Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 112


__ADS_3

Setelah ke pergian Anita dan Amira, masuklah seseorang ke dalam rumah kosong itu dan mencari, menggeledah semua isi ruang di dalam sana.


Ceklek....


Seseorang itu membuka pintu ruang bawah tanah dan melihat seseorang yang di pasung di dalam sana, yang sudah kurus kering dan lemah.


"Astaga..." teriaknya dan mendekat ke arah orang yang di pasung itu.


"Siapa kamu...?" tanya wanita yang di pasung itu, dengan suara lemah.


"Tenang ya bu... aku bukan orang jahat, kenalkan aku Toni. Toni memperkenalkan diri kepada wanita yang ada di pasukan itu.


Wanita itu hanya mengangguk pasrah, tubuhnya sangat lemah.


Toni lansung menelpon seseorang dari sana, setelah itu Toni lansung mencoba membuka pasungan ibu itu, sambil menunggu bala bantuan.


Di tempat lain, setelah mendapatkan telepon dari anak buahnya, Rido lansung buru buru pergi dari rumah, menuju tempat yang sudah di beri tahu oleh anak buahnya itu.


"Sayang... Kakak pergi sebentar ya?! kamu di rumah sama Rara, jangan takut banyak orang yang berjaga di luar sana, untuk menjaga kamu?!" tutur Rido lembut kepada sang istri.


"Iya... kakak hati hati" ucap Aisyah, dia tau suaminya memang sibuk, dia tau pasti kali ini suaminya pergi ketempat yang bahaya, makanya dia tidak di ajak.


"Mau di kamar apa, mau keluar?" tanya Rido.


"Di kamar dulu, Ica mau mandi, sudah gerah, nanti baru ke bawah" tutur Aisyah dengan senyum manisnya.


Rido melihat senyum sang istri, tidak bisa diam saja, dia lansung menyambar bibir itu dengan sangat lembut, bermain dengan bibir sang istri, dan tentu Aisyah tidak akan diam saja, Aisyah membalas ciuman Rido.


Terjadilah pertarungan lidah di dalam mulut Aisyah, membelit, saling menyesap, membuat mereka lupa akan urusan Rido.

__ADS_1


Tangan Rido pun tidak bisa diam, sudah masuk ke dalam baju sang istri dan memegang squisy sang istri dan ******* ***** dengan lembut dan memainkan tombol pada ke dua squishy itu.


Kini lidah Rido sudah menjelajahi lehersang istri, membuat Aisyah mendongak memberi jalan untuk sang suami, mengeksplor lehernya, dan dengan rakusnya Rido menyesap leher itu dan meninggalkan banyak tanda di sana.


Rido terus berpetualang ke bukit kembar di sana, entah sejak kapan Aisyah sudah tidak memakai baju, dan membuat dia polos seperti bayi, Rido sampai tidak bisa menahan diri klau tidak mejelajahi tubuh sang istri.


Rido lansung seperti bayi yang baru menemukan sumber kehidupan di sana, menyedot dengan sangat kuat, membuat si empunya pabrik melenguh nikmat.


Tangan Rido dengan lihai menelusuri hutan belantara itu, dan mencari goa si Pyton dan satu jari Rido melesat ke dalam sana, dan mulai maju mundur yang awal pelan lama lama menjadi cepat, membuat Aisyah mengeluarkan suara merdu.


Tak lama dari dalam goa tersebut keluar lah air yang di sukai oleh Rido, yang membuat sang istri lemas, Rido tersenyum puas, dan lansung naik ke atas tubuh sang istri, dan menungganginya dengan semangat, sampai sampai terdengar suara kecipak kecipok di kamar itu.


Setengah jam berlalu Rido menyemburkan benih kecebong di dalam sana, dan membaut lenguhan panjang oleh sepasang suami istri itu, Rido lansung turun dari tubuh sang istri, dada Asiyah masih turun naik, karena kecapean, dan keringat membanjiri seluruh tubuhnya.


Melihat dada turun naik, membuat G***** Rido naik lagi, tanpa ba bi bu, Rido kembali menerjang sang istri tanpa ampun, setelah puas menggahi sang istri, Rido pergi membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai, Rido baru membersihkan tubuh istri cantiknya, dan memakaikan pakaian untuk Aisyah, baru lah Rido pergi ketempat yang di beri tahu anak buahnya tadi.


"Abang berangkat ya sang... baik baik di rumah" gumam Rido sebelum meninggalkan Aisyah.


Ceklek....


Rido membuka pintu kamar dan menuju ke ruang bawah damelihat ke tiga temannya menatap Rido sinis.


"Ada apa?" tanya Rido bingung.


"Ncek... klau sudah berhiya hiya, lupa klau pintu ngak di tutup rapat, membuat gendang telinga kita sakit aja" gerutu Tio.


Rido hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Sorry lupa, habis enak, jadi lupa segala hal" ucap Rido sambil terkekeh.


Itu berhasil dapa lemparan bantal sofa dari teman temanya.


"Dasar kanebo kering, mesum...!" umpat Rara, walau Rido adalah bos mereka, namun Rara tidak canggung sama sekali, mungkin karena mereka sudah dekat dari dulu.


Rido hanya acuh saja, dan berjalan ke arah kulkas dan minum air dingin di sana, untuk menghilangkan dahaganya yang sehabis bercinta.


Teman teman Rido hanya geleng geleng melihat badan tinggi, kokoh itu, ya Rido selalu menyempatkan olah raga setiap hari di rumah itu, karena dia juga mempunyai ruang fitnes di rumahnya.


"Ra... gue pergi sama Ganen dan Tio, tolong loe temanin bini gue ya, dia sedang tidur, nanti klau dia sudah bangun tolong suruh makan, dia belum makan siang" titah Rido.


"Siap... tenang aja, gue pasti jaga Aisyah" ucap Rara dan tersenyum manis.


"Jangan senyum senyum sama Rido yang...?!" omel Ganen.


Ke dua temanya lansung melongo dengan ucapan Ganen yang kalem itu.


Rara lansung merona malu, mendengar ucapan Ganen itu.


"Waahhh... parah! kita ke tinggalan barita!" oceh Tio.


"Nanti kita sidah dia, sekarang ada kerjaan yang harus kita selesaikan!" Rido menyeret Ke dua temannya pergi.


"Da... yang... hati hati di rumah" teriak Ganen, yang tangannya di tarik oleh Rido.


Membuat pipi Rara kembali bersemu merah.


Bersambung....

__ADS_1


Haiii jangan lupa saweranya ya Like komen dan Vote, biar Outhor semangat menulis, jangan lah jadi pembaca ghoib😌😌


__ADS_2