
Anita kelabakan, karena tidak menemukan Sandra di dalam rumah kosong itu.
"Sial....kemana dia, kenapa bisa dia kabur dari sini, siapa yang menolongnya bisa gawat ini!" panik Anita.
Selama ini orang tidak tau klau dia menyekap Sandra, yang mereka tau Sandra pergi dari rumah setelah kematian suaminya.
"Sial... sial... siapa yang menolongnya, hah... gue ngak mau di penjara, gue ngak mau, belum juga gue ngerasain harta Mas Hardi ya kali gue harus hidup di jeruji besi!" gerutu Anita frustasi.
"Gue harus pergi dari kota ini, sebelum semua orang tau, dan gue ngak mau di tangkap polisi" gumam Anita, dia bergegas keluar dari rumah kosong itu.
Namun sayang seribu sayang, ternyata di depan rumah kosong itu sudah si kerumuni oleh polisi.
"Angkat tangan, diam jangan bergerak!" perintah polisi saat melihat Anita keluar dari rumah kosong itu.
Anita panik dan tidak menyangka ternyata udah ada polisi yang menunggunya di luar.
"Jangan, jangan tangkap saya, saya tidak bersalah" tutur Anita dengan panik, karena dia sudah tertangkap oleh polisi.
"Lepasin, lepasin saya, saya mau pulang, saya tidak salah!" teriak Anita meronta saat di giring polisi.
__ADS_1
"Nanti jelaskan di kantor, sekarang anda menurut saja bu" ucap polisi itu tegas, dia kewalahan memegang Anita yang meronta ronta itu.
"Aa... saya ngak mau di penjara... ini bukan salah saya... lepasin.. lepasin!!" teriak Anita, namun sayang polisi tidak perduli, kini tangan Anita sudah di beri gelang cantik oleh polisi.
Anita di bawa ke kantor polisi setempat, walau anita meronta ronta, dan beteriak teriak minta di lepasin, tidak ada yang perduli.
Di tempat lain Rido mendapat telpon dari polisi, karena Anita sudah berhasil di tangkap, dia sedikit tenang, karena dalang di balik penyandraan bu Sandra sudah di tangkap, namun Rido belum tenang, apa kah Sandi dan Mamanya ikut terlibat dalam aksi ini, Rido belum tau, dia akan terus menyelidiki kasus ini, dan dia juga tidak sabar, dengan hasil test DNA istrinya dan Bu Sandra.
"Kakak kenapa melamun di sini?" tanya Aisyah yang tiba tiba sudah berada di belakang Rido sambil memeluk tubuh kekar itu.
Rido menarik sang istri agar berada di dapan nya dengan lembut.
Cup....
"Tidak apa sayang?! tadi abang dapat kabar kalau Anita sudah tertangkap" ujar Rido.
"Benarkah....?" Aisyah terlonjak kaget mendengar ucapan sang istri.
"Mmm..." jawab Rido menganggukan kepalanya, sambil memeluk istri cantik nan manja itu.
__ADS_1
"Hah... syukurlah... satu orang sudah di atasi, tinggal dua lagi" keluh Aisyah.
"Sabar sebentar lagi, setelah test DNA Ica keluar Kakak baru bisa bertindak, untuk sementara kakak hanya bisa menjebloskan Anita karena pemasungan Bu Sandra aja, yang lain belum bisa, setidak tidaknya cukup untuk sementara" ujar Rido, dan di anggukin oleh Aisyah.
"Kak..." panggil Aisyah.
"Apa sayang...?!" tangan Rido sedang sibuk mengelus perut sang istri, itu kebiasaan baru Rido setalah tau sang istri sedang hamil, apa lagi Aisyah hamil bayi kembar, membuat Rido begitu bahagia.
"Ica pengen rujak" kekeh Aisyah.
"Anak papa mau rujak ya sayang...?!" elus Rido di perut sang istri, tidak lupa juga Rido memberi sebuah kecupan di pipi chaby Aisyah.
"Iya, tapi... pengen Tio yang manjat pohon mangga itu, di bikinin bumbu rujaknya" ucap Aisyah takut takut.
"Hahahaha...." Rido tertawa lepas mendengar ucapan sang istri, anaknya masih dalam kandungan sudah bisa mengerjai Tio.
"Baik lah... kita cari Tio ke bawah" ajak Rido menggandeng tangan Aisyah...
Setelah menemukan Tio, Rido lansung meminta kemauan Aisyah....
__ADS_1
"Apaaaa....
Bersambung....