
Mereka sangat serius mengerjakan tugas tidak ada yang bercanda, mereka mendapatkan jatah soal masing masing, dan di kerjakan sendiri sendiri dulu, nanti setelah selesai, mereka akan koreksi lagi bersama sampai hasilnya benar semua.
"Nomor ini gue ngak ngerti deh?" Tio.
"Kerjain yang lain dulu nanti kita rembukin bersama" Aisyah.
"Siippp...."
Lama mengerjakan tugas, akhirnya kelar juga.
"Huuuffff.... Akhirnya kelar juga...!!" teriak Tio.
"Iya dong selesai, karena kita kerjain, coba ngobrol ya ngak akan selesai selesai" dumel Rara.
"Coba dari dulu ya, kita gabung satu team terus, pasti gue bisa pintar juga" celoteh Tio yang tiada henti.
"Kan loe termasuk pintar, masih masuk sepuluh besar kali" saut Aisyah.
"Iya sih... tapi kalau di kelompok lain mah, yang main mah main, yang kerja mah kerja, ngak ada lagi pembahasan setelah selesai membuat tugas, kan bego tambah bego, pintar tambah pintar" celetuk Tio.
"Iya juga sih" jawab Ganen.
"Tapi Novi ngak tuh...!!" dengus Rara.
"Novi mah lain dari yang lain, maunya instan" kekeh Tio.
"Mau nilai bagus ngak mau usaha, nyuruh orang giliran salah ngak terima" ucap Ganen.
Dan di anggukin oleh yang lain.
__ADS_1
"Ca... loe kok diam aja?" tanya Rara.
Rido reflek melihat Aisyah.
"Kenapa sayang?"
"Sakit perut" jawab Aisyah meringis.
"Tunggu sebentar ya?!" ucap Rido lembut sambil mengelus kepala istrinya.
Rido ke dapur membuat Air jahe anget dan membawa botol kompresan. Rido tau pasti sang istri lagi datang bulan.
"Minum ini sayang" titah Rido.
Aisyah meminum jahe anget tersebut pelan pelan.
Aisyah tidur di atas sofa, Rido lansung menempelkan botol panas ke bagian perut Aisyah.
Semua tindakan Rido di perhatikan oleh teman temannya, bagaimana dia menjaga Aisyah dengan sangat baik, terlihat cinta yang besar dari ke dua pasang suami istri yang baru mereka ketahui itu.
"Masih sakit sayang?" tanya Rido sambil sesekali pengecup pipi Aisyah di depan para sahabat mereka.
"Sudah mendingan kak" jawab Aisyah.
Habisin dulu minumannya ya, biar tambah enakan"
Aisyah menganggukan kepalanya. Rido membantu Aisyah duduk, dan mengambil minuman buat Aisyah.
"Loe so sweet juga ya Do, jadi cowok, di depan ciwi ciwi lain loe dingin kek kutub utara, kaku kek kanebo kering" celoteh Tio yang tiada habis itu.
__ADS_1
"Ngapain senyum ramah sama ciwi ciwi alay gitu, merinding gue, trus ngapain berama tamah juga sama perempuan lain, sedangkan gue punya hati yang harus gue jaga" jawab Rido.
"Cakeeeppppp....!! Kompak Ganen dan Rara, sedang Aisyah hanya tersenyum bangga sama suami baiknya itu.
"Emang loe, yang suka tebar pesona!!" omel Rara.
"Ncek... gue itu lagi mencari cinta sejati, makanya gue ramah sama semua cewek, lah Rido sudah ketemu sama cinta sejatinya, wajarlah dia cuek bebek, ngak bisa nengok kiri kanan lagi, udah ada pawangnya" ucap Tio ngeles.
"Ncek... mencari cinta sejati sih... iya, tapi ngak sampai semua cewek juga lu sosorin sama loe grepein!!" sungut Rara kesal, yang pernah melihat Tio kising dan ***** ***** di belakang sekolah, ngak sekali sudah beberapa kali Rara melihat dengan cewek yang berbeda.
"Ncek... itu jangan salahin gue, lah ceweknya aja yang mau gue pegang pegang, ya udah ketimbang di anggurin mending sikat" jawab Tio tanpa filter.
"Dasar Play boy cam kampak!!" kesalahan Rara bergidik ngeri sama Tio.
Teman temannya terkekeh, mendengar dua orang itu yang selalu ribut, tidak mengenal tempat.
"Sudah sudah, ribut mulu ntar jodoh loh..." ledek Aisyah, yang mulai ceria.
"Dih... sama dia! ogah gue, bukan bahagia gue sama dia malah sengsara, tiap hari ada aja cewek minta tanggung jawab" dumel Rara.
"Gue juga ogah sama dia, pengang kuping gue di omelin mulu nanti" oceh Tio.
Yang lain hanya geleng geleng kepala.
Bersambung....
Haii... jangan lupa like komen dan Vote ya...
"Terimakasih...
__ADS_1