
"SELAMAT DATANG DI RUMAH, PARA KESAYANGAN KESAYANGAN TANTE...." pekik Rara ke girangan melihat ke tiga baby twins itu sudah ada di depan pintu rumah di gendong oleh ke tiga para baby siter yang di sewa oleh Rido, ayah siaga itu.
"Waahhh... tante kalian benar benar deh dek, masa ponakannya belum bisa apa apa sudah di bikin kek pesta ulang tahun" kekeh Aisyah melihat rumahnya sudah seperti merayakan ulang tahun, di hias sana sini.
"Biarin... ya dek, ini tandanya tante sangat sangat menunggu ke hadiran kalian di rumah" tutur Rara, sambil menowel nowel pipi si cantik.
"Selamat datang dek, sama twins nya" ucap Andini.
"Makasih kak" ucap Aisyah tersenyum lembut kepada Andini.
"Dek, dek... " panggil anak andini yang berada di belakang Andini.
"Hallo.... gantengnya aunty, kamu tau aja ada dedek, nanti di ajak main ya sayang?" ucap Aisyah lembut.
"Hmmm... ain au... ( main mau )" ucap Fadil anaknya Andini dan Farhan, dengan wajah berbinar.
"Aisyah terkekeh melihat bocah kecil nan lucu itu.
"Duduk dulu sayang, nanti kamu kecapean" titah Rido dan memapah Aisyah untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Dedeknya mau di bawa ke kamar apa di sini dulu Non...?" tanya Siti baby siter si kecil.
"Bawa ke kamar aja mbak, dan kalian juga bisa istirahat di sana, pasti kalian juga capek" jawab Aisyah.
"Baik Non... kami bawa dedek ke kamar ya...?" sopan Siti ke Aisyah, dan di ikuti oleh yang lainnya, mereka sudah tau kamar si kembar yang berada di lantai atas, karena dari kemaren mereka sudah berada di rumah itu.
Aisyah hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ini minum dulu sayang" titah Rido memberikan segelas jus mangga kepada Aisyah.
__ADS_1
"Makasih kak..." Aisyah mengambil gelas yang berisi jus itu dari tangan sang suami
"Mama istirahat dulu aja ma..., kamar mama sudah aku pindahin di samping kamar si kembar" titah menantu kesayangan Bu Sandra itu.
Memang tadinya kamar Bu Sandra berada di bawah, namun melihat kerempongan mertuanya itu, Rido tidak ingin mertuanya turun naik terlalu sering, takut mertuanya itu jatuh atau ke capean, jadi lah Rido memindahkan ruang kerjanya ke dalam kamar pribadinya untuk sementara, sampai ruang kerja yang di samping kamarnya selesai dan menjadikan bekas ruang kerjanya menjadi kamar mertuanya itu.
"Aahhh.... kamu benar benar kesayangan mama, tau aja mama ngak mau jauh jauh dari cucu cucu mama" girang Bu Sandra.
Rido hanya terkekeh melihat mertuanya itu kegirangan.
"Ya sudah klau gitu mama istirahat dulu, ingat mama ngak boleh ke capean" titah Rido mewanti wanti sang mertua.
"Iya iya... mama tau itu, dasar menantu bawel, belum tua sudah cerewet" omel Bu Sandra.
"Biarin cerewet, itu juga demi kebaikan mama sendiri kok" dengus Rido.
Kini gantian Aisyah yang terkekeh, melihat perdebatan orang orang kesayangan nya itu.
"Kakak duduk sini, kakak juga capek belum ada istirahat dari kemaren" ajak Aisyah.
Rido menurut dan duduk di samping sang istri.
Aisyah membelai kepala suaminya yang bersandar di bahunya itu.
"Kita pindah ke atas yuk kak, kakak mandi dulu biar segar trus tidur sebentar sebelum twins bangun" ujar Aisyah.
"Baik lah, kakak juga sudah lengket ini badan" jawab Rido berdiri dan menarik lembut tangan sang istri dan membawanya ke lantai atas dengan hati hati.
"Adek mau mandi juga ngak?" tanya Rido sebelum dia masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Boleh deh kak, kayanya pembalut adek udah penuh" ucap Aisyah yang tidak ada malu malunya kepada sang suami.
"Ya sudah, sini kakak bantu dulu" dengan sigap Rido membantu sang istri mandi dan memberishkan darah nifas sang istri tanpa jijik sedikit pun.
"Kakak, apa kakak ngak jijik lihat perut Ica yang kaya gini, ngewer ngewer ngak jelas, mana hitam lagi" keluh Aisyah, sungguh dia tidak pede dengan tubuhnya sendiri.
"Haii... kenapa mikir kaya gitu sayang, mana mungkin kakak jijik, justru kakak bangga sama kamu, demi melahirkan keturunan kakak, adek rela tubuh adek berubah bentuk dan mau memberi ASI kepada mereka, kakak bangga sama kamu sayang" ucap Rido memeluk sang istri.
"Nanti tubuh adek bakal balik seperti semula kok, dan akan kencang lagi, nanti adek perawatan ke salon lagi, kapan perlu orang salon kakak datangkan ke rumah kita" ucap Rido sungguh sungguh.
"Apa sih kak, ngak gitu juga kali" omel Aisyah sambil memukul pelan dada suami baiknya itu.
"Ya ngak pa apa, setalah ini kamu pasti ngak akan suka berada di luar rumah lama lama, khwatir meninggalkan baby twins, jadi dari pada kamu khawatir mending perawatan di rumah aja ok" ucap Rido tak ada bantahan.
"Terserah, mana baiknya aja menurut kakak, aku mah nurut aja" ucap Aisyah pada akhirnya.
"Istri pintar" puji Rido sambil membelai rambut basah sang istri dan menghujani dengan kecupan kecupan mesra.
"Tapi ingat, ngak boleh diet diet ya sayang, kasihan anak kita nanti, ASInya ngak lancar" peringat Rido lagi.
"Ya ngak mungkin lah kak, Ica diet, Ica akan makan yang banyak, agar ASI Ica berkwalitas, Ica ngak mau anak anak Ica minum sufor" cemberut Aisyah.
Rido sungguh terharu dengan ucapan sang istri di usia 21 th, sudah mau melahirkan anak dan itu juga bukan satu tapi 3 sekaligus, namun Aisyah menerima dengan sangat bahagia, tidak ada rasa tertekan dan merasa terbebani, di saat teman teman seusianya sibuk bermain dia justru sibuk mengurus anak dan kuliah.
"Sayang... makasih ya, sudah mau berkorban untuk kakak, dan mau mengandung dan melahirkan anak anak lucu untuk kakak, dan dengan senang hati kamu mau menyusui mereka dan tidak mau memberi mereka sufor, kamu mau menyusui mereka, kakak bangga padamu sayang" ucap Rido memeluk sang istri.
"Jangan terus berterimakasih kak, itu sudah kewajiban aku sebagai wanita, mengandung melahirkan dan menyusui, tidak ada yang harus di Terimakasih kan, aku dengan senang hati bisa memberikan kakak anak anak yang lucu, justru klau Ica belum hamil itu yang akan membuat Ica sedih" ucap Aisyah bersungguh sungguh.
"Kakak semakin cinta sama kamu sayang" ucap Rido kembali memeluk erat sang istri, sungguh dia sangat bahagia bisa hidup bersama Aisyah dan kini ada 3 buah hatinya yang akan meramaikan hari hari nya.
__ADS_1
"Oh... iya, kita belum kasih nama mereka loh, siapa.ya kira kira" ucap Rido.
Bersambung...