Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 80


__ADS_3

"Anak sialan....!" kenapa harus di ungkit ungkit sih... nama Intan bodoh itu, dari dulu aku membencinya, kenapa Kevin begitu menyukai dia, yang lain bisa saya hasut, anak satu ini kenapa susah sekali untuk di pengaruhi" gumam Mama Wulan melihat kepergian Kevin.


"Benar kata Kevin, Aunty Intan tidak salah, justru selama ini Aunty Intan yang ada bersama kami, Aunty Intan yang mencurah kan kasih sayang seorang Ibu kepada kami, Mamah tidak pernah ada, bahkan belajar pun Aunty Intan yang mengajari ku, saat aku di bully Aunty Intan yang membelaku, orang tua ku hanya sibuk dengan urusannya, kenapa aku bisa terhasut dengan perkataan mama" gumam Abang kevin itu.


"Aku tidak terlalu tau dengan masalah yang ada, tapi apa yang di katakan Bang Kevin memang benar, Aunty Intan tidak salah, Aunty di jebak, klau Aunty ingin merebut Papah dan ingin hidup senang dengan kekayaan papa kenapa saat sudah menjadi istri papa, Aunty lebih memilih hidup sendiri di apartemen itu, seharusnya Aunty bisa minta ke papa untuk beli rumaj mewah, berfoya foya seperti mama , ini tidak di lakukan oleh Aunty dan kenapa Rido tidak pernah menuntut apa pun dari papa, apa karena dia masih kecil, tapi tadi Rido memulangkan kartu ATM yang di berikan kepada Aunty Intan oleh papa, apa yang mama bilang itu hanya tipuan saja, ah... tau ah... pusing" gumam sindi.


"Intan juga menantuku, Rido juga cucuku, sebenarnya aku kasihan melihat Intan, dia sudah banyak berkorban kepada keluarga ini, sampai pada akhirnya dia di perkosa oleh anakku sendiri sampai membuat dia hamil, karena tidak enak hati dengan Wulan, aku membiarkan satu menantu dan cucu ku menderita" guma nenek Rido itu.


Demi menjaga persahabatan, demi menjaga cinta masa kecil anak saya, saya mengorban kan wanita lain, dan tidak memandang cucu saya sendiri dan membiarkan mereka hidup susah di luar sana, Tuhan tolong jaga cucu saya" gumam kakek Rido.


***


Sementara itu di tempat lain...


Sepasang suami istri yang jadi perdebatan mereka, sudah sampai di apartemen selesai makan mampir ke mini market dan membeli martabak ke sukaan sang istri, kini mereka tidur tiduran di ruang tv, beralaskan karpet bulu nan empuk.


"Sayang... sudah hilang lelahnya?" tanya Rido.

__ADS_1


"Kenapa kak ?" tanya Aisyah.


"Ganti baju dulu yuk... ngak enak make baju ini, kita sudah dari luar lumayan lama, ganti baju tidur yuk..." ajak Rido.


"Yuk.." Aisyah mengangakat tangannya, artinya minta gendong.


Rido tersenyum melihat sang istri dan lansung menggendong sang istri masuk ke dalam kamar dan terus ke kamar mandi, untuk mencuci wajah, tangan dan kaki, tidak lupa juga menggosok gigi.


Selesai mengganti baju mereka kembali ke ruang tv, Rido dengan kaos kebesaran dan boxernya dan Aisyah dengan baju tidur berbahan satin bertali spagety dan panjang di atas lutut, itu pakaian ke sukaan Rido klau Aisyah di dalam apartemen, namun tidak untuk di luar sana.


"Hmm.." sahut Rido saat matanya fokus ke tv dan tangan tidak lepas memeluk sang istri.


"Nanti klau kita banyak uang, kita beli mobil kayak gitu enak kali ya kak?!" kekeh Aisyah.


Melihat mobil mini bus, yang sudah di modifikasi ada tempat tidur dapur, kamar mandi bahkan ada sofanya.


"Untuk apa sayang..." tanya Rido.

__ADS_1


"Untuk kita jalan jalan, Ica pengen keliling indonesia saat kita libur, saat kakak ngak ada kerja atau kakak kerja di luar kota, kita kan bisa pake mobil itu sambil wisata, apa lagi kita nanti punya anak kan kita nyaman membawa anak kita kak" kekeh Aisyah.


Rido tersenyum dengan permintaan sang istri, tanpa di minta memang Rido sedang memodifikasi salah satu mobilnya yang ukuran tidak terlalu besar dan tidak juga kecil, agar dia pergi keluar kota sesuai ucapan sang istri dia bisa membawa anak anak mereka nantinya.


Memang lah sudah tersusun rencan di kepala Rido untuk istri dan anak anak mereka nanti, Rido tidak ingin pergi kemana mana sendiri, dia ingin membawa serta anak istrinya ke mana pun, bagi Rido hanya anak dan istrinya lah harta yang sebenarnya.


Mungkin karena Trauma masala lalu, kehilangan Bunda di saat masih kecil, tidak di anggap Ayah kandung, tidak punya tempat bersandar dan tidak ada tempat mengadu membuat Rido sangat posesif kepada sang istri.


Begitu pun dengan Aisyah yang tidak ingin di tinggal Rido, kemana pun Rido pergi dia harus ikut, hanya Rido satu satunya tempat dia bersandar dan merasa di lindungi.


Cinta mereka terlalu dalam satu sama lain, tidak ingin di tinggal, tidak ingin ke hilangkan, sama sama saling mengerti ke adaan pasangan masing masing.


Bersambung..


Jangan lupa like komen dan vote ya...


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2