Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 132


__ADS_3

Tak...


Tak...


Tak....


Bunyi langkah kaki masuk ke dalam rumah itu, mengalih kan pandangan orang orang di dalam sana, mengarah suara langkah kaki orang yang masuk ke dalam rumah itu.


Mata merek lansung melotot saat tau siapa yang masuk, membuat jantung Pak Sandi tidak aman, dan semakin di buat gerogi dan ketakutan.


"Maaf apakah ke datangan kami mengganggu kalian" tanya Rido dengan wajah penuh sesal yang di buat buat, padahal di dalam hati ingin tertawa puas, melihat wajah pias orang orang di sana.


"Sialan ngapain lagi ini orang pakai ke sini, bikin repot aja" gerutu Amira kesal melihat ke dagangan Rido dan Aisyah, yang bergandengan tangan, membuat hati Amira panas, karena dari awal pertemuan dia sangat menyukai Rido.


"Ah... tidak nak, silahkan duduk" ucap Pak Raul dengan senang hati, berpura pura tidak tau, sedangkan Pak Sandi menggerutu kesal melihat Rido dan Aisyah duduk bersama mereka, mengacaukan acaranya saja.

__ADS_1


"Terimakasih Pak" ujar Rido dan Aisyah sopan dan duduk di sofa kosong di dekat situ.


"Ada perlu apa kalian ke sini?" akhirnya Pak Sandi buka suara juga, walau gondok setengah mampus.


"Loh... bukanya kemaren kemaren Pak Sandi datang ke rumah saya, ingin bertemu sama Aisyah, katanya Aisyah adalah ponakan Bapak, saya ngak kasih izin ketemu karena istri saya sakit, dan baru keluar dari rumah sakit, dan sekarang dia sudah sehat, makanya saya bawa kesini" tutur Rido belagak lugu, sebenar dia ingin tertawa sambil jingkrak jingkrak, melihat Pak Sandi yang kalang kabut, melihat tatapan Pak Raul.


"Aduhhh... sial ini anak!" kesal Pak Sandi mengeram kesal, begitu pun dengan mamanya Sandi alias nenek Namira itu.


Pak Rau melihat nyalang Pak Sandi "apakah anda ingin berbuat curang Pak Sandi!" tekan Pak Raul.


"Bu-bukan Pak, bukan begitu, waktu itu saya ketemu sama Aisyah, saya pikir dia adalah keponakan saya, anak dari almarhum abang saya, jadi saya menemui Rido dan Aisyah di rumah mereka, dan membawa mereka ke sini, dan ternyata Aisyah bukan anak abang saya, makanya saya tidak datang lagi ke rumah mereka, setelah saya menemukan anak abang saya yang asli!" tunjuk Pak Sandi kepada seorang gadis yang mengaku anak abangnya itu.


Pak Raul lansung memandang wajah gadis itu dengan teliti dan memandang Aisyah dengan cara yang sama, membuat Pak Sandi dan keluarganya kelimpungan.


"Aisyah bukan cucu saya pak, yang cucu saya Namira ini" potong Mama Pak Sandi dengan tegas, dia takut rencananya akan gagal.

__ADS_1


"Dan Kamu, jangan mengaku aku sebagai cucu saya, waktu itu mungkin Sandi memang mengakui kamu keponakan, namun kamu menolak tidak seperti dia!" ucap lantang nenek Aisyah itu.


"Ouhhh.... jadi maksud nenek, karena gadis itu mau di ajak kerjasama sama kalian, mengaku dirinya adalah Namira anak abang Pak Sandi" Rido mengangguk anggukan kepalanya.


"Iya...! emang kenapa?!" dia tidak sadar sudah masuk perangkat yang di pasang Rido.


Pak Raul tersenyum miring dan menatap gadis yang bernama Namira itu dengan tatapan menusuk, membuat gadis itu ketakutan.


"Apa kah kamu, benaran anaknya almarhum, siapa nama ayah mu dan Ibu mu?" tanya Pak Raul dengan penuh nekanan, membuat Namira palsu gelagapan, karena dia tidak mengetahui nama orang tuanya, dan Pak Sandi juga ikutan panik masalahnya dia juga lupa memberi tahu siapa nama abang dan kakak iparnya kepada Namira palsu.


"Sudah jangan menekan dia, dia jadi ketakutan, lanjutkan saja tugas mu, jangan memperlambat waktu, saya ingin istirahat!" sela Nenek Aisyah itu, dia melihat wajah panik Pak Sandi dan Namira Palsu.


"Klau anda capek. kita bisa lanjut besok nyonya, saya tidak mau masalah ini selesai dengan tergesa gesa, saya tidak mau harta almarhum jatuh ke tangan yang salah, saya lebih suka harta almarhum jatuh ke panti sosial, menurut permintaan almarhum sebelumnya, karena semua harta peninggalan almarhum adalah harta yang dia cari bersama istri pertamanya" tekan Pak Raul tegas, tentu saja keluarga itu kelimpungan, mana mau mereka keluar dari rumah itu dan hidup miskin di luar sana.


"Tidak tidak, saya masih kuat kok!" ucap Nenek Aisyah itu.

__ADS_1


Pak Raul dan Rido tersenyum dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2