Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 103


__ADS_3

"Huwaaaa..... ngak nyangka gue ini mobil keren banget dalamnya, gue pikir biasa aja, klau tau dari dulu sudah gue pake" teriak Tio saat membuka pintu mobil Aisyah hadiah dari Rido.


Ganen dan Rara melongo melihat isi mobil Aisyah.


"Ya Allah... Ca enak banget hidup loe, mana ngak ada yang recokin lagi" dumel Rara berbinar melihat isi mobil Aisyah.


"Siapa bilang ngak ada yang recokin" ucap Aisyah.


"Emang ada yang recokin Ca, padahal kan klau ada lalat dan nyamuk pengganggu pasti di hempas tampa ampun sama Rido.


"Ncek... kalian pengganggunya, klau denger kita mau kemana, selalu aja tuh.. kuping panjang, lansung nempel kayak lintah" kekeh Aisyah lansung berlari menyusul suaminya sebelum di amuk oleh Rara.


"Yaa... sialan loe Ca... awas loe ya...!!" kesal Rara tak lama setelah itu dia ikut terkekeh, memang benar apa yang di bilang sahabatnya itu, dari sekolah sampai sekarang kemanapun mereka selalu menempeli suami istri itu, entah itu piknik atau makan, dan beruntung nya, Rido dan Aisyah tidak pernah melarang mereka, tanpa ke dua anak manusia itu, mungkin ganen, Rara dan Tio tidak akan pernah tau tempat wisata, kuliner, dan bisa kuliah, mungkin hanya Ganen yang akan kuliah, kalau Rara dan Tio ekonominya jauh dari mereka.


"Kalian mau bawa mobil sendiri atau mau gabung?" ucap Rido pura pura memberi pilihan sejujurnya dia tau teman temannya itu tidak akan pernah mau berpisah dari mereka berdua, apa lagi klau sudah melihat mobil itu, mana mau mereka pakai mobil lain, kecuali mobilnya lebih bagus, teman laknat emang, namu Aisyah dan Rido senang senang aja, toh mereka cuma berdua, tidak punya siapa siapa selain Tio, Ganen dan Rara, sudah mereka anggap seperti saudara.


"Gue mau naik mobil ini, yang lain terserah, enak aja mobil bagus ngak di naikin kan sayang" ujar Rara lansung buru buru naik ke mobil mencari posisi enak.

__ADS_1


"Gue mau nemanin Rara aja, kasian dia, klau mabuk gimana, ngak ada yang ngasih minyak


kayu putih" alasan Tio dan lansung naik mobil, alasan macam apa itu.


"Naik ini aja lah, buang buang duit buat beli bensin lagi, bensin lagi mahal" kekeh ganen dan lansung naik ke mobil, tanpa kata mereka lansung menutup pintu mobil.


"Astaga anak anak itu..." kesal Aisyah namun dia ikut terkekeh.


"Nah.. abang juga kan yang bawa mobil pada akhirnya, untung tadi sudah di cas" kekeh Aldi melihat Aisyah dengan pandangan mesum.


Aisyah hanya mendengus kesal melihat suami omesnya itu, bagai mana tidak sudah di hajar selama dua jam lebih dengan berbagai macam gaya, sampai Aisyah lemas, pas lagi mandi di serang lagi dua ronde, emang gila itu laki.


Aisyah berjalan ke arah mobil, dan naik ke kursi penumpang di samping kemudi.


Rido hanya terkekeh melihat istrinya sewot.


"Bagai mana abang ngak bosan nunggangin kamu, kamu mangkin hari mangkin montok dan ****, tanpa pakai baju dinas pun, si Pyton selalu bangun dekat dekat dengan kamu" gumam Rido dalam hati, klau di ngomong lansung sudah di pastikan sendal Asiyah melayang ke kepalanya.

__ADS_1


Rido pun ikut masuk ke dalam mobil.


"Apa senyum senyum ngak jelas!" omel Aisyah, dia tau otak suaminya itu sudah melang lang buana kemana mana.


Rido terkekeh melihat wajah sewot sang istri.


"Cium dulu biar semangat bawa mobil?!" pinta Rido.


"Ogah... " kesal Aisyah dan memalingkan muka nya ke arah kaca dan melihat pemandangan di luar sana.


"Klau ngak mau ya udah abang pegang ini aja' ucap Rido dengan tanpa dosanya dia meremas dua gunung Aisyah yang sudah dua kali lipat besarnya dari pada dulu.


"Ahh... kakak..." kesal Aisyah dalan de...sa....han.


Rido terkekeh dan melepaskan tangannya dari sana dan lansung menyalakan mobil.


Asiyah hanya mendengus kesal melihat suaminya itu, sedangkan Rido pura pura tidak melihat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2