Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 68


__ADS_3

"Hallo... Guys... ada apa ini? kenapa kalian berteriak teriak seperti di dalam hutan saja, padahal ini di sekolah?!" ucap Tio yang baru datang dengan gaya bicara yang entah dia masih di dalam mimpi atau ke pentok tiang listrik, tumben tumbenan bicaranya dengan kosakata benar hehehe...


"Gaya loe somplak..." oceh Rara.


"Dih salah ya gue nanya" ucap Tio heran.


"Bukan salah loe yang nanya, tapi bahasa loe yang tumben tumbenan benar" kekeh teman temannya.


"Ncek... kalian ini, gue benar tetap aja salah, apa lagi gue salah semakin salah aja gue di mata kalian" ucap Tio mendramatisir.


"Lebay loe..." ucap Rara meninggalkan Tio, dia berjalan ke mejanya yang memang dari tadi dia belum sempat menarok tasnya di sana, gara gara baru datang lansung menjulid.


"Dih... di tanya baik baik malah sewot, ngak asik loe" dumel Tio.


"Tidak lama pasangan Caple datang beriringan seperti biasa dan pasti akan selalu menjadi perhatian para siswa siswi sekolah itu.


"Pasangan itu selalu bikin iri"


"Ngak bosen gue ngeliat mereka"


"Selalu aja mesra, kapan ya mereka berantemnya"


"Dih... ngarep banget mbak ingin melihat orang berantem" dumel anak anak di sana.


"Aisyah mangkin bohay aja tuh"

__ADS_1


"Rido juga mangkin tampan, cocoklah mereka berdua"


Banyak bisik bisik yang mereka dengar dari para siswa siswi itu, namun Rido dan Aisyah tidak pernah perduli.


Sesampai di kelas mereka di sambut oleh teman teman mereka dengan candaan candaan.


"Widiiihhh.... makin hari makin cakep aja nih pasangan kekasih ini"


"Kita kawalah sampai halal" lah... meraka emang sudah halal.


Jangan biarkan pelakor dan pebinor mendekat"


Aisyah dan Rido hanya geleng geleng kepala melihat tingkah nyeleneh teman temannya itu.


"Kalian ini ada ada saja" oceh Aisyah.


"Kenapa sayang? masih sakit perutnya?" tanya Rido penuh perhatian.


"Ngak kok, udah ngak sakit, cuma lemas aja" kekeh Aisyah.


Rido tersenyum dan membelai rambut panjang Aisyah dengan sayang.


"Nanti mau kemana pulang sekolah hmm..." tanya Rido kepada sang istri, maklum seharian kamarin mereka hanya menghabiskan waktu di apartemen sambil mengerjakan tugas untuk hari ini.


"Ngak mau kemana mana, mager" ucap Aisyah kurang semangat, maklum baru datang bulan pasti sedang deras derasnya si merah keluar.

__ADS_1


Rido mengangguk, dia mengerti istrinya itu tidak nyaman untuk pergi pergi dengan ke adaan seperti sekarang ini.


"Nanti klau ngak kuat upacara, ngak usah ikut upacara ya" ucap Rido memandang lembut sang istri.


"Kuat kok, ngak pa apa kali, udah biasa perempuan tiap bulan kayak gini" ucap Aisyah tersenyum manis melihat ke suami baiknya itu.


Aisyah sangat sangat bersyukur tuhan memberikan suami seperti Rido untuknya, dia tidak bisa membayangkan klau bukan Rido yang menjadi suaminya apakah hidupnya akan sebahagia ini atau sebaliknya, Aisyah sungguh bahagia hidup bersama Rido, walau mereka menikah di usia dini, namun bukan bearti mereka tidak dewasa, mereka sudah dewasa sebelum waktunya, karena paksaan hidup yang mereka jalani.


"Rido ikut tersenyum dan mengagukan kepalanya.


Tidak lama terdengar suara bel, dan semua murid berjalan ke arah lapangan, tidak ketinggalan Aisyah dan Rido.


"Do... nanti loe mau kemana sama Aisyah, kita ikut ya" Ganen.


"Ngak kemana mana, bini gue lagi ngak mau kemana mana, mager katanya" kekeh Rido.


"Klau gitu kita main di apartemen loe aja ya"


Tio ikut nimbrung.


Rido hanya menganggukan kepalanya, setelah itu mereka hanya diam dan mengikuti acara upacara Bendera di lapangan sekolah yang di pimpin lansung oleh Kepala Sekolah.


Bersambung...


Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2