
Di tempat lain...
Di rumah Ayah kandung Rido, terjadi suasana mencekam Kevin mengamuk, gara gara adiknya pergi tanpa pamit.
"Puas kalian, puas...." teriak kevin melengking.
"Kevin...!!! turunkan suara kamu, tidak pantas bicara seperti itu kepada orang tua" marah nenek kevin.
"Harus seperti apa aku bicara nek, harus seperti apa hah...."
"Adik, aku pergi dari rumah ini...!!" teriak kevin.
"Dia bukan adik kamu kevin..!!" bentak mama Wulan.
"Kata siapa dia bukan adik aku... dia adik kandung aku, dari benih papa aku Ma..." teriak kevin.
"Tapi dia..." belum sempat Mama Wulan buka suara kevin sudah menyela omongan mamanya.
__ADS_1
"Tapi apa...!! apa karena terlahir tidak di harapkan, memang dia berharap lahir ke dua ini, tidak mah... tidak! adik aku itu tidak pernah berharap lahir dengan jalan seperti itu, walau pun papa mama menolaknya dengan berbagai cara dia tetap anak papa!!"
"Memangnya Bunda Intan berharap akan semua ini tidak mah. Bunda intan juga terpukul, Bunda Intan lebih hancur dari pada kalian, kalian ngak tau itu, kalian hanya bisa menyalahkan Bunda Intan!!" marah Kevin.
"Dia bukan Bunda kamu Kevin...!!" mama Wulan tidak terima anaknya memanggil Intan Bunda.
"Kata siapa dia Bukan Bunda aku, dia istri papa, sah di mata agama, walau di negara tidak di aku, sampai saat ini dia tetap istri ke dua papa, karena papa tidak pernah mengucap talak sama Bunda Intan sampai akhir hayat" teriak kevin.
Duarrr...
"Hanya Mama Ibumu kevin hanya mama, mama yang melahirkan kamu, bukan Intan!!" marah Mama Wulan dengan muka merah padam.
"Iya... memang benar mama adalah mama kandung aku, mama yang melahirkan aku ke dunia ini, tapi... apa pernah mama memberikan kasih sayang dengan tulus kepada kami, apa pernah mama mengurus kami dari bayi, tidak mah, kami di besarkan di tangan Baby siter mah, bukan sama mama, kami bermain dengan mbok mah, kami di beri kasih sayang oleh mbok sama pekerja di rumah ini mah, sedang kan mama sibuk dengan dunia mama, sibuk pekerjaan sibuk dengan genk sosialita mama. kami tidak mama perdulikan!!"
"Hingga suatu hari kami ketemu sama Bunda intan di kantor papa, saat itu kami masih memanggilnya aunty, dia yang selalu memberikan kami kasih sayang yang tulus, hingga kami memilih pulang sekolah berada di kantor agar dekat dengan Bunda intan, agar kami bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu, Bunda intan yang memberikannya dengan tulus kepada kami, kau ingat itu Bang...!!" tunjuk Kevin.
"Mama ingat saat Sindi terbaring lemah di rumah sakit, mama ada di luar negeri bersama teman teman mama, dan papa juga ngak ada sibuk bekerja keluar kota, siapa orang yang merawat kami..?? dia... dia Bunda Intan mah, dia orang yang kalian sakiti yang merawat kami.... Aaakkkgggg....!!" teriak kevin mengeluarkan uneg unegnya.
__ADS_1
Tapi apa balasnya buat dia, sedangkan dia memperjuangkan perusahaan kita hampir bangkrut, dia berusaha sekuat tenaga membantu papa mengembalikan perusahaan itu untuk bangkit lagi, sedang kan mama sibuk foya foya, lupa kodrat mama sebagai Ibu, meninggal kan anak anak mama demi kesenangan mama"
"Dan malangnya dia, dia di jebak oleh musuh papa, untuk tidur dengan papa, tapi apa yang papa lakukan, membuang bunda Intan bagai sampah tak bearti, dia hancur, oran tuanya hancur, dia kehilangan Ayahnya gara gara musibah itu. pernikahannya gagal, dan belum habis penderitaannya dia harus mengandung benih orang yang tidak dia cintai, benih orang yang sama sekali tidak pernah dia harapkan, dia depresi, dia sakit apa kalian perduli!!"
"KALIAN... MANUSIA PALING KEJAM...!!"
ucap Kevin berlalu dari sana, yang lain hanya bisa diam, orang tua papa kevin menahan rasa bersalahnya, begitu pun dengan Pak Bambang Atmaja papa kandung kevin itu, dia sakit mendengarkan semua penuturan anaknya itu.
Memang Intan tak sepenuhnya bersalah kemana hati nurani selama ini, kenapa dia bisa sejahat ini kepada Intan istri sirinya dan kepada Rido anak kandungnya juga.
Sadarnya sudah terlambat, Istrinya sudah tiada anaknya sudah pergi, apa yang bisa dia lakukan sekarang, menyesal sudah tiada guna.
Bersambung....
Haii.. jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."
__ADS_1