
Saat ini mereka sedang mengadakan ulangan harian, semua siswa diam tampa suara mengisi setiap jawaban yang ada di soal yang di berikan oleh guru.
Novi yang lupa untuk belajar dan lupa klau hari ini mereka akan ulang, menjadi kalang kabut, dia tidak bisa mengisi soal soal ulangan.
Aisyah, Rara dan yang lain tau klau Novi tidak bisa mengisi soal ulangan masa bodo dan tidak perduli, padahal Novi sudah melirik lirik ke dua mantan tanya itu, Aisyah dan Rara berpura pura tidak tau.
"Sial ini orang benar benar ngak mau bantuin gue kali ya, dasar belagu sok pintar." dumel Novi.
Pada dasarnya memang Novi mendapat nilai tinggi juga karena sering mencontek kepada teman temannya.
"Mampus emang enak ngak bisa jawab." gumam Tio yang melihat Novi grasak grusuk.
Teng....
Teng....
Bunyi bel menandakan klau saatnya istirahat.
"Waktu habis, tolong soal ulangan kumpulkan ke depan, selesai tidak selesai, kumpulkan semua!" tegas guru itu, yang memang terkenal kiler.
"Baik pak." jawab mereka serempak dan berdiri menyerahkan soal ulangannya.
"Huaaaa akhirnya selesai juga." teriak anak anak.
__ADS_1
"Parah loh, soalnya susah susah lagi."
"Gue ngak belajar, tau tuh benar apa salah" keluh para siswa dan siswi.
"Loe bisa kerjain yo?" tanya ganen.
"Bisa dong, gue kan di telpon sama Rara semalam klau hari ini ulangan, jadi gue belajar dong." ucap Tio bangga.
"Gue juga di telpon sama duo caple noh."tunjuk ganen ke arah Rido dan Aisyah yang masih asik dengan entah apa yang mereka lakukan.
"Huaaa untung yang gue pelajari keluar semua." teriak Rara ke girangan.
"Novi hanya bisa ngedumel kesal, karena tidak ada satu orang pun memberi contekan kepada dia.
"Bantu apa? emang kita kenal?!" tanya Tio tengil.
"Dasar ya kalian teman, kacang lupa kulit, habis manis sepah di buang" sewot Novi.
"Woii.... ngaca Woiii... bukannya loe yang kacang lupa kulit" oceh Tio.
"Gue tau kok selama ini loe temanan sama Aisyah hanya ingin bisa mencontek sama Aisyah, dan sekarang Rido tidak ngizinin Aisyah ngasih loe contekan dan buatin pr loe jadinya loe marah sama Aisyah?!" ucap ganen santai.
"Ngak ada ya!" marah Novi yang ketahuan belangnya.
__ADS_1
"Ncek pake bohong lagi, bukanya iya, waktu itu loe bilang, klau loe dekat sama Aisyah karna Aisyah bisa di bohongin, bisa di manfaatin jadi loe ngak perlu belajar tetap dapat rangking kok, dan loe setiap Rido ngajak Aisyah shoping loe ikut karena ingin di beliin pakaian juga ya?!" celoteh Rara membuat Novi kalang kabut semua boroknya di bongkar sama teman temanya.
"Gimana sekarang, enak ngak, ngak di peduliin sama orang, ngak ada yang ngasih contekan, makanya belajar, bukannya nyuruh orang mulu, orang tambah pintar lah loe tambah bego." oceh Tio.
"Enak ngak, ngejahatin Aisyah, malah loe sendiri yang rugi, oh iya loe tau ngak, klau kemaren kita makan pentol gaul, sebelumnya kita makan nasi padang dulu, uuuhhhh enak banget kan kita, tanpa keluar uang tapi bisa makan enak?!" celoteh Tio lagi, yang memang lemes bin julid orangnya.
"Gue ngak mau cewek gue di manfaatin sama orang ngak tau diri, makanya gue larang cewek gue buat dia ngak bikinin pr cewek itu!" oceh Rido.
"Eehhh... bukanya sadar diri, tapi malah semakin menjadi jadi, enak kan loe ngak bisa ngerjain soal, makanya belajar dan jangan suka manfaatin orang lain, atas dasar persahabatan, padahal loe cari keuntungan buat diri loe sendiri, loe ngak pantes dapat rangking kelas, karena loe ngak ada usaha, jadi nikmati nilai hasil jerih payah loe sendiri!" omel Rido.
"Huuu.... ternyata loe mamfaatin Aisyah ya" teriak teman temannya.
"Ngatain Aisyah jahat ternyata loe yang jahat"
"Benar tuh, loe ngak pantes dapat rangking belajar aja ngak, nilai hasil contekan orang"
Novi yang malu lansung lari keluar.
Bersambung...
Haiii... jangan lupa like komen dan vote.
"Terimakasih..."
__ADS_1