
Aisyah dan ke tiga Baby nya sudah di pindahkan ke ruang VIP tempat Aisyah di rawat, Ruangan itu penuh dengan para sahabat Rido dan Aisyah.
Mereka tak henti hentinya berceloteh melihat bayi bayi lucu di dalam box bayi itu.
"Ya ampunn... ganteng ganteng dan cantik banget sih kalian" gemes Rara.
"Pengen ya sayang, yang kaya gini satu" ujar Ganen membelai kepala sang kekasih.
"Hmmm.... banget..." ucap Rara berbinar penuh harap.
"Nanti ya, klau kita sudah sah, kita bikin kaya gini" ujar Ganen tanpa filter.
"Buruan sana nikah! dan bikin yang banyak, biar di rumah makin ramai sama suara bocah" Tio ikut nimbrung.
"Haaa... pengennya sih gitu, cuma kita nunggu si kembar umur tiga bulan sudah bisa di ajak perjalanan jauh baru kita nikah, kita mau nikah kalau di saksiin sama mereka" ujar Rara penuh harap.
Aisyah hanya tersenyum mendengar obrolan para sahabatnya itu, karena dia masih sedikit lemas.
Rido tak sedikit pun menjauh dari sang istri yang telah memberikannya tiga bayi sekaligus, dia semakin cinta kepada sang istri.
Rido tak henti hentinya mengecupi tangan sang istri yang tidak terdapat jarum impusan.
Sementara itu, Bu Sandra di suruh istirahat oleh Rido, dia tau mama mertuanya itu tidak istirahat dari pagi sampai sang cucu sudah berada di dalam kamar rawat sang istri, dan semalaman mertuanya itu juga gelisah dan selalu duduk di dekat Aisyah.
"Adek mau minum jus" tawar Rido kepada sang istri.
"Mau deh kak, Ica mau jus alpukat" pinta Aisyah dengan suara lemah nya.
"Tunggu sebentar ya kakak beli dulu, lain dari itu pengen apa lagi, mumpung Kakak ke bawah" ucap Rido.
"Apa ya... ngak ada deh, semuanya sudah lengkap di sini" ucap Aisyah, memang nakas itu sudah penuh dengan makanan dan buah buahan, baik yang di beli oleh Rido mau pun oleh teman temanya.
"Biar gue aja yang beli Do, loe di sini aja" ucap Tio yang mendengar Rido akan ke luar.
"Ya udah, loe beliin juga mama jus mangga, sekalian buat kalian, trus mau beli makan apa terserah ucap Rido.
__ADS_1
Tio hanya mengacungkan jempolnya, dan berjalan keluar, Tio sudah memegang sebuah kartu ATM untuk belanja keperluan mereka bersama, jadi tidak perlu lagi meminta uang cas kepada Rido, semua sudah di handel oleh Tio.
Ooeekkk....
Ooeekkk...
Tiba tiba gadis kecil Rido itu menangis dan membuat Rido mendekat ke arah sang putri.
"Kenapa anak cantik ayah nangis nak, haus apa mau pipis hmm..." ucap Rido membelai lembut pipi sang putri sebelum dia menggendong putri cantiknya itu.
Bibir putri cantik Rido itu lansung monyong monyong ke kiri dan ke kanan, bertanda dia ingin mimik.
Dengan sigap Ganen menutup tirai pembatas agar Aisyah bisa menyusui anaknya dengan leluasa.
"Kenapa anak Bunda nangis hmmm..." tanya Aisyah yang sudah duduk di bantu oleh Rara.
Rido dengan hati hati meletakan putri cantiknya di atas pangkuan sang istri, sebelumnya paha Aisyah sudah di kasih bantal oleh Rara, agar memudahkan Aisyah untuk menyusui buah hatinya.
"Aku haus bunda, pengen nen bunda" ucap Rido dengan memperagakan suara bayi.
Glek....
Rido dengan susah payah menelan salivanya melihat pepaya bangkok sang istri semakin gemoy setelah melahirkan buah hatinya, Rido hampir saja khilaf klau tidak ingat ada putri cantiknya yang berada di dalam pangkuan sang istri.
"Hufff.... kenapa semakin gede sih sayang, kakak kan jadi pengen" rajuk Rido di bahu sang istri.
Pukkk....
"Ini milik para Baby sampai dua tahun, jadi kakak bersabarlah sampai dua tahun" ucap Aisyah melihat ke arah sang suami dengan tersenyum mengejek.
"Aahhh.... demi kalian Ayah akan mengalah sayang, tapi dua tahun kemudian jangan harap kalian bisa memilikinya lagi, sepenuhnya ini milik Ayah..." protes Rido.
Aisyah hanya terkekeh mendengar ocehan sang suami.
Aisyah menyusui putri cantiknya dengan telaten walau masih terlihat kaku, namun dia berusaha memberikan yang terbaik untuk sang anak.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian, kembali terdengar tangisan ke dua bayi laki lakinya, yang ingin menyusu juga, dengan telaten Rido memindahkan putri cantiknya itu ke dalam box dan bergantian mengambil ke dua bayi kembar nya itu, Aisyah menyusui ke dua sang baby sekaligus, Aisyah sudah di ajarkan oleh dokter dan perawat cara menyusui bayi kembar nya, dan sebelum anak anak mereka lahir, Rido dan Aisyah pun sudah belajar cara cara mengurus sang baby, jadi mereka sedikit banyak sudah tau walau masih kaku, namun itu semua tidak masalah bagi mereka.
Seeeettt....
Aisyah meringis karena ulah ke dua bayi laki laki nya itu, ternyata anak laki laki sangat kuat menyot sumber makanan mereka, sampai sampai sang Bunda meringis menahan sakit.
"Haiii... pelan pelan sayang, kasian bunda sampai ke sakitan, apa kalian ngak kasian sama Bunda..." bisik Rido, seperti mengerti ke dua baby itu lansung mengurangi sedotannya kepada sumber kehidupan mereka.
"Anak pintar" ujar Rido sambil mengelus pipi ke dua anaknya itu.
Rido beralih melihat sajah sang istri yang sudah mengeluarkan keringat.
Rido lansung mengelap keringat sang istri dengan tisu dengan telaten.
"Makasih kak" ucap Aisyah tersenyum lembut ke arah sang suami.
Rido hanya tersenyum dan mengecup pipi sang istri.
Rido bergerak ke arah nakas dan mengambil air minum, dan memberikan kepada sang istri.
"Minum dulu sayang" ucap Rido menyodorkan sebotol air mineral yang sudah sedotannya, dia tau sang istri pasti haus karena menyusui tiga bayi sekaligus itu pasti tidak mudah.
Aisyah lansung menyedot air yang di sodorkan oleh suaminya itu hingga tersisa seperapat botol, Aisyah benar benar kehausan karena menyusui para baby nya itu.
Rido selalu berusaha memenuhi kebutuhan sang istri, dia juga membeli susu pelancar ASI dan memberi vitamin untuk sang istri, Rido selalu ikut andil mengurus para babynya, walau pun Aisyah mempunya orang tua, namun Rido tidak ingin mertuanya ke capek an.
"Waahhh.... cucu nenek lagi mimik ya... maaf ya sayang, nanek ngak denger kalian nangis" ucap Bu Sandra merasa bersalah.
"Ngak pa apa nek, ada Ayah, Om sama tante kok" ucap Rido dengan menirukan suara anak kecil.
Rido menyuruh mertuanya duduk di samping sang istri, Rido sangat menyayangi mertuanya seperti dia menyayangi Bundanya yang telah tiada, hany Bu Sandra lah satu satunya orang yang mereka punya.
"Sudah enakan ma... badannya" tanya Rido.
"Sudah, ini mama sudah segar lagi" ucap Bu Sandra tersenyum kepada sang menantu.
__ADS_1
Bersambung....