Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 157


__ADS_3

Aisyah sudah di dorong ke ruang operasi oleh perawat, tangan Rido tak pernah lepas dari tangan sang istri.


"Jangan takut ya nak, santai aja, kan di temani oleh suami kamu di dalam, banyak banyak baca do'a" ujar Bu Sandra mengelus kepala sang anak, saat sampai pintu ruang operasi.


"Iya ma... Do'a dan maafin Ica ya klau ada salah" ucap Aisyah serak, sejujurnya dia takut menjalani operasi ini, namun mau bagaimana lagi, dia harus kuat dan melawan rasa takutnya, beruntungnya sang suami di izinkan untuk menemaninya di ruang operasi.


"Ica... semangat! semua pasti baik baik saja, kami menunggu kalian di sini" tutup Rara memeluk sahabatnya itu.


Aisyah hanya mengangguk dan tersenyum kepada Rara dan yang lainnya sebelum bedanya di dorong ke dalam ruang operasi.


"Jangan takut sayang?! ada kakak di sini, kakak mencintai Ica, sangat sangat mencintai Ica, jadi Ica harus kuat demi kakak dan anak anak kita ok...!" bisik Rido lembut di kuping sang istri saat sang istri sudah berada di meja operasi Rido membelai lembut kepala sang istri dan menciumnya bertubi tubi.


Sementara itu para perawat yang sedang mengerjakan tugasnya hanya tersenyum masam melihat keromantisan Rido tersebut.


"Hallo.... Ibu Aisyah, apa kah sudah siap ketemu sama para baby...?" tanya dokter anastesi kepada Aisyah.


"In syaa allah... siap dok" ujar Aisyah dengan tersenyum.


"Ya udah klau gitu ibu duduk dulu ya, kita akan anastesi" ucap dokter tersebut dengan ramah.


Tak lama juga datang dokter kandungan yang selama ini memeriksa Aisyah.


"Hallo... Bu Aisyah, gimana kakinya coba di angkat" ujar sang dokter setelah Aisyah melaksanakan anastesi.


"Ngak ada rasa dok, kaki ku baal dan berat" ucap Aisyah.


"Ok klau gitu kita mulai ya... dan jangan lupa berdo'a" ucap sang dokter dengan tersenyum manis dan lansung menjalankan tugasnya.


Rido terus merafalkan do'a do'a di kuping Aisyah dan sesekali melihat ke arah dokter dan perawat di perut sang istri walau terhalang oleh kain pembatas, jantung Rido tak kalah berdetak dengan kencang, melihat sang istri dan menanti ke hadiran sang buah hati pertama ke dua dan ke tiganya.


Beberapa saat berlalu, terdengarlah lengkingan suara bayi.


Oeeekkkk....


Oeeekkk.....

__ADS_1


Oeeekkk....


"Alhamdulillah.... anak pertamanya laki laki, sehat dan ngak kekurangan apa pun" ucap sang dokter mengangkat bayi itu, dan menyerahkan kepada suster yang membantunya, agar di bersihin.


"Alhamdulillah...." ucap syukur Rido sambil mencium sang istri bertubi tubi, jatuh sudah air mata bahagia Rido dan Aisyah anak pertama mereka lahir dengan selamat.


Lima menit kemudian terdengar lagi suara bayi.


Ooeeekkk.....


Ooeeekkk....


Ooeeekkk....


"Bayi ke duanya perempuan Pak, Bu, sehat dan lengkap semuanya" ujar sang dokter.


"Alhamdulillah.... anak ke dua kita perempuan sayang" ucap Rido terharu, dan kembali mencium sang istri.


"Iya kak..." jawab Aisyah dengan air mata meleleh di pipinya.


"Alhamdulillah.... yang ke tiga laki laki Pak, bu... sehat tanpa kekurangan suatu apa pun" ucap sang dokter tersenyum lega, karena sudah berhasil melaksanakan tugasnya.


"Alhamdulillah.... terima kasih dok" ucap Rido tulus, dan Aisyah hanya mampu tersenyum dan mengedipkan matanya.


"Sayang... baby kita sudah lahir semua, terima kasih sayang, kamu hebat, istri kaka sekarang sudah jadi ibu, kaka semakin cinta sama kamu sayang" ucap Rido dan mencium pipi sang istri bertubi tubi, air mata bahagia tak henti hentinya air mata Rido menetes.


"Aisyah hanya mampu tersenyum dan menangis haru, walau masih memakai selang oksigen di hidungnya.


"Pak... anak nya sudah boleh di adzan kan" ujar perawat kepada Rido.


"Baik sus" ucap Rido rama.


"Sebentar ya sayang..." ucap Rido mengecup jidat Aisyah sebelum berjalan menuju ke tiga buah hatinya.


Melihat ke tiga buah hatinya, Rido kembali tergugu, anak anaknya begitu tampan dan cantik memiliki perpaduan wajahnya dan Aisyah di ke tiga buah hatinya.

__ADS_1


"Ma... lihat lah cucu cucu mama dia ganteng ganteng dan cantik" gumam Rido


Rido meng Adzan kan ke tiga buah hatinya secara bergantian dan setelahnya melabuhkan kecupan manis di pipi sang anak bertubi tubi, bayi itu seolah olah tau itu adalah ayahnya, merespon dengan mengeliat dan tersenyum manis, membuat Rido kembali menjatuhkan air mata bahagianya.


Di luar sana, tak kalah heboh dan harunya, mendengar sahutan sahutan lengkingan suara tangis bayi dari dalam sana.


"Ma... baby nya sudah lahir!" ucap Rara sambil menangis haru.


"Iya mama dengar" ucap Bu Sandra memeluk Rara.


"Nah... satu lagi" pekik Tio


"Itu lagi..." girang Ganen mendengar suara bayi yang ketiga sudah lahir.


"Alhamdulillah.... mereka sudah lahir" ucap Bu Sandra bahagia.


"Aaakkkk ngak sabar nunggu mereka" heboh Rara.


Ceklek....


Pintu ruang operasi terbuka dari dalam, menampakan dokter yang menangani Aisyah.


"Bagaimana dok, Asiyah dan bayinya!" tanya Bu Sandra tak sabaran.


Dokter itu tersenyum manis kepada Bu Sandra dan yang lain nya.


"Alhamdulillah... mereka lahirndengan selamat, ngak ada kekurangan sedikit pun, dan baby nya, dua cowok dan satu cewek" ucap Sang dokter.


"Alhamdulillah...." serempak mereka mengucap syukur.


"Tunggu sebentar lagi ya Bu, mereka akan di pindahkan ke ruangan, sekarang mereka lagi observasi dulu, klau tidak terjadi apa apa, mereka akan lansung di pindahkan ke ruang bu Aisyah" ucap sang dokter.


"Baik dok, terima kasih" ucap Bu Sandra tersenyum tulus.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2