
Bunyi dering ponsel itu mengejutkan Diandra, itu dari ponselnya dengan susah payah Diandra membuka matanya, mendapati dia sudah kembali terbaring di atas ranjang, rambutnya masih setengah basah tentu dia tidak lupa bagaimana Gavin dengan sangat bergairah mengajaknya bercinta di bawah shower tadi, ia tadi Diandra memekik ketika tahu jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi, astaga!
Buru-buru Diandra menggapai ponselnya, kalau ini baru setengah lima pagi, lantas siapa yang menghubungi dia sepagi ini? Mamanya? Papanya? atau siapa?
Diandra mendengus kesal ketika membaca nama Kiki terpampang di layar, apalagi si bocah satu ini? Diandra membaringkan kembali tubuhnya ke atas ranjang, rasanya seluruh persendian Diandra seperti lepas, tubuhnya masih begitu lemas dan pegal di beberapa bagian, melawan om-om mesum itu memang benar-benar menguras energi dan kesabaran.
"Yah, mati?" Diandra mendecih ketika dia hendak mengangkat panggilan itu, namun Kiki lebih dulu mematikan panggilannya.
Diandra meletakkan kembali ponsel di atas ranjang, matanya kembali terpejam dan rasanya dia masih ingin tidur beberapa jam lagi, baru Diandra memejamkan mata dering itu kembali terdengar membuat Diandra segera mengangkat panggilan itu tanpa melihat panggilan apa yang masuk ke ponselnya.
"Ya... kenapa Ki?" dia hendak mendekatkan ponsel itu ke telinga ketika dari seberang Kiki berteriak histeris.
"Akhirnya Dian, kalian nganu juga, alhamdulillah!" teriak Kiki.
__ADS_1
Diandra terkejut setengah mati membuka matanya lebar-lebar dan mendapati wajah Kiki memenuhi layar ponselnya dengan senyum merekah sempurna, Diandra lantas sadar bahwa dia bahkan belum mengenakan kembali pakaiannya setelah tiba dari Madiun, Gavin menyerangnya bahkan sampai kamar mandi pun Diandra dia kejar! keterlaluan!
"Hei ngapain video call?" untung tubuh Diandra tertutup selimut sampai dada, kalau tidak? telanjang sudah Diandra di depan Kiki.
Senyum itu masih merekah, alisnya kompak naik ke atas membuat Diandra makin gemas setengah mati dengan sahabatnya itu.
"Gimana Dian, berapa cm?" tanya Kiki tanpa tedeng aling-aling.
Hah? Diandra tergagap. Berapa cm? maksudnya apa? Kiki tanya ukuran apa nih sampai-sampai dia harus video call dirinya sepagi ini?
"Ya ukurannya, lah. Panjang sama diameter, gimana mantap nggak?" tanya Kiki.
Sebuah pertanyaan absurd itu kembali keluar dari mulut Kiki membuat Diandra lantas sadar apa yang sebenarnya Kiki tanyakan mengenai panjang dan diameter itu, jangan bilang kalau...
__ADS_1
"Gede, kan?" kembali alis Kiki naik ke atas, senyum menggoda itu tersungging di wajah Kiki membuat wajah Diandra makin memerah.
Bayangan momen pertama kali seumur hidup Diandra kembali terngiang, bagaimana sosok yang selama ini begitu kaku dan judes terhadapnya bisa berubah begitu manis, romantis dan luar biasa sensual dalam dekapan Diandra.
Bibir itu... agaknya bibir Gavin akan masuk jadi salah satu favorit Diandra sekarang, dan jangan lupakan hal yang Kiki tanyakan, sesuatu milik Gavin yang sempat membuat Diandra ketakutan karena ukurannya. Kiki tanya besar atau tidak tentu tidak perlu Diandra jawab mengenai aset yang sekarang mutlak jadi miliknya itu, rahasia rumah tangga!
"Apaan sih Ki gaje! ngapain telepon pagi-pagi?" Diandra mencoba membelokkan pembicaraan menghindari dirinya sendiri keceplosan membahas hal yang tidak perlu Diandra buka di depan Kiki.
Tawa Kiki pecah, nampak wajahnya begitu bahagia, bisa Diandra lihat wajah Kiki bahkan lebih bahagia dari ketika dia menikah kemarin.
"Kubilang apa perjanjian kalian bakalan batal, Dian. jangankan dua tahun, baru dua hari aja kalian nyerah dan lanjut hiya-hiya kan," cecar Kiki yang masih tersenyum begitu lebar.
"Iya deh iya," Diandra tidak lagi berkutik, faktanya demikian Diandra menyerah dan pasrah ketika kemudian Gavin menyentuhnya dengan begitu liar kemarin, saling menyatakan cinta dan memutuskan membatalkan semua perjanjian gila yang sebelumnya mati-matian Diandra minta dan tagih pada suaminya.
__ADS_1
"Selamat yah, gimana, perih? berapa ronde kemarin? berantakan banget wujud mu, Dian," ucap Kiki.
Diandra terbahak mendengar pertanyaan Kiki, bisa makin di ejek Kiki nanti kalau dia tahu berapa kali Gavin mengajaknya bercinta. Intinya masalah seperti ini rahasia pabrik bukan?