
"Apa kah.. kamu mau tinggal di sini nak?" tanya Mama Amira itu dengan hati hati.
Aisyah yang melihat pandangan Amira tidak bersahabat kepadanya, namun menatap Rido dengan tatapan memuja, Aisyah sungguh tidak nyaman, di tambah lagi dia belum tau, apa mereka itu keluarga kandung Aisyah atau bukan.
Rido yang melihat istri cantiknya tidak nyaman, maka dari itu Rido yang membuka suara.
"Maaf klau saya lancang, Aisyah belum tentu anak dari Ibu, jadi untuk sementara Aisyah tidak akan tinggal di sini, Aisyah akan ikut dengan saya pulang" ucap Rido sopan.
Mendengar penuturan suaminya Aisyah menjadi lega, namun tidak dengan keluarga itu, seperti ingin memaksa Aisyah untuk tinggal di sana.
"Ngak bisa gitu dong nak, tanpa di tes DNA pun, ini sudah jelas Aisyah anak kami, bagian keluarga di sini, jadi Aisyah mau kan tinggal di sini?!" tanya Si Ibu setengah memaksa.
Aisyah menggelengkan kepalanya,
"Aisyah mau pulang sama Kak Rido, lagian Aisyah belum tentu bagian keluarga ini, walaupun Aisyah menjadi bagian keluarga ini, Aisyah akan tetap ingin bersama Kak Rido, mungkin sesekali Aisyah akan datang berkunjung" ucap Aisyah sopan dan sedikit senyum.
"Jangan pulang lah nak, tinggal lah dengan kami di sini, di sini rumah kamu juga, walau kami baru menemukan kamu, tapi ini tetap rumah kamu" bujuk Mama Amira itu.
"Tidak mau... Aisyah akan melakukan tes DNA dulu, biar tau kebenaranya" ucap Aisyah yang bersikeras menolak permintaan Ibu Amira itu.
"Jangan di paksa kak, benar kata Aisyah, kita akan melakukan tes DNA dulu, baru kita tau apakan Aisyah keluarga kita atau bukan" Om Sandi menengahi perdebatan antara Aisyah dan Ibu Amira itu.
"Baik lah kalau begitu..." ucap Mama Amira itu, dia sedikit kecewa dengan keputusan Sandi itu, mau tak mau menyetujui permintaan sandi untuk melakukan tes DNA, namun klau terbukti Aisyah Anaknya jangan harap Aisyah akan bisa lepas dari dia, egois memang.
__ADS_1
"Jadi kapan, Aisyah siap untuk melakukan tes?" tanya Sandi melihat ke arah Aisyah.
"Minggu depan aja, soalnya Aisyah besok sampai sabtu sedang ujian semester" jawab Aisyah, jujur Aisyah tidak ingin ada keluarga lain, selain Rido, entah lah... Aisyah merasa tidak nyaman saja, mungkin karena selama ini sudah terbiasa sendiri dan kini ada Rido dalam hidupnya, Aisyah tidak ingin yang lai lagi.
Apa lagi melihat pandangan orang yang melihat ke arah Aisyah, ada yang biasa, ada yang seperti tidak ingin Aisyah ada di sana dan yang sulit di artikan seperti pandangan mata Amira.
"Ya sudah... klau gitu yuk, kita makan dulu, sudah siang banget nih, perut Paman sudah lapar" keluh Pak Sandi.
"Yuk... ajak Mama Amira itu menarik tangan Aisyah, untuk makan bersama mereka, mau tak mau Aisyah dan Rido ikut makan di rumah Om Sandi itu.
Saat beriringan berjalan ke ruang makan, Aisyah yang di tarik oleh Mama Amira itu berjalan mendahului Rido, saat Rido berjalan di belakang Aisyah sendirian, Rido di samperin oleh Amira.
"Haiii.... kenalin aku Amira..." ucap Amira ramah, Walau dia yakin Rido sudah tau namanya, namun untuk basa basi apa salahnya dia memperkenalkan dirinya kembali.
"Kamu kuliah bareng Aisyah juga?" tanya Amira yang masih sok mengakrabkan diri.
"Iya..." jawab Rido seadanya.
"Ya ampun... kamu ngak bisa apa bicara panjang gitu, kenapa cuma jawab singkat singkat aja" gerutu Amira.
Rido hanya diam dan cuek aja mendengar gerutuan Amira, lagian mereka tidak dekat dan tidak saling kenal, baru kenal juga di rumah ini, jangan kan Amira, karyawan yang membantu Rido saja. Rido bicara singkat padat dan jangan lupa wajah datarnya apa lagi Amira yang baru dia kenal.
"Nah... mari makan" ajak Om sandi, menyuruh Rido dan Aisyah makan bersama keluarga besar Amita itu.
__ADS_1
Rido duduk si samping Aisyah, Rido mengambil kan makan untuk Aisyah dan dirinya, dia mengambilkan makanan ke sukaan Aisyah, itu semua tidak luput dari pandangan keluarga besar Amira.
"Ayo makan..." ucap Rido lembut kepada Aisyah dan mengelus rambut Aisyah penuh kasih, tidak perduli banyak mata Memandangnya, yang dia lakukan bukan ke orang lain, tapi kepada istrinya sendiri.
"Makasih kak..." ucap Aisyah tersenyum manis melihat ke arah Rido.
Namun Amira mendengus sebal melihat perlakuan Rido ke Aisyah.
"Jangan terlalu di manja nanti ke biasaan?!" kekeh Mama Amira yang bernama Anita itu.
"Tidak masalah, justru saya lebih suka Aisyah manja kepada saya" ucap Rido sedikit ketus.
"Sudah... sudah... ayo makan, nanti keburu dingin ini makanan" Om Sandi kembali menengahi pembicaraan itu, dia melihat wajah Rido yang mengeram kesal.
Akhirnya mereka makan dalam diam tanpa ada yang berbicara, hanya mata mereka yang selalu melihat ke arah Rido dan Aisyah, karena Rido selalu memperlakukan Aisyah lembut dan membukakan kulit udang untuk Aisyah.
Bersambung.....
Hai hai... jangan lupa ya jempol nya di kasih, biar Outhor tau kalian baca karya Outhor biar Outhor semakin semangat buat berkarya, karena karyanya di baca oleh para Rayders.
Jadi kasihlah like komen dan vita tidak lupa kasih hadiah๐๐๐
"Terimakasih..."
__ADS_1