Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 149


__ADS_3

"Waahhh.... kak, pemandangannya indah banget" seru Aisyah saat membuka jendela kamarnya.


"Iya sayang.... mata kita di manjain sama pekebunan teh" ucap Rido, yang memeluk tubuh sang istri dari belakang"


"Betah aku mah di sini" kekeh Aisyah.


"Mau tinggal di sini?" tanya Rido.


Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Ngak...." jawab Aisyah singkat.


"Kok... ngak, kan katanya betah tinggal di sini?" bingung Rido.


"Betah sih iya, tapi buka mau tinggal di sini juga, kita kan bisa liburan ke sini kapan pun kita mau, untuk tinggal Ica ngak mau, kasian kakak kerjanya jauh ke kota kita, mana kakak sekarang juga ngurus perusahaan mama di sana, masa kita pisah tempat tinggal, Ica ngak mau" cemberut Aisyah.


Mendengar penuturan sang istri Rido terkekeh, dia tau sang istri tidak akan mau berjauhan sama dia, dan bersyukurnya sang istri tidak pernah egois untuk ke inginannya sendiri, dia selalu memikirkan Rido.


"Ya sudah nanti kita klau ada waktu bisa liburan di sini lagi, apa lagi klau sudah ada baby kita, kita akan membawa mereka untuk liburan di kampung halaman neneknya" ucap Rido sambil mengelus elus perut buncit Aisyah itu.

__ADS_1


Aisyah mengangguk dan tersenyum dan memegang erat tangan sang suami, dia kembalikan badannya dan berhadapan denga suami baiknya itu.


"Terimakasih... selalu ada buat Ica, Terimakasih sudah menemukan orang tua Ica, Terimakasih untuk semua yang kakak berikan kepada Ica, Ica sayang kakak, I LOVE YUO" ucap Aisyah dan berjijit mengecup bibit Rido dengan lembut.


Tentu saja Rido tidak menyia nyiakan nya, dia membalas perlakuan sang istri sampai nafasnya ngos ngosan ( ngak mau menjabarkan nya, lagi puasa takut batal hehehe...)


"Sudah seharusnya kakak melakukannya sayang, karena kamu adalah istri kakak, kakak akan selalu melindungi kamu dan membahagiakan kamu, karena kakak hanya punya kamu dan anak anak kita, tidak ada yang lain lagi" ucap Rido kembali memeluk sang istri.


Aisyah juga membalas memeluk erat tubuh suami baiknya itu.


"Mandi yuk... sebentar lagi magrib" ucap Rido.


"Ayo... ajak Aisyah dan melangkah masuk ke dalam kamarnya, dan melenggang ke kamar mandi meninggalkan Rido yang melihat punggung istrinya sampai hilang dari balik pintu kamar mandi.


Rido lansung menutup jendela dan pintu kamarnya, karena hari sudah mulai gelap, dan mau masuk waktu magrib.


Setelah itu Rido membongkar isi koper sang istri untuk mencari pakaian istrinya, dan setelah mendapatkannya Rido menarok di pinggir ranjang, dan kembali menyusun pakaian sang istri di dalam lemari sana dengan tapi.


Dan menata kosmetik sang istri di atas meja rias di kamar itu.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan keluarlah wanita cantik dengan perut buncit memakai handuk dan mempertonton bahu mulus yang masih basah dan kaki jenjangnya, membuat Rido mengerang melihat penampilan **** sang istri.


"Haduh.... sayang kenapa hanya memakai handuk sih, kakak kan jadi pengen" keluh Rido memandang tubuh sang istri tanpa kedip.


"kamu sengaja menggoda kakak" kekeh Rido gemes melihat sang istri.


Aisyah hanya terkekeh melihat wajah frustrasi sang suami.


"Ngak abang... lagian kalau menggoda kakak apa salahnya suami sendiri ini" ucap Aisyah santai.


"Ya ngak apa apa sih, cuma tau waktu sayang, ini sudah mau masuk magrib cinta ku" keluh Rido dengan muka masamnya masuk ke kamar mandi.


Brak.....


Pintu kamar mandi di tutup sedikit kasar oleh Rido karena dia terburu buru mau menjinakan si pyton dulu dengan air dingin.


Aisyah di luar sana hanya bisa terkekeh dan mulai memakai pakaiannya, setelah itu di mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdrayer, tak lupa memoles wajahnya dengan skin care tipis tipis.

__ADS_1


Aisyah beranjak ke pinggir kasur memainkan gawainya sambil menunggu sang suami keluar dari kamar mandi.


Bersambung....


__ADS_2