
"Assalamualaikum....."
Salam tiga orang di depan pintu masuk sana secara bersamaan, mereka terlambat datang ke tempat acara karena jalanan macet yang tidak bisa mereka hindari karena ada tabrakan beruntu, dan sedikit perdebatan antara Kevin dan Ayahnya.
"Wa'alaikum salam..."
Jawab salam dari orang oran di dalam rumah itu secara serempak dan menoleh ke arah pintu yang masih terbuka lebar.
Rido duduk mematung, sambil memangku putri cantiknya, dia seolah berasa mimpi melihat siapa orang orang yang datang itu, orang yang selama ini dia hindari dan tidak ingin dia temui lagi, namun kini orang itu sendiri yang datang ke acara anaknya, tanpa di undang oleh Rido.
Aisyah yang melihat sang suami hanya berdiri mematung di sampingnya itu Aisyah lansung mengelus punggung sang sumi, membuat kesadaran Rido kembali.
Rido tersenyum melihat ke arah sang istri, menyatakan dia baik baik saja.
"Silahkan masuk Pak, Nak Kevin dan siapa ini yang cantik ini?" ujar Bu Sandra berinisiatif mempersilahkan tamu mereka masuk ke dalam rumah, karena melihat anak dan menantunya hanya diam, tanpa ada yang mau menyapa tamunya itu, yang dia yakini pasti ada masalah dengan tamu tamunya itu. Bu Sandra berani mempersilahkan tamu itu masuk, karena mengenal salah satu dari mereka, dan itu Kevin.
"Saya Sindi Bu..." Sindi lansung buru buru memperkenalkan diri kepada Bu Sandra dengan sopan.
"Oh... Sindi... cantik ya... wajahnya sedikit mirip sama Rido" ujar Bu Sandra, hanya di jawab dengan senyum manis oleh Sindi.
"Maaf kami datang tanpa di undang" ucap Kevin sopan.
__ADS_1
"Siapa yang ngak ngundang abang, kan aku sendiri yang bilang hari ini twins mau aqiqah" sungut Rido tidak terima, abangnya itu suka amnesia kadang kadang"
"Kan cuma bilang, bang... twins lusa mau aqiqah, gitu doang, ngak nyuruh abang datang kan, cuma pemberitahuan" ucap Kevin yang sengaja memancing keributan, agar sang adik mengeluarkan suaranya.
"Ncek... ngeles aja kek bajai, dengus Rido sebal, cuci tantangan sama muka dulu sana, datang datang mau pegang pegang anak aku, udah tau dari luar itu banyak kuman, dokter kok ngak ngerti" sergah Rido menjauhkan Arsy saat tangan abangnya mau menyentuh sang putri.
"Astaga iya iya.... gitu aja sewot, colek dikit aja pelit banget" sungut Kevin, lansung berdiri dan mau mencari kamar mandi.
"Colek colek emang di pikir putri ku sabun colek" omel Rido.
Kevin hanya memutar mata kesal sama adiknya yang posesif tingkat badai itu.
Pak Bambang tersenyum haru melihat ke dua putranya yang masih akrab dan tidak ada kebencian di antara mereka, dan juga sedikit kesal, karena dia sudah bersusah payah mencari Rido, mengerahkan anak buahnya, namun hasilnya nihil, seolah olah pak Bambang lupa siapa sang putra, tentu saja mereka tidak bisa menemukan, Rido memang sengaja menutup aksesnya agar tidak ada yang menemukannya, akan tetapi Kevin anak ke duanya itu tau di mana anak bontotnya itu berada, tapi tidak ada niat sedikitpun untuknya memberi tahu sang Ayah.
Sindi juga tersenyum haru melihat abang dan adiknya itu, ternyata apa yang di bilang tentang Rido memang benar, adiknya itu memang baik dan dewasa, tak membutuhkan harta dari mereka, itu terbukti Rido yang tinggal di rumah paling mewah di kampung ini, dan Citra juga belum sepenuhnya tau tentang sang adik, klau dia tau klau adiknya itu pengusaha sukses mungkin dia bisa syok setengah mati.
"Kamar mandi ada di mana sih... apa rumah sebesar ini mandi masih di kali" kesal Kevin dari tadi berkeliling tidak menemukan kamar mandi, yang ada dia nyasar masuk ke dalam kamar pembantu.
"Ohhh... Iya lupa ngasih tau, kamar madi di bawah lagi di benarin, jadi kamar mandi ada di lantai atas" jawab Rido tanpa dosa, dan semua orang di sana juga lupa memberitahu tamunya itu.
"Astag.... kamu ini.... sengaja ya ngerjain abang, sudah dari tadi keliling keling sampai capek ngak ada yang ngasih tau kamar mandi di lantai ini rusak, sebanyak itu abang berpapasan sama pembantu di rumah ini juga ngak ada yang ngasih tau, ngak majikan ngak tuan rumah niat banget ngerjain aku" kesal Kevin.
__ADS_1
"Emang abang nanya, di mana letak kamar mandi sama mereka?" tanya Rido.
"ya ngak sih, cuma papasan doang" kekeh Kevin sambil garuk garuk tengkuknya.
"Lah itu kan salah abang sendiri, ngapain ngak nanya, di kira abang lagi tour di dalam rumah ini kali" kekeh Rido.
"Dasar adek durjana, Yo anterin abang Yo" kesal Kevin mengajak Tio, dia takut nyasar lagi, memang Kevin sudah mengenal Tio Ganen dan Rara, saat beberapa kali ketemu di rumah sakit, saat mau ikut ke rumah Rido dia tidak jadi, karena harus pulang lebih cepat dari jadwal, karena ada panggilan darurat dari rumah sakit.
"Ini udah bersih, udah kinclong, jadi sudah boleh pegang si twins?" tanya Kevin semangat.
"Pegang si abang sama dedek aja, kakak ngak usah" ucap Rido lansung mendekap anak gadisnya.
"Astaga Do, abang ingin peluk cium ke tiganya kali, abang pengen liat si kakak Do" kesal Kevin Rido tak sedikitpun melepaskan anak gadisnya itu.
"Ngak ngak, klau mau bikin sendiri" tolak Rido kekeh sama pendiriannya, Kevin hanya mendengus kesal melihat tingkah adiknya itu.
Yang lain hanya terkekeh melihat perdebatan itu.
Bersambung.....
Haiii.... maaf ya... kemaren ngak up, soalnya saya lagi nungguin anak lagi operasi, dan ini saya kejar up pagi sambil nunggu dokter visit, do'a anak aku cepat pulih ya.... makasih 😘😘😘
__ADS_1