
Kini di sini lah mereka, berdiri ikutan mengantri dengan banyaknya pengunjung yang ingin mencoba makanan ke kinian itu, sebelumnya Rido berhenti dulu di sebuah toko pakaian wanita, untuk mengganti baju Aisyah, yang kurang nyaman memakai jaket Ganen.
"Buset dah, ngantri makanan kayak gini, klau orang mau lahiran keburu beranak dulu kali yak!" celoteh Tio.
"Pantes aja tadi si Rara ngajak makan dulu di nasi padang, ternyata noh cewek sudah antisipasi duluan?!" kekeh Ganen di ikuti kekehan dari ke dua temannya.
Saking lamanya mengantri akhirnya mereka selfi dengan berbagai macam gaya, untuk menghilangkan ke jenuhan mereka.
Puas ber selfi dan capek berdiri, satu persatu antrian pun menyusut kini tibalah bagian mereka untuk mengantri.
"Buset ternyata beneran enak nih,,, makanan cuma ngantrinya terlalu rame bikin pelanggan kudu makan p****g duluan !?" kekeh Tio.
Aisyah tidak tanggung tanggung dia sampai memesan pentol dua porsi sekaligus, takut nambah malas ngantri lagi.
"Doyan yang ?!" ucap Rido membelai rambut Aisyah.
"Hmmm... doyan banget malah, cuma lama ngantrinya?!" angguk Aisyah.
"Kasian noh,,, si delivery kudu lama nunggu pesanan, demi satu penumpang malah harus ngantri berjam jam di sini?!" ucap Aisyah.
"Bener banget ya...?!" ucap Yang lain.
"Klau aku mah ya, kan nih ya si delivery itu sudah nungguin makanan kita lama banget ya, aku pengen dah ngasih dia kopi, tapi dia seduh sendiri, kita sediain dia teh sama kopi dan air panasnya di pojokan, dia bisa nunggu sambil nyantai" celetuk Aisyah.
__ADS_1
"Bener banget loe Ca, kasian mereka kadang juga baru pertama dapat orderan sudah nunggu lama, bisa jadi belom makan dari rumah ya ngak?!" celetuk Rara.
"Hmmm..." jawab Aisyah menganggukkan kepalanya dengan mulut penuh isi pentol.
Rido lansung mengembangkan senyumnya, ide sang istri patut di contoh di Cafenya, karena mereka juga banyak menerima pesan antar juga.
"widih... pacarnya si Rido bisa ae ya ngasih solusi" ucap Tio.
"Tapi klau di pikir pikir ada benarnya juga sih, itung itung sebagai sedekah" celoteh Ganen.
Puas memanjakan perut dengan si pentol yang lagi Viral itu, mereka lansung pulang ke rumah masing masing, termasuk Rido dan Aisyah.
"Coba sini sayang,,,, apa ada yang luka gara gara siluman tadi?" tanya Rido melihat tubuh sang istri yang habis mandi.
"Ngak ada kak, tadi airnya hangat ngak panas?!" ucap Aisyah dengan suara ****** nya.
"Ini namanya modus" omel Aisyah yang sudah lepas dari sang suami.
Rido hanya terkekeh, dan masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya.
Sementara itu Aisyah sudah mengambil buku pelajarannya, tadi mereka ada pr untuk dua buah mata pelajaran.
Aisyah sudah fokus mengerjakan soal demi soal dan anteng tidak melihat kiri dan kanan lagi, sampai tidak tau sang suami jug sudah duduk di sampingnya, mengerjakan pr nya juga.
__ADS_1
"Sudah selesai sayang?" tanya Rido.
"Eh... Kakak dari kapan di sini? kok aku ngak tau?!" tanya Aisyah nyengir.
"Dari tadi, ini pr kakak juga sudah selesai?!" tunjuknya ke buku pr yang sudah selesai dia buat.
Aisyah tersenyum dan berpindah ke atas pangkuan sang suami, biasalah pengen di manja.
"Kenapa sayang?" tanya Rido, pasti istri nya itu ada sesuatu yang ingin dia ceritakan.
"Ica ngak mau lagi temanan sama Novi?!" celetuknya.
"Iya Kakak tau, ya sudah ngak usah temanan lagi, cuekin aja, ngak usah di dengerin klau dia mau ngomong apa?!" jawab Rido membelai rambut panjang yang berkilau itu dan wangi menusuk penciuman Rido.
"Tapi Kakak ngak usah hukum dia sekarang ya?!" rayu Aisyah.
"Ngak kok, kita lihatin dulu sampai mana dia akan berbuat, klau hanya senggol senggol dikit biarin aja?!" ucap Rido.
Dan di anggukin oleh Aisyah.
"Yukkk tidur, besok sekolah?!" ajak Rido sambil menggendong Aisyah.
Bersambung...
__ADS_1
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."