
Pagi hari, Reino sudah bersiap-siap hendak ke kampus karena hari ini perkuliahan sudah di mulai. Dia pergi ke lantai satu untuk sarapan bersama kakek Tony sebelum berangkat.
"Pagi kakek, pagi om ven sapa Reino saat mendapati kakek Tony dan asisten nya ven sudah berada di meja makan
" Pagi juga tuan"sapa ven
"Pagi rei, kamu semangat sekali" ucap kakek tony
"Hahaha kakek tau aku sudah lama menunggu, jadi aku tidak sabar lagi untuk masuk kuliah" ucap reino tapi bukan hal itu yang membuat dia semangat melainkan ada seorang wanita yang menjadi target nya juga berada di kampus yang sama hanya berbeda jurusan.
"Walaupun semangat kamu harus tetap sarapan, karena kami sudah menunggumu sejak tadi bagaiman ven?" ucap kakek tony sedikit bercanda
"Benar tuan, kami sudah kelaparan tapi tetap menunggu jadi tuan tidak bisa pergi begitu saja" ucap Ven
"Om panggil reino saja" ucap reino
"baiklah tuan, maksudnya reino" ucap Om Ven sedikit kaku
"Begitu dong om" ucap nya
"Ayo kita makan sekarang, kasian makanannya sudah menangis sejak tadi karena minta di makan segera" ucap kakek Tony
__ADS_1
"Pasti yang ini menangisnya paling lama, karena air mata nya banyak sekali" ucap Reino menunjuk sup asparagus
Mereka bertiga pun akhirnya tertawa dan suasana di rumah itu sedikit lebih hidup Semenjak kehadiran reino.
Setelah sarapan reino langsung berpamitan untuk berangkat ke kampus.
"Kakek, om reino pamit mau berangkat dulu" ucap reino pada keduanya
"Iya hati-hati di jalan, kalau ada masalah segera telpon kakek atau om Ven " ucap kakek tony
"Siap komandan" ucap reino dan berlalu pergi
****
Patricia yang tidak lain adalah anggia, gadis itu mengganti namanya sesuai dengan nama yang terukir di kalung pemberian sang ayah kandung (Patricia Nora M) hal itu dilakukan nya agar lebih mudah menemukan keluarga kandungnya.
Agatha adalah sahabat Patricia yang selalu menolong dan menemani ketika Patricia sendirian tidak mempunyai siapa-siapa. Keluarga Agatha lah yang membiayai semua keperluan Patricia dan menganggap Patricia adalah anaknya sendiri.
Agatha dan juga Patricia langsung masuk ke dalam lift karena sebentar lagi perkuliahan akan segera di mulai, di situlah mereka bertemu dengan Reino.
__ADS_1
"cowok ini sangat tidak asing, sepertinya aku pernah bertemu dengannya" ucap Patricia dalam hati
"Kamu kenapa pat" ucap Agatha yang melihat sahabat nya diam saja sejak tadi.
"Aku seperti pernah melihat cowok itu dan wajah nya tidak asing" ucap Patricia setelah reino keluar dari lift
"Bilang aja kamu naksir sama cowok itu" ucap Agatha bercanda
"Gak mungkinlah, lihat saja dia pasti dari keluarga kelas atas" ucap Patricia
"Gak masalah, kalau dia nya tertarik sama, kamu, kenapa tidak" ucap Agatha terus meledek Patricia
"Sudah ah, aku malas ngomong sama kamu" ucap, Patricia
"Pat, jodoh gak ada yang tau loh" ucap Agatha
"Hmmm cepetan jalan udah terlambat ni tha keburu di tutup pintunya" ucap Patricia
"iya-iya " ucap Agatha
Berbeda dengan keduanya yang terburu-buru, reino sekarang sudah berada di kelasnya.
__ADS_1
"Aku yakin wanita tadi itu adalah anak nya Hendra. Aku tidak perlu jauh - jauh mencari, dia langsung muncul di hadapanku" ucap reino sambil melihat foto Patricia
"Tapi matanya kenapa berbeda, di foto ini berwarna coklat tapi tadi berwarna biru atau mungkin dia menggunakan softlens dan mata biru itu seperti aku pernah melihat nya mirip dengan seseorang" ucap reino sedikit ragu-ragu