
Sementara itu di rumah nya Rido sedang memeluk mesra sang istri dan tak lupa mengecupi bahu sang istri yang ada di depannya itu.
"Jadi kapan kita ke kota xx sayang" mau besok pagi apa lusa?" tanya Rido.
"Kak..." panggil Aisyah ragu.
"Apa sayang? ngomong aja ngak usah takut?!" dia tau sang istri ingin bicara, namun istri cantiknya itu ragu, mengungkapkan inginannya.
"Mmm... Klau kita cari kuliah di kota ini dulu gimana kak?!" ucap Aisyah pelan, takut sang suami marah.
"Kenapa hmm... Ica mau kuliah di sini, atau gimana?" tanya Rido sambil membelai rambut panjang sang istri.
"Kita lihat lihat dulu aja kampus di sini, klau bagus kuliah di sini aja, trus klau kakak rindu sama bunda kan kita ngak jauh jauh kak, klau di kota xx harus naik pesawat dulu, udah gitu usaha kaka banyak di sini dan di kota y, sama di sini juga harus kakak pantau, emang kakak ngak khawatir dengan ke jadian kemaren?!" ucap Aisyah memberi alasan.
Rido manggut manggut mendengar ucapan sang istri, memang ada benarnya juga apa yang di ucapkan sang istri, tapi Rido merasa ada yang janggal dari ucapan istri cantiknya itu .
"Alasan lain apa lagi sayang?!" selidik Rido menarik turunan alisnya.
Hehehehe... Ica ngak mau pisah sama kak Andin kak, dia sudah kayak kakak sendiri sama Ica?!" tutur Aisyah.
"Kalau kakak pergi kerja di luar kan Ica punya teman" ucap Aisyah malu.
__ADS_1
Rido tersenyum mendengar ungkapan sang istri, "Ooo... jadi gara gara ketemu kak Andin nih cerita ngak mau ke kota xx?" tanya Rido.
Aisyah mengangguk malu malu.
"Kan selain kak Andin, adekkan punya teman Rara sama Novi sayang, emang kenapa sama mereka?" tanya Rido penasaran.
"gimana ya kak, Novi kayak ngak tulus seperti dulu Ica temanan sama dia, gimana ya... susah di ungkapin sih, pokoknya agak gimanaaa... gitu Ica sama dia sekarang, beda aja gitu?!" ucap Aisyah memutar mutar jarinya di dada Rido.
Rido sampai ser seran merasakan jari jari Aisyah yang bermain main di dadanya, membuat sesuatu di bawah sana mengeras dengan tidak tau malunya.
"Ya sudah besok kita lihat lihat kampus di sini, sambil jalan jalan, klau ngak srek kita cari ke kota xx ya? waktunya masih panjang, masih ada satu tahun lagi?!" ucap Rido yang sudah ajut ajutan menahan sesuatu.
Aisyah mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju.
Aisyah sudah terkekeh geli melihat tampang Rido yang sudah di penuhi kabut ****** itu.
"Kamu nakal sekarang ya sayang?" ucap Rido sambil ******* rakus bibir Aisyah.
"Mana ada biasa aja tuh" kekeh Aira tanpa dosa.
"Ngak ngaku lagi, sudah pintar sekarang godain kakak, sudah ngak malu malu lagi kamu ya?!" ucap Rido yang tak henti hentinya meremas squishy Aisyah sampai Aisyah ******** nikmat.
__ADS_1
Rido ******** mesra tubuh sang istri membuat Aisyah menggelinjang seperti cacing kepanasan.
Rido membuat lukisan indah di tubuh sang istri, yang tidak mulus lagi itu, bagai mana mau mulus, setiap hari Rido selalu meninggalkan jejak di sana, mana bisa dia di dekat sang istri klau ngak membuat maha karya, gatel.... gatel... kata Rido.
"Dek...?!" ***** rido dengan suara beratnya.
"Apa kak?" jawab Aisyah yang sudah meram melek.
"Boleh ya... masuk kesini?" ucap Rido yang tangannya sudah mengobok obok sarang Pyton yang sudah mengeluarkan mata air itu, dengan mata sayunya.
"Klau hamil gimana?" tanya Aisyah takut takut.
"Buang luar sayang, kakak sudah baca artikel kok, biar dia ngak jadi dulu" ucap Rido dengan suara beratnya.
Aisyah hanya mengangguk pasrah, dan dia juga menginginkan itu, penasaran ceunah..
Terjadilah belah duren yang terlambat itu dengan waktu lumayan lama, dan menguras tenaga. Aseeekkk....
Bersambung....
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
__ADS_1
Biar aku selalu semangat untuk menulis.
"Terimakasih..."