
Peluru yang lepas dari senjata yang di pegang oleh Sandra bukan mengarah ke James, melainkan melesat dengan cepat menuju wanita hamil yang baru saja datang.
"Nona" ucap pengawal yang dengan cepat menarik nona mudanya untuk berlindung
"Alexa"teriak James dengan jantung yang berpacu sangat cepat melihat peluru itu nyaris menembus tubuh istrinya.
"Sandra, kau pikir hidup mu akan tenang jika terjadi sesuatu dengan istriku."ucap James mendekati Sandra
"Aku memang tidak akan hidup dengan tenang karena saat itu terjadi, aku akan memilih mati dengan tenang dan tidak akan ada orang yang dapat memiliki kamu James hahaha"ucap Sandra
"Kau gil*a"ucap James mendekat untuk merebut senjata yang ada di tangan Sandra agar wanita itu tidak bisa melukai istrinya.
"Alexa, lihat suami mu akan tertembak sebentar lagi kalau kamu tidak kunjung keluar dari persembunyian mu itu"ucap Sandra berteriak seperti kesetanan
"Berikan senjatanya Sandra"ucap James
"Jangan berharap banyak"ucap Sandra
__ADS_1
"Dor dor"dua tembakan yang di lepaskan oleh Alexa berhasil menjatuhkan pistol yang berada dalam genggaman Sandra dan satu peluru lagi bersarang di kaki wanita jahat itu.
Alexa pada akhirnya merebut senjata yang ada pada pengawalnya saat dia melihat suaminya berada dalam bahaya dan syukurnya tembakan nya tidak meleset sama sekali.
"Aw sialan kau Alexa"ucap Sandra menjerit kesakitan dan berusaha kembali meraih senjata yang terjatuh.
"Jangan harap kau bisa mendapatkan kembali senjata ini"ucap James sambil menginjak tangan Sandra yang kini sudah mulai menggapai senjata.
"Aw James sakit, kau bisa mematahkan jari tangan ku"ucap Sandra menjerit kesakitan
"Aku memang berniat begitu, karena tangan ini selalu kau pakai untuk mencelakai istriku. krek ( bunyi jari Sandra yang patah) "ucap James
"Kalian semua sialan, kau harus membayar semua ini Alexa. Gara-gara kau James mematahkan jari ku."ucap Sandra sambil berteriak tidak karuan.
"Kenapa harus aku? Itu konsekuensi yang harus kau terima dari semua kejahatan yang kau lakukan selama ini."ucap Alexa
Alexa, James dan dua orang pengawalnya pun pergi meninggalkan hotel.
__ADS_1
"Sayang, kamu tidak merasakan sesuatu yang aneh kan di dalam sini?"ucap James di dalam mobil sambil mengusap perut Alexa
"Tidak sama sekali, sekarang aku bahagia karena wanita itu kini sudah pergi ketempat yang memang sudah seharusnya dia tempati."ucap Alexa
"Aku ingin tahu sesuatu, sejak kapan kamu belajar menembak?"ucap James penasaran karena peluru yang keluar dari senjata Alexa tidak sekalipun meleset.
"Oh itu, sejak kecil aku belajar menembak"ucap Alexa
"Apa papa dan mama tau?"ucap James, karena mertuanya tidak pernah menceritakan tentang Alexa yang bisa menembak.
"Papa dan mama tidak tahu menahu tentang pelajaran menembak yang aku ikuti. Karena tanpa sepengetahuan mereka, kakek ku mengajari ku menembak saat aku berlibur ke rumah nya."ucap Alexa
"Apa kamu meneruskan organisasi milik kakek mu Lexa?"ucap James
"Yah, aku meneruskan semua nya dan dengan organisasi itu aku bisa menemukan Reino."ucap Alexa
"Apa kamu akan menyerahkan organisasi itu pada Reino?"ucap James
__ADS_1
"Mungkin dalam waktu dekat, karena aku mungkin tidak bisa membagi waktu lagi saat sudah melahirkan."ucap Alexa
"Sebaiknya begitu, biar Reino saja yang meneruskan semuanya"ucap James