
Berhubung hari ini libur Rido membawa sang istri ke pantai karena sudah lama mereka berada di sini belum pernah mengajak Aisyah jalan jalan, karena ke sibukan Rido yang mulai banyak namun Rido tidak pernah meninggalkan Aisyah di rumah, dia selalu membawa sang istri kemana pun dia pergi, anggap lah rumah mereka ada lah mobil yang Rido hadiah kan untuk Aisyah.
Semua keperluan kuliah mereka selalu ada di dalam mobil itu, di setiap tempat usaha Rido dia selalu membuat kamar pribadi untuk mereka pakai, kalau kemalaman atau kecapean mereka akan menginap di sana.
Aisyah akan selalu senang kemana pun suaminya membawanya, tidak ada keluhan buat Aisyah, paling sesekali aja Rido meninggalkan istrinya di rumah, klau wilayah yang akan Rido tempuh cukup berbahaya buat istrinya makan Rido tidak akan membawa Aisyah, walau berat hati.
"Kak... kita pergi berdua aja, apa aja si biang rusuh"
"Ajak mereka sayang, kasian mereka di tinggal, sudah capek kuliah dan kerja, nanti tua sebelum waktunya mereka" kekeh Rido.
"Ncek...." Aisyah berdecak kesal dengan ucapan Rido namun pada akhirnya dia ikut terkekeh.
"Mau nginap di hotel apa di alam, kita bikin tenda?"
"Bikin tenda aja kak" seru aisyah semangat.
"Boleh... tapi kasih kakak, vitamin dulu, biar kuat bawa mobil" kekeh Rido.
"Ncek... nanti yang bawa mobil juga Ganen atau Tio" kekeh Aisyah.
Rido tidak menggubris ucapan sang istri.
Rido yang sedang sibuk bermain main di curug leher istrinya dan membuat tanda di sana, tangan Rido sudah meraja lela di dalam pakaian Aisah.
__ADS_1
"Kak... ahh.... iiiss... ahhh..." Aisyah tidak kuasa klau tidak men de sah Aisyah membuat ****** Rido ikut naik.
Rido tidak cukup sampai di sana dia ingin kali ini istrinya bekerja dan menguasai tubuhnya, dan Rido membalikan ke adaan.
"Ica yang kerja sayangg...." ucap Rido dengan suara seraknya dan mata sayu.
Aisyah yang memang sudah ahli soal memanjakan sang suami membuat Rido men de sah nikmat.
Aisyah bermain karoke dengan sangat lihai tidak lupa dengan menggenggam lato lato Rido.
Rido yang tidak tahan lagi membalikan Aisyah dan menyuruh Aisyah membelakanginya.
Ular Pyton siap masuk goa dan lansung bergerak lihat di sana, tak puas dengan gaya itu saja, Rido membolak balik istrinya dengan bermacam macam gaya, hingga dua jam berlalu, akhirnya dia ambruk di samping sang istri yang sudah masuk ke dalam dunia mimpi.
Setelah menetralkan laju nafasnya Rido bangkit membersihkan sisa percintaannya dan memakai boxer kembali dan tidak lupa membersihkan milik istrinya.
"Makasih..." ucap Rido setelah itu dia menyusul sang istri ke dalam dunia mimpi.
"Ncek... ini orang klau sudah masuk kamar pasti keluarnya lama" dengus Rara.
"Untung kamar mereka kedap suara dan ini lantainya beton, klau ngak kita akan mendengarkan suara suara laknat itu setiap waktu, dan rumah ini bergoyang goyang kena gempa lokal" kekeh Tio.
Byiiuuuurrrr....
__ADS_1
Uhuk.. huk... hukkk...
Ganen yang sedang menyeruput kopinya lansung menyembur, menyiram wajah Tio yang ada di depannya tampa hambat.
"Anjrit.... gue sudah mandi woi... kenapa loe siram lagi!!" kesal Tio.
Karena mukanya sudah basah dan berubah warna menjadi hitam.
"Buaahahahaha..."
Rara terpingkal melihat kesialan Tio.
"Sorry ... sorry.... gue ngak sengaja, lagian loe klau ngomong seenak jidat, kan gue jadi ke sedak" elak Ganen, memang itu sih kenyataannya.
"Kualat loe..." ucap Rara yang masih belum berhenti tertawa.
Tio langsung berdiri masuk ke kamarnya sambil mengoceh.
Sementara itu dua orang yang habis bertempur itu sedang asik di buai mimpi indah, tanpa terganggu dengan keributan yang di buat Trio kwek kwek.
Bersambung...
Hai... jangan lupa like komen dan vote.
__ADS_1
jangan lah... jadi pembaca ghoib. tinggalkan jejak kalian biar outhor senang dan semangat buat nulis apa lagi di kasih hadiah... uuhhh pasti senang banget💃💃💃🤩🤩🤩
"Terimakasih..."