Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 127


__ADS_3

Dua minggu berlalu, hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh Aisyah dan Bu Sandra, di mana mereka akan mengetahui hasil dari test DNA mereka.


Dari pagi Aisyah sudah tidak sabar, ingin buru buru pergi ke rumah sakit ingin mengetahui hasil test DNA dia.


Dan hari ini juga bertepatan hari ulang tahun Aisyah genap 20th.


Jika di rumah Aisyah tidak sabaran dengan hasil test DNA Aisyah, lain cerita di rumah Pak Sandi yang mulai cemas akan ke hilangan hartanya, karena anak dari abangnya belum di temukan, seandainya sampai malam ini tidak di temukan maka dia siap siap angkat kaki dari rumah yang dia huni sekarang ini.


"Kakak.... buru... kita ke rumah sakit?!" rengek Aisyah kepada sang suami.


Rido hanya terkekeh melihat tingkah Aisyah yang tidak sabaran itu, sudah dari semalaman dia tidak tidur, klau tidak di buat lelah oleh Rido mungkin dia tidak akan tidur.


"Sabar, sayang, rumah sakitnya aja belum buka, ini baru jam 6 loh, mana ada dokter di sana, dokternya masih enak kelonan, nanti jam 8 baru dokter datang, sekarang cari keringat dulu sama abang, katanya dedek kangen sama Ayah nya?!" kekeh Rido lansung menyerang sang istri, hanya itu jalan satu satuny di otak Rido menghentikan sang istri, istrinya capek dianya enak hehehe...


Satu jam lebih Rido mengajak istrinya menikmati surga dunia, dan itu membuat sang istri tertidur lagi.

__ADS_1


Rido terkekeh melihat sang istrinya yang sudah meringkuk indah dalam pelukannya.


"Kamu itu ngegemesin banget sih sayang, ada maunya harus lansung, sudah tau masih pagi" kekeh Rido membelai Rambut sang istri tak lupa dengan kecupan bertubi tubi di atas kepala sang istri.


Tak lama tangannya berpindah ke perut sang istri, dia membelai perut istrinya penuh sayang, karena di sana ada calon anaknya.


"Maaf ya nak, bikin kalian lelah, abis Bunda kalian ngeyel, ngak bisa di bilang sabar, ya udah Ayah bikin leleh aja dia, biar kembali tidur, biar ngak berkicau lagi kaya burung murai" Rido terkekeh sendiri mengatai sang istri.


Setelah melihat sang istri benar benar pulas, Rido bangkit dari tidurnya, masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan badannya, yang sudah lengket karena habis membuat sang istri kelelahan, dua kali sudah Rido mandi pagi ini, tadi sebelum subuh, dan sekarang baru jam tengah 8 sudah mandi keramas lagi.


Rido turun dari kamarnya sambil bersiul siul senang, membuat teman temannya memutar mata jengah, mereka tau kenapa Rido begitu senang, pasti habis membuat Aisyah capek, itu terbukti karena tidak ada Aisyah bersama Rido keluar dari kamar.


"Weeiiisss... senang amat loe boss, abis bikin bu boss kecapean ya...?" kekeh Tio, Rido mah acuh aja, masa bodo dengan ocehan Tio itu.


"Ingat loh.. Do, Aisyah masih hamil muda, jangan sering sering ngunjungin anak loe, kasian dia, takut terjadi apa apa sama mereka" wanti wanti Ganen sok bijak.

__ADS_1


"Loe tenang aja, gue bisa lakuin dengan lembut" ucap Rido frontal tanpa malu sedikit pun.


Rara mendengus kesal dengan ucapan Rido itu, dia memilih makan, dan berpura pura budek, klau Rido yang mulai gesrek itu.


"Kalian mau ikut ke rumah sakit, apa mau ke tempat kerja?" tanya Rido.


"Keknya kerja deh, Do, soalnya mau ngerjain laporan gue?!" saut Ganen.


"Gue juga barang datang" Tio.


"Gue juga mau langsung ke tempat kerjaan, soalnya hari ini banyak pesanan, karena ada pesta ulang tahun juga di Cafe, kasian anak anak repot" jawab Rara.


"Kami usahain aja pulang cepat nanti" pungkas Ganen.


Rido mengangguk tanda mengerti, setelah itu mereka makan dalam diam.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2