
"Mas...Makanannya sudah matang sudah saya sajikan di meja makan?!" ucap Ayu mendayu dayu.
"Ohh... Iya nanti saya dan istri saya makan, kami mau mandi dulu" ucap Rido tanpa melihat Ayu.
"Ayo sayang, mandi dulu abis itu baru makan?!" ucap Rido mesra kepada sang istri.
Membuat Ayu gerah sendiri dengan suara lembut Rido kepada Aisyah, sedangkan kepada dia Rido hanya acuh, bahkan tidak mau melihat.
Ayu menggerutu kesal, memandangi sepasang suami istri yang sudah masuk ke dalam kamarnya itu.
"Sialan sombong benget sih, sama gue sok datar gitu mukanya, coba lihat istrinya manis banget, ngeselin emang!!" gerutu Ayu.
Ayu kembali ke dapur menunggu kedua orang itu dan duduk di meja makan, sambil melihat makanan yang tersedia di sana.
"Ncek makanannya enak enak semua, ada ayam, cumi sama udang, belum lagi sayurannya, enak enak semua lagi, enak banget tuh perempuan sialan tinggal makan, lah gue yang masak nunggu mereka makan dulu, syukur syukur klau gue ke bagian, padahal gue yang capek masak, malah mereka yang makan enak, nasip nasip!!" decak Ayu.
Tak lama datang lah Rido dan Aisyah, yang sudah segar dan berpakaian rapi, membuat Ayu terpesona dengan ketampanan Rido.
"Jaga mata loe" oceh Rido.
__ADS_1
"Ahh... Iya mas, maaf" ucap Ayu gelagapan, ketahuan lagi memandangi sang tuan, dengan pandangan memuja.
Rido lansung membukaka kursi untuk Aira duduk, Ayu lansung memutar mata jengah melihat manjanya Aisyah terebut.
"Kamu ngapain masih di sini" tanya Rido datar kepada Ayu.
"Saya mau melayani mas, kan istri mas ngak bisa melayani mas dengan baik!" sindir Ayu kepada Aisyah.
"Saya ngak butuh pelayanan kamu, pergi sana, ngak usah nyindir nyindir istri saya, lagi istri saya bukan pembantu, ngapain harus ngerjain pekerjaan pembantu, percuma dong saya gaji kamu, klau tetap istri saya yang ngerjain semua ini" oceh Rido sengit.
Ayu hanya menahan kesal dalam hati, dan pergi ke belakang, namun sebelum pergi di berhentiin sama Rido.
"Apa mas..." tanya Ayu senang.
"Masakan kamu enak" puji Rido lagi.
Tentu saja Ayu besar kepala, mendapatkan pujian dari majikannya itu.
"Ah... masa sih mas, kamu suka ya masakannya, nanti saya buatkan lagi masakan kesukaan kamu ini" ucap Ayu semangat mendapatkan pujian dari Rido.
__ADS_1
"Iya, istri saya sangat menyukainya, besok buatkan lagi masakan, kesukaan istri saya ini" ucap Rido tanpa merasa bersalah.
Ayu jadi kesal sendiri, ternyata yang dia masak adalah makanan kesukaan istri Rido yang dia benci, buka masakan ke sukaan Rido, Ayu berbalik dan melangkah meninggal kan ruang itu dengan muka masam.
"Sialan gue di kerjain, gue kira masakan kesukaan Rido ternyata masakan kesukaan cewek manja itu, Rido kurang ajar!"
"Rido sialan, ngapain nyuruh gue, masak makanan cewek manja itu sih?!" gerutu Ayu.
Sedangkan Rido dan Aisyah, malah tertawa puas, sudah mengerjai Ayu.
"Kamu iseng banget sih kak, ngerjain orang kayak gitu?!" omel Aisyah.
"Biarin Aja, emang enak di kerjain, lagian jadi orang jahat banget, masa mau ngambil harta aku, untung tadi kaka dengar, coba klau ngak, apa yang akan mereka lakukan sama kita pasti kita ngak waspada kan?!" ucap Rido memandang Aisyah dengan lembut.
"Iya ya coba kaka ngak dengar, habis kita, bisa bisanya kaka masukin ular ke rumah ini, kaka dapat orang dari mana sih?!" tanya Aira penasaran.
"Dari mbok yang pernah kerja di sini, mbok sudah ngak mampu buat kerja lagi, jadi dia mengusulkan bi sari yang menggantikan beliau" Ucap Rido.
"Oooo.." Aisyah membulat kan mulutnya, tanda mengerti.
__ADS_1
Bersambung..