Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 129


__ADS_3

"Namira anak Mama, hisk.... hiks.... anak yang mama rindui setiap saat, akhirnya kita bisa ketemu nak, hiks.... hiks..." Bu Sandra memeluk tubuh Aisyah sedikit kencang, namun dia sadar ada cucunya yang sedang bersemayam dalam perut sang anak.


"Aku juga tidak menyangka klau aku masih mempunyai mama, aku pikir aku memang sengaja di buang di panti asuhan sama mama, aku pikir aku tidak mama inginkan, sampai tega kalian membuang aku, hiks... hiks...". tangis Aisyah tidak kalah kencang, mencurahakan isi hatinya selama ini.


Rido, Dokter dan perawat yang ada di dalam sana ikut meneteskan air mata, mendengarkan keluh kesah Ibu dan anak yang baru ketemu itu.


Rido mendekat dan ikut memeluk Aisyah dan Bu Sandra.


"Makasih nak, makasih kamu sudah mempertemukan kami, Terimakasih, kamu sudah menjaga putri mama, huu... uu...." raung Bu Sandra memeluk menantunya itu


"Tidak perlu berterima kasih Ma, itu sudah kewajiban Rido sebagai suami Aisyah" tutur Rido lembut dan memeluk sang mertua tidak lupa tangannya mengkusuk punggung ringkih sang mertua.


"Terimakasih Kak...." ucap Aisyah tercekat, dia memeluk suami dengan erat" Rido tidak mampu berkata kata, dia hanya mengangguk dan mengecup lembut puncak kepala sang istri.

__ADS_1


"Sudah Yuk... kita pulang, kasian pasien yang lain, menunggu kita" tutur Rido, mengingatkan Ibu dan Anak itu, Aisyah dan Bu Sandra hanya mengangguk dan melepaskan pelukan mereka.


"Terima kasih dok" ucap mereka kompak, sebelum keluar dari ruang dokter tersebut.


"Sama sama, sudah tugas kami kok" sahut sang dokter dengan ramah.


Melihat Aisyah, Rido dan Bu Sandra keluar dari ruangan dokter tersebut, anak buah Rido tidak perlu lagi untuk bertanya dengan melihat ekspresi mereka keluar dari ruangan tersebut, menandakan itu perihal baik, mereka juga ikut senang dan terharu.


"Makasih ya bang, atas bantuan kalian, semua kebenaran mulai terungkap, tapi kerja kalian belum selesai, tolong pantau keluarga Sandi, apa rencana mereka?!" ucap Rido dingin namun sopan dan sambil menepuk bahu anak buahnya.


"Kami pulang dulu" tutur Rido, dan menganggukan kepalanya ke anak buah yang lain, dan di balas anggukan oleh anak buahnya yang lain.


Rido berjalan mendekati istri dan Ibu mertuanya yang baru bertemu itu.

__ADS_1


"Sekarang kita pulang yuk, kasian kamu kecapean sayang, dan Mama butuh istirahat, dia belum pulih benar, masih butuh istirahat" tutur Rido lembut.


"Jangan pulang dulu nak, kita harus menemui seseorang dulu, hari ini tepat kelahiran Namira yang ke 20 th" tutur Bu Sandra.


"Baik lah, tapi sebelumnya kita makan siang dulu ya, Mama pasti tadi makannya tidak selera" tebak Rido.


Membuat Bu Sandra tersenyum dan mengangguk menandakan tebakan Rido sangat tepat, mana bisa dia bisa lahap makan, sementara hatinya deg degan menunggu hasil testnya dengan sang putri.


"Istri abang pasti juga lapar, karena makan tadi baru sedikit, cemilan di mobil tadi juga ngak di habisin, kasian dedek bayinya kelaparan sayang" ucap Rido lembut sambil mengelus perut sang istri.


"Baik lah.. Ica memang sudah lapar, Ica pengen makan udang saus padang, ayam bakar sama cah kangkung" semangat Aisyah.


"Baik lah, kita cari rumah makan sea food klau gitu" kekeh Rido melihat semangat sang istri

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2