
"Kak...?!" panggil Aisyah saat mereka mulai meninggalkan rumah.
"Apa sayang" jawab Rido membelai kepala sang istri namun matanya fokus ke jalan.
"Kayaknya tadi ada yang merhatiin rumah deh kak" ucap Aisyah.
"Iya, kaka lihat kok" jawab Rido santai.
"Siapa kak, kok ngeliatnya gitu amat, serem ih" keluh Aisyah bergidik ngeri.
"Dia abangnya Mas Farhan" ucap Rido
"Haaa... serius, kok ngeliatnya gitu banget" ucap Aisyah kaget.
"Iya kemaren Pak Udin minta dia yang mau ngawasin pembangunan Cafe, tapi kakak ngak mau, kakak nyerahinya sama Mas Farhan, karena kakak sudah menyelidiki dia, dia kerjanya ngak benar" ucap Rido.
"Jadi, dia marah sama kakak?" tanya Aisyah.
"Bisa jadi, tapi kakak rasa lebih marah sama Mas Farhan. Tadi pandangan matanya itu mengarah ke Mas Farhan bukan ke kakak" jawab Rido tenang.
"Aduh... gimana nih kak?" takut Aisyah.
"Ngak pa apa, semuanya sudah kakak atur kok, sudah ada yang mengawasi, Ica tenang aja jangan mikirin yang bikin Ica stres sayang" ucap Rido lembut.
Walau Rido baru anak SMA dia juga mempunyai gank yang terkenal sangat sadis klau ada yang membuat masalah bagi mereka.
Namun Rido jarang pergi ke markas, ada tangan kanannya yang menjalankan perintahnya.
"Ica mau mampir main dulu sayang, sebelum kita pulang?" tanya Rido agar mengalihkan perhatian sang istri.
__ADS_1
"Mmmm.... boleh" ucap Aisyah dengan semangat.
"Tapi cium dulu" ucap Rido menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Ihh... kok berenti sih Kak?" tanya Aisyah.
"Mau ini dulu" ucap Rido mengusap Bibir **** Aisyah tersebut.
"Ini di jalan loh kak!" omel Aisyah.
Tidak tau kenapa semenjak sore pertama itu, tingkat kemesuman Rido bertambah berkali kali lipat, dan tidak tau tempat dan di tidak tau waktu, apa lagi klau sudah ingin ASI harus pokoknya mah.
Dengan tidak sabarnya Rido menarik Aisyah ke atas pangkuannya, dan beruntung nya mobil yang di pakai Rido berkaca gelap.
Rido lansung ******* rakus bibir tipis itu, dan menggigit lembut bibir itu agar mulut Aisyah terbuka, dan lidah Rido lansung berselancar di dalam sana, mengobrak abrik isi mulut Aisya memutar membelit menyesap lidah Aisyah dengan lihai.
Tangan itu sudah bergerilya di puncak gunung kembar itu, memainkan bagai squisy meremas memilin dan mengelus sesuka hati, membuat sang empunya menggelinjang bagaikan cacing kepanasan.
Kepala Rido sudah berada di tombol gunung kembar itu, menyesap rakus sampai membuat sang empunya mengerang dan menjambak rambut Rido.
Rido meninggalkan banyak jejak cinta di sana, ukuran gunung kembar itu sudah berubah lumayan besar karena keseringan di kasih pengembang oleh Rido.
"Kak.." ***** Aisyah dengan mata sayunya.
"Hmmm..." Jawab Rido yang masih asik meminum ASI.
"Sudah ya" ucap Aisyah.
Rido mengangkat kepalanya melihat wajah sang istrinya yang sudah memerah menahan sesuatu dan mata sayu menginginkan lebih.
__ADS_1
Senyum Rido mengembang melihat sang istri seperti itu.
"Kenapa hmmm.. mau yang lain" kekeh Rido.
Puk..
Aisyah memukul lengan Rido.
"Sudah ihh... ini di jalanan loh" kesal Aisyah.
"Trus maunya apa, klau ini di jalanan?" tanya Rido sambil terkekeh, melihat wajah kesal sang istri.
"Buruan jalan ish... keburu siang loh!" kesal Asiyah.
"Yakin, mau jalan, ngak mau yang ini dulu, nanggung nih...?" Rido bertanya sambil menunjuk punyanya yang sudah mengeras dan meletakan tangan Aisyah di atasnya.
"Ngak...! Kakak ngeselin" marah Aisyah, memandang ke luar jendela, dia malu Rido mengerjainya memegang tongkat bisbol di sana, walau sudah sering melihat dan memegangnya tetap saja Aisyah malu.
Rido terkekeh dan memeluk sang istri yang masih ada di pangkuannya itu, dan tidak lupa mengecup gemas pipi sang istri.
"Ya udah, klau mau jalan pindah duduknya, apa mau begini aja" goda Rido yang tangannya merapikan pakaian Aisyah dan mengaitkan tali ** Aisyah yang sempat dia buka tadi.
Aisyah pindah duduk di kursi sebelah rido dan duduk anteng di sana sambil merapikan rambutnya dan riasan wajahnya yang sudah acak acakan ulah sang suami dan Rido kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Bersambung....
Haiii..
jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1