Musuhku Suamiku

Musuhku Suamiku
Bab 161


__ADS_3

Makan malam bersama akan di lakukan malam ini, semua orang di rumah itu sedang sibuk menyiapkan makanan yang akan dihidangkan nanti.


Semua keluarga dekat sudah di undang untuk datang. Acara makan malam ini diadakan sebagai rasa ucapan syukur kembali nya sang putra yang telah lama berpisah dari keluarganya.


Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, para pelayan sudah mulai menata makanan di atas meja mulai dari appetizer, main course hingga berbagai macam dessert.


Reino menghampiri sang mama yang sedang sibuk mengarahkan para pelayan.


"Ma kenapa banyak banget makanannya udah kaya pesta aja?"ucap Reino


"Yah gakpapa dong, sana kamu jangan ganggu mama dulu."ucap mama Eva sedang ingin fokus karena sebentar lagi para tamu akan datang.


"Jadi Reino di usir nih ma?"ucap Reino jadi ingin menjahili mamanya


"Kamu sama papa dulu, mama lagi sibuk."ucap mama Eva sambil mendorong anaknya untuk duduk di samping papanya.


"Nasib kita sama Rei, tadi papa juga di usir sama mama."ucap papa Robert pada Reino dan kedua pria berbeda generasi itu pun tertawa bersama.


"hahaha, berapa banyak orang sih pa yang diundang?"ucap Reino


"Gak banyak, tapi lihatlah mama mu menyiapkan makanan seperti mau menjamu banyak orang."ucap papa Robert


"Papa benar, mama seperti orang yang sedang membuat pesta"ucap Reino


"Bagaimana hubungan Alexa dan James, apa mereka sering berantem?"ucap papa Robert


"Gak pernah pa, sekarang mereka lagi bucin-bucin nya."ucap Reino

__ADS_1


"Syukurlah papa kira mereka hanya akting selama ini, awal perjodohan mereka udah kaya kucing sama tikus."ucap papa Robert


"Mereka itu musuh jadi bucin, sekarang aja mereka lagi babymoon ke Maldives pa."ucap Reino


"Wow, kapan kamu kenalin pacar kamu ke mama sama papa Rei."ucap papa Robert


"Reino belum mau pacaran pa."ucap Reino


"Kenapa? Kamu masih mau fokus balas dendam sama Hendra?"ucap papa Robert


"Maksud papa?"ucap Reino cukup terkejut dengan pernyataan sang papa.


"Papa tau selama ini kamu mencari keberadaan putri nya Hendra, sampai kamu mau bekerja sama dengan perusahaan milik Hendra."ucap papa Robert


"Apa Alexa yang membocorkan semua ini ke papa?"ucap Reino curiga karena hanya kembarannya itu yang selama ini menentang keputusannya


"Jangan menyakiti orang yang tidak terlibat Rei. Kalau sampai kamu ngelakuin itu, katakan ke papa apa bedanya kamu sama Hendra?"ucap papa Robert lagi dengan tegas.


Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Reino untuk membantah ucapan papa Robert dan keheningan pun menyelimuti keduanya hingga para tamu yang di undang datang.


"Halo selamat malam aunty, uncle."ucap Revan dengan menggandeng sang calon istri yang sedang hamil


"Hai sayang, akhirnya kalian datang juga ke rumah ini. Dimana papa dana mama kamu?"ucap mama Eva sambil cipika cipiki dengan kedua ponakannya.


"Aunty kita udah kaya ibu-ibu arisan yah."ucap Revan karena melakukan cipika cipiki.


"Kamu ini."ucap mama Eva memukul lengan ponakannya.

__ADS_1


"Jangan di pukul dong aunty nanti ganteng nya hilang. Papa dan mama mungkin masih dalam perjalanan, dimana uncle dan Reino aunty?"ucap Revan


"Reino ada disana bersama uncle. Rara lagi hamil?"ucap mama Eva setelah menyadari perut Rara yang sedikit membuncit.


"Iya aunty."ucap Rara pelan karena malu


"Revan nabung duluan aunty biar Rara gak di rebut sama cowok lain."ucap Revan


"Kamu ini benar-benar, ingat punya adek cewek."ucap mama Eva


"Kan Revan mau bertanggungjawab dan nikahin Rara aunty "ucap Revan


"Iya tapi jangan sampai Rara terpaksa mau nikah sama kamu karena udah hamil."ucap mama Eva


"Benar aunty aku terpaksa terima lamaran nya karena hamil."ucap Rara sambil menahan tawa


"Itukan benar."ucap mama Eva langsung menjewer telinga Revan dan membuat sang empunya berteriak.


"Ra, tolongin"ucap Revan


"Udah aunty jangan jewer Revan lagi. Tadi itu Rara cuman lagi ngidam buat kerjain Revan."ucap Rara sambil tersenyum tanpa rasa bersalah


"Syukur lagi hamil kamu Ra."ucap Revan


"Memangnya kalau lagi gak hamil, mau kamu apain?"ucap mama Eva


"Mau ajak main aunty."ucap Revan langsung berlalu pergi takut mendapat kotbah lagi.

__ADS_1


__ADS_2