Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 153


__ADS_3

Hari berganti bulan berlalu kini kandungan Aisyah sudah memasuki Bulan ke delapan, hari hari yang di lalui oleh Aisyah sangat bahagia walau selalu ada sedikit masalah dari orang luar, namun bisa mereka lalui.


Rido kini sudah tidak bekerja keluar lagi, apa bila ada kerjaan yang mengharuskan dia untuk ke luar sudah di wakilkan kepada Ganen dan Tio kini Rido hanya fokus kerja di rumah seperti dulu.


Perusahaan Bu Sandra kini juga di handel oleh Rido walau bukan Rido lansung turun tangan tapi tetap memantau dari balik layar team IT perusahaan Bu Sandra juga di ganti oleh Rido.


Sebenarnya tidak ada niat Rido untuk menggantikan, namun karena mereka bermain curang dan bekerjasama dengan Sandi, mau tidak mau akhirnya Rido memecat mereka.


"Hai... pemalas, bangun, sudah siang ini... kenapa belum bangun hmmm..." Rido mendusel dusel pipi caby sang istri.


"Eehhh...."


Lenguh Aisyah, karena tidurnya terganggu oleh ulah sang suami.


"Kakak..."


Panggil Aisyah dengan suara seraknya, menahan wajah Rido yang terus terusan menduselin wajahnya.

__ADS_1


"Bangun, sayang... sudah siang ini, adek belum sarapan, kasian anak kita kelaparan" tutur Rido lembut.


"Bentar lagi..." ucap Aisyah manja dan kembali menutup matanya.


"Ngak ada bentar bentar, bangun sekarang sayang" paksa Rido.


"Iya iya... tapi mandiin ya..." rengek Aisyah.


"Ayo...." ucap Rido membantu istri sexinya itu ke kamar mandi, maklum bayi di dalam kandungan Aisyah ada tiga, membuat perut Aisyah lebih besar berkali lipat dari orang hamil biasa, dan membuat ruang gerak Aisyah terbatas, karena itu juga Rido tidak tega meninggalkan sang istri di rumah, walau pun ada mama mertuanya, Rido begitu bangga kepada sang istri, karena Aisyah tidak pernah mengeluh ini dan itu, Aisyah begitu menikmati masa masa kehamilannya.


"Kakak... apa kakak ngak jijik lihat tubuh Ica kayak gini, yang ngak ada cantik cantiknya lagi" keluh Aisyah.


"Haii... kenapa ngomong gitu hmmm.... ini itu **** tau, klau kakak jijik ngak mungkin kakak minta jatah tiap malam, lagian kenapa sih sampai mikir kaya gitu, adek itu tubuhnya kaya gini karena lagi hamil sayang, tau ngak sih... kakak suka lihat tubuh adek kaya gini semuanya berisi, ini makin gede, ini juga dan ini apa lagi, bikin kakak gemes tau ngak, dan lagian kamu ngak usah khawatir, nanti klau dedeknya sudah keluar juga kempes lagi" oceh Rido.


"Ncek... mesum" Aisyah memukul bahu sang suami yang selalu ngomong frontal itu.


"Ya ... habis adek nanya yang ngak ngak aja" kekeh Rido melihat wajah sewot sang istri.

__ADS_1


"Ya kan Ica mau nanya doang, soalnya banyak tuh, laki laki di luar sana yang ninggalin istrinya saat hamil dan setelah melahirkan, karena istrinya sudah tidak cantik lagi" ucap Aisyah.


"Itu... namanya suami kurang bersyukur sayang, istrinya berubah bentuk gitu kan gara gara mengandung anak anaknya, setelah itu menyusui, begadang setiap malam, mengurus kerjaan rumah dan melayani suami, jadi waktu dia tidak ada untuk mengurus diri sendiri, kenapa harus menyalahkan istrinya, yang begitu itu tuh... laki laki egois, kakak ngak kaya gitu ya, jadi jangan berfikir yang ngak ngak bikin istri cantik kakak ini stres, kakak ngak mau loh..." ucap Rido sambil menyabuni badan istrinya itu dengan telaten.


"Mmm... makasih kak" ucap Aisyah haru, dia tau Rido tidak akan melakukan seperti itu, namun tetap saja dirinya takut, karena laki laki yang sebentar lagi berganti status menjadi hot daddy itu semakin mempesona, dan pasti ciwi ciwi di luar sana berebutan mendekati sang suami.


"Selesai..." ucap Rido mengakhiri menyiram tubuh Aisyah dan melilitkan handuk di tubuh istri cantiknya itu.


Rido kembali membawa sang istri ke dalam kamar dan mendudukannya di pinggir tempat tidur dan Rido mengambil pakaian istrinya dan memakaikan ke tubuh Aisyah dengan hati hati.


Aisyah memakai skin care di seluruh wajah, kaki dan tangan nya, Rido membelikan Skin care yang aman untuk ibu hamil.


"Uuhhh... sudah cantik istri kakak, ayo... kita keluar, kamu sarapan dulu" ajak Rido membimbing tangan Aisyah ke luar kamar, kini mereka sudah berganti kamar di lantai bawah.


Aisyah hanya menurut dengan suaminya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2