Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 82


__ADS_3

Rido masih fokus menonton film kesukaannya dengan tidak berhenti mengelus kepala sang istri.


Aisyah yang mendapatkan elusan terus menerus di kepalanya dan perut lumayan kenyang lama ke lamaan malah tertidur.


Rido tersadar dan melihat suara dengkuran sang istri.


"Ya Allah... kamu sudah tidur sayang..."


Cup..


Rido mengecup pipi chaby itu dengan sayang.


"Pindah ke kamar ya sayang ya, maaf Kakak ke asikan nonton malah ngak tau kamu sudah tertidur, katanya janji nonton sampai pagi tapi jam segini sudah tidur" kekeh Rido memindahkan sang istri ke kamar tidur mereka.


Rido kembali ke luar kamar, memeriksa pintu mematikan lampu dan tv setelah memastikan semuanya aman dia kembali ke kamar dan tidur bersama sang istri.


"Terimakasih sayang, sudah mau menemani kakak dan tetap lah berada di samping kakak, genggam tangan kakak selamanya sayang, hanya kamu yang kakak punya" bisik Rido di telinga sang istri dan memeluknya seolah tak ingin kehilangan gadis cantik yang ada dalam pelukannya.


jarum jam terus berputar, malam gelap itu sedikit demi sedikit kembali menampakan sang surya.


Dua insan yang sedang tertidur pulas dan saling berpelukan itu mulai terbangun dari tidurnya.


Eeggghh...


Aisyah menggeliat dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


saat Aisyah membuka mata, dia melihat dari jarak dekat wajah tampan nan rupawan milik ke kasih hatinya itu dan Aisyah tersenyum manis melihat wajah itu.


Cup...


Satu kecupan selamat pagi Aisyah hadiahkan di bibir pujaan hatinya itu.


"Selamat pagi kakak, Ica sayang kakak" gumam Aisyah dan kembali memeluk tubuh suami nya itu.


Rido yang sudah terbangun saat istri cantiknya menggeliat di dalam pelukannya, Rido ikut terbangun, hanya saja masih susah membuka matanya, dia hanya membiarkan apa saja yang di lakukan sang istri.


Saat istri cantiknya mencium dan membisikan kata sayang di telinganya membuat hati Rido bagai di hinggapi ribuan kupu kupu, sungguh rasa itu membuat dia terbang melayang.


Rido membalas pelukan sang istri dengan lebih erat, dan menghujani wajah cantik itu dengan banyak ciuman di pipinya.


"Kakak..." ucap Aisyah yang tidak tau berkata kata lagi, karena sang suami memergoki dia mengucapkan kata sayang.


"Kita akan selalu bersama ya, jangan pernah tinggalkan Kakak, kakak hanya ingin adek, di temani Ica sampai kapan pun, kakak ngak punya siapa siapa lagi sayang" ucap Rido sendu.


Dia sungguh takut ke hilangan sang istri, takut di abaikan dan takut hidup sendiri, Rido memang kelihatan dingin, sombong dan tidak takut apa pun di luar namun siapa sangka di dalam wajah datarnya itu ada rasa takut yang luar biasa yang tidak akan orang fikir.


"Ica juga sayang sama Kakak, Ica juga takut kehilangan Kakak, Ica takut kakak akan menyuruh Ica pergi.meleleh sudah air mata Aisyah.


Dia juga sama hanya punya Rido, hidup sebatang kara membuat dia trauma.


"Itu tidak mungkin sayang, bagaimana mungkin kakak menyuruh Ica pergi, lalu kakak sama siapa" ucap Rido memeluk sang istri.

__ADS_1


Mereka saling berpelukan satu sama lain, dan mencurahkan semua rasa yang ada.


Entah berapa lama mereka berpelukan, sampai cacing cacing di perut mereka mengakhiri pelukan itu.


Krucuk...


Bunyi perut Aisyah, membuat Rido terkekeh.


"Lapar ya sayang..." kekeh Rido.


Aisyah semangkin membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami, sungguh aisyah sangat malu, acara romantis mereka di ganggu oleh suara cacing cacing yang tak berperasaan itu, wajahnya memerah bak udang rebus.


"Haii... kenapa malu hmm..." ucap Rido lembut menarik sang istri.


"Perutnya ngak tau malu" gerutu Aisyah.


Membuat Rido terpingkal mendengar gerutuan sang istri.


"Ya sudah yuk... mandi, abis itu kita keluar cari sarapan dan jalan jalan" ajak Rido kepada sang istri."


Bersambung....


Haii... jangan lupa like komen dan vote


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2