
Semenjak keluar dari toilet banyak mata yang melirik Aisyah sinis dan berbisik bisik, namun Aira Rido dan teman temannya tidak perduli, memang bukan salah Aisyah.
Aisyah baru duduk di kursinya lansung di samperin oleh teman temannya.
"Heh... Aisyah loe kok jadi teman jahat amat sih sama Novi, padahal kan dia ngak sengaja malah loe marah sama dia dan ninggalin dia di kantin sendirian sambil kesakitan, loe sama teman teman loe malah pergi gitu aja, dasar loe ya teman munafik!!" marah siswa itu.
"Emang loe tau kronologisnya gimana? dan loe tau apa tentang Novi, emang dari mana gue marahin Novi, ninggalin dia,,,, ya wajar gue tinggalin orang baju gue basah kuyup, dan loe ngak tau masalahnya ngak usah ikut campur!!" bentak Aisyah yang sudah muak dengan semua itu.
Teman teman Aisyah lansung bubar mendengar suara Aisyah yang sudah menggelegar, tidak pernah sekalipun Aisyah marah, hari ini dia mengeluarkan taringnya membuat teman temannya jadi takut.
Dan benar kata Aisyah mereka memang tidak melihat secara lansung bagai mana Novi jatuh, mereka hanya mendengar gosip gosip yang tidak jelas yang dia dapat dari orang orang dari kantin.
__ADS_1
Novi duduk dengan tersenyum sinis penuh kemenangan, karena berhasil menghasut teman temannya.
"Dasar wanita rubah, berpura pura baik namun sebenarnya busuk!!" celetuk Tio yang berjalan di samping meja Novi.
"Tio sialan, ngatain gue lagi, dasar teman ngak setia kawan" gumam Novi, namun dia hanya berani mendumel di dalam hati.
"Oh,, iya nanti rencananya Aisyah mau beli pentol yang lagi Viral itu, kalian mau ikut ngak" tawar Rido dengan suara yang agak kencang, biar Novi mendengar ucapannya.
"Mau lah mau,,,, masa di tawarin makan ngak mau, ya mau lah!!" oceh Tio yang memang dasar tukang intil itu.
"Gue juga mau ikut, lagian siap juga yang mau ngajak orang ngak penting gitu, ngak tau terimakasih gitu orangnya, di baik baikin malah ngelunjak, susah sendiri kan, kelaparan deh!!" celoteh Ganen.
__ADS_1
"Lagi siapa juga yang mau ngajak orang lain, ngak penting, cukup kita berlima aja, ngak usah nambah nambah orang ngak jelas!!" sarkas Rido.
"Sial banget sih, klau gue tau mereka mau pergi beli pentol yang lagi viral itu, gue tunda dulu deh rencana gue, gue kan juga pengen kali makan di Bakso pentol viral itu, ah,,,, apes banget sih,,, gue!!" kesal Novi bergumam dalam hati.
"Oh... iya di kantin kan ada cctvnya ya, gue sudah dapat rekaman Aisyah tadi, liat aja klau dia ngak jatoh beneran, cuma gangguin Aisyah doang, gue jatuhin tu orang dari atas gedung sekolah?!" ancam Rido dengan tegas, dan membuat teman temannya bergidik ngeri.
Novi mendengar ucapan Rido tersebut jadi ketar ketir sendiri, karena tadi memang dia berpura pura jatuh.
Haduuhhh... bisa mati nih gue, klau ketahuan gue salah. bisa bisa Rido semakin ilfel sama gue, keluh Novi.
Rido menatap sinis Novi dari belakang, dia tau gadis itu pasti ketakutan mendengar ancamannya.
__ADS_1
"Klau loe merasa itu salah loe sendiri berpura pura jatoh, lebih baik loe minta maaf sekarang dan klarifikasi klau Aisyah tidak bersalah dan loe yang pengen mencelakai Aisyah masih gue pertimbangkan, loe ngak akan gue jatuhin dari atas atap sekolah!!" ucap Rido dan berlalu bersama teman temannya menuju parkiran meninggalkan sekolah itu berbarengan.
Bersambung....