Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 65


__ADS_3

"Kalian mau makan di sini apa keluar nih?" tanya Rido, masalahnya sudah waktunya makan siang.


"Makan di sini aja Do, mager gue keluar enakan di apartemen loe" Tio.


"Iya bener, enakan di sini aja kita kumpul hari hari dari pada melang lang buana ngak jelas ya ngak!" Tio.


"Iya di sini aja ya, capek main mulu, pulang juga ngak ada orang di rumah, di sini kita bisa belajar juga sekalian" ucap Rara.


"Terserah istri gue itu mah, dia oke gue sih juga oke oke aja" jawab Rido.


"Iya di sini aja kak" jawab Aisyah.


"Baik lah tuan putri" saut Rido membelai kepala Aisyah.


"Jadi makan apa nih?" Ganen.


" Ayam kakek..." teriak Rara sama Aisyah.


" Ok, gue pesan dulu."


"Oh... iya, sebentar lagi kan kita tamat nih, kalian mau kuliah di mana?" tanya Aisyah.


"Ngak tau Ca, masih bingung, klau loe di mana Ca" tanya Rara.


"Aku sama Kakak mau di kampung Kakak aja"


"Leo, Yo?" Aisyah.


"Gue ngak kuliah kayaknya" ucap Tio sendu, sebenarnya dia ingin kuliah namun apa daya, keluarganya ngak mampu, sedangkan dia banyak saudara dan adik adik yang mau sekolah.

__ADS_1


"Sayang loh... loe termasuk pintar tau, klau loe mau belajar" ucap Rara.


"Yaa... mau gimana lagi, orang tua gue ngak mampu, adik adik gue butuh biaya" keluh Tio.


"Giman loe kuliah di kampung gue aja, bareng sama kami" tanya Rido.


"Kan sudah di bilang gue ngak punya uang" omel Tio.


"Gini.. dengerin baik baik. Gue di kampung sedang bangun Cafe dan gue juga peternakan dan perkebunan, loe bisa kerja di salah satunya, buat biaya hidup dan kuliah loe" ucap Rido tenang.


"Seriusss... loe punya semuanya, kan loe sendiri doang di sini? tanya Tio ngak percaya.


"Iya penggalan dari Bunda gue, dan hasil gue balapan selama ini" jawab Rido yang tidak mau membuka lagi usaha yang dia geluti, nanti bisa syok teman temannya.


"Ya udah gue mau, kali nanti gue bisa mengangkat derajat keluarga gue" semangat Rido.


"Aamiin...." ucap teman temannya.


"Gue juga lah, tapi di izinin ngak ya, sama orang tua gue?" keluh Rara.


"Coba ngomong dulu" tanya Aisyah.


"Oh... iya, Cafe A&A itu juga punya gue kok" santai Rido.


"Haaa... serius" kaget temannya.


"Iya makanya Novi benci sama Aisyah, karena dulu proyek yang ngerjain Cafe itu juga ada Bapak Novi, waktu itu gue pernah ketemu dia sekali di sana saat lagi ngerjain Cafe"


"Oooo pantes, jadi dia juga suka sama loe, gara gara dia tau klau loe yang punya Cafe" ucap Rara.

__ADS_1


Bisa jadi.


"Dan dia dekat sama Aisyah, gara gara Aisyah selalu membuatkan pr dan tugas tugasnya dan selalu ngasih contekan" celetuk Tio ada benarnya.


"Waahhh.... licik juga dia ya" ucap Ganen.


"Iya, kalian ngak perhatiin klau Aisyah beli apa apa, dia pasti minta juga sama Aisyah dan Aisyah mau kemana Aisyah makan apa dia ikutan makanan Aisyah kadang nyari yang lebih mahal dari kita kita, walaupun kita juga gitu, tapi kadang kadang kita kan patungan, shoping juga bayar masing masing, lah dia kan ngak selalu merong rong Aisyah" celoteh Rara.


"Iya ya, kok baru kepikiran ya, apa selama ini kita ngak peka, karena kita sama sama makan gratis, tapi kok Rara bisa detail gitu ya" ucap Tio.


"Hehehe... Rara gitu loh" Tio lansung memutar matanya males.


"Oh... Iya gue pernah loh, dengar dia maksa Aisyah beli cincin emas dan dia minta di beliin juga, Aisyah ngak mau, dari situ dia mulai sensi ngak jelas sama Aisyah" oceh Ganen.


Rido kaget mendengar penuturan itu.


"Kapan itu?" tanya Rido.


"Waktu kita di Mall xx yang mau nonton bareng, loe lagi ke toilet, jadi Aisyah duduk sendiri, anak anak lagi beli jajanan sama antri tiket" celoteh Ganen.


" Ca loe ngak ngomong sama Rido?" tanya Rara.


"Ngak males aja gue, lagian gue udah ngak mau nurutin kemauan dia, jadinya dia marah, di tambah Kakak ngak izinin gue buat tugas dia, tambah jadi dia ngamuk sama gue" oceh Aisyah.


"Wahhh... bener bener parah tu orang" ucap Tio.


Bersambung....


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2