
"Dek, kok teman adek itu, habis libur jadi koslet ya" kekeh Rido saat mereka sampai di apartemen.
Aisyah yang tau arah ucapan sang suami ikutan terkekeh.
"Mungkin saat liburan kepalanya kejedot" saut Aisyah nyeleneh.
"Hahaha... Kamu ini, bisa aja ngatain orang" ucap Rido sambil mencium gemas pipi sang istri, jangan lupa tangannya juga ikutan merayap kayak cicak.
"Dih ngatain orang, sendirinya juga ngatain anak orang koslet" oceh Aisyah sambil menahan geli geli sedap akibat rabaan dan remasan tangan sang suami.
Rido tidak memperdulikan lagi ocehan sang istri dia lebih fokus sama kerjaannya, merayap, menyesap, mengulup dan membuat tanda cinta di mana mana.
"Kita pindah ke kamar mandi, Kaka pengen nyobain di kamar mandi" oceh Rido sambil membopong tubuh polos sang istri.
Terjadilah kul cangkul sambil menanam bibit jagung di dalam kamar mandi sana.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, di sebuah desa di rumah peninggalan orang tua Rido.
Ada tamu yang seolah olah dia adalah orang berkuasa di rumah itu dengan seenak jidat menyuruh Andin untuk membuat minum dan makanan buat dia.
"Heh... loe, benalu, buatin gue jus sama makanan gue lapar!" perintah Nita tidak tau malu.
"Maaf mbak, ini bukan rumah mbak, dan sesuka hati mbak mau berbuat macam macam di sini, mbak pulang aja klau lapar!" tolak Andin.
"Loe sudah berani ngelawan loe ya!!" bentak Nita yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Andin, namun sayang tangan itu tidak sampai ke wajah Andin.
"Mbak pulang sana, ngapain mbak kesini, dan mbak pikir ini rumah mbak, mbak bikin onar di sini, mbak mau di laporkan ke polisi!" marah Farhan.
"Kurang ajar loe ya, kenapa sekarang loe berani merintah gue, dan kenapa loe belain benalu itu, seharusnya gue yang loe bela, bukan benalu ini!!" marah Nita, tidak terima sang adik membela Andin.
"Mbak ingat ya ini bukan rumah mbak, ini rumah orang lain, wajar aku belain Andin dia istriku susah senang aku sama dia, ngak kayak mbak saat aku banyak uang mbak selalu baik sama aku, setalah aku ngak punya uang mbak dengan seenak jidat mbak memaki aku, dan menjadi kan istri aku pembantu di rumah mbak!' marah Farhan.
__ADS_1
"Dasar ngak ada sopan santun, gue ini kakak loe yang harus loe hormati, klau loe dan si benalu itu gue jadiin babu itu emang sudah sepantasnya, kalian numpang makan dan tidur di rumah gue, sudah wajar kalian bayar pakai tenaga kalian!!" sentak Nita tidak terima.
"Maaf ya mbak Aku dan istri ku bukan tinggal dan makan sama mbak, tapi aku dan istri ku tinggal di rumah orang tua kita" jawab Farhan.
"Itu sama aja, kalian itu tetap aja numpang!!" ucap Nina yang maha benar.
"Sekarang saya dan istri saya tidak ada urusan sama mbak, sekarang mbak pergi dari sini, sebelum mbak aku suruh usir sama satpam!" kesal Farhan.
Dasar adik ngak tau di untung sudah di kasih tempat tinggal gratis sama makan gratis ngak bisa balas budi!" oceh Nita.
"Maaf mbak balas budi yang mana mbak tuntut, aku ngak pernah di biayain sekolah dan makan sama mbak, dan saat saya kerja di kota, mbak dengan tidak tau dirinya selalu minta di kirimin uang, selalu aku transfer tidak jarang istri aku yang masih berstatus pacar waktu itu tidak luput dari mbak untuk mbak porotin, jadi kita ngak ada yang hutang budi sama mbak, yang ada mbak yang harus balikin uang kita!!" ucap Farhan yang sudah tidak ada sopan sopan nya lagi kepada sang kakak.
"Dasar adik durhaka ngak tau terimakasih!!" marah Nita, yang tidak bisa membuat adik dan adik iparnya itu mengikuti kemauannya, Nita tau di rumah besar itu, pasti banyak makanan enak, kini Farhan dengan leluasa mengambil hasil kebun di kebun tuannya itu untuk makan bagi suami istri itu, jadi Nita ingin menikmati juga hasil jerih payah sang adik.
Bersabung.....
__ADS_1
Haiii.. jangan lupa like komen dan Vote ya...