku akan menemani kakek selama aku berkuliah disini" ucap Reino setelah menimbang" dia tidak tega meninggalkan kakek Tony yang sudah belasan tahun sendirian

__ADS_1


__ADS_2