Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 39


__ADS_3

Farhan dan Andin pulang kerumah Pak Udin.


"Gimana nak, apa Den Rido mau kasih pekerjaan?" tanya Pak Udin kepada Farhan.


"Di terima pak, dan di suruh tinggal di sana, di paviliun di belakang rumah Pak?!" ucap Farhan dengan wajah berseri.


"Ahh... syukurlah, Bapak ikut senang kalian sudah dapat kerja.


"Iya Pak, sekalian Aku sama Andin mau pamit ya pak, bu... aku sama Andi lansung pindah sekarang?!" ucap Farhan dan di anggukin oleh Andin.


"Iya nak, kerja baik baik ya, jangan kecewaan Den Rido" ucap sang Bapak.


"Iya pak, klau gitu kami mau siap siap dulu ucap Farhan dan si ikuti oleh Andin dari belakang.


"Syukurlah Farhan sama Andin sudah dapat kerja, dan tinggal di sana ya Pak, Ibu suka sedih klau mereka di sini, selalu di zolimi sama kakak kakaknya dan adiknya?!" ucap Ibu Ratmi sendu.


"Iya Bu, Bapak juga senang, biarlah mereka jauh dari kita, yang penting kita masih bisa bertemu dengan anak dan mantu kita tiap hari Bu, ibu sama Bapak bisa datang kerumah Den Rido, dan dia juga akan ikut juga kok ke perkebunan atau ke peternakan?!" ucap Pak Udin.


"Iya pak, kita bisa datang berkunjung ke sana sesekali" ucap Bu Ratmi.


Farhan dan Andin sudah membawa pakaian mereka yang tidak seberapa itu, dan menemui Pak Udin dan Bu Ratmi, ke ruang tengah, minta izin mau berangkat ke rumah baru mereka.


"Pak, Bu kami izin ya, kami pergi dulu?!" ucap Farhan dan Andin bergantian.


"Iya nak, hati hati di sana ya, nanti kami berkunjung ke sana" ucap sang Ibu memeluk menantunya.

__ADS_1


"Iya bu, lagian masih di kampung ini kok, jadi kita masih bisa sering ketemu, Ibu sama Bapak ngak usah khawatir?!" ucap Farhan.


"Iya nak, klau butuh apa apa hubungin kami?!" ucap sang Ibu.


Dan di anggukin oleh ke dua orang itu.


"Kami jalan ya Bu, Pak" ucap mereka meninggal kan, rumah orang tua Farhan.


"Eehhh.... mau kemana kalian!!" ucap Nita kaka pertama Farhan.


"Mau kerja kak, di rumah Den Rido" ucap Farhan sopan.


"Oohhh... syukur lah, kalau sudah dapat kerjaan, jadi ngak jadi benalu lagi di rumah orang tua, nyusahin aja!!" ketus Nita.


"Iya..." ucap Farhan kesal bercampur sedih, padahal, dulu saat dia kerja di kota, apa apa kebutuhan kakaknya itu Farhan kirim dari kota sana, termasuk untuk anak anaknya bahkan uang pun Farhan tidak pernah perhitungan, namun saat dia susah seperti sekarang malah di injak injak sama kakaknya itu.


"Udah dapat kerja dia" ucap kak Nita.


"Oohh... Bagus lah, jadi ngak numpang lagi di sini, pusing gue liat dia terus di rumah ini, apa lagi bawa bini yang ngak ada guna kayak gitu, cantik sih, tapi ngak bisa kerja apa apa!" oceh Anton.


Dasar kaka lacknat sih gitu, padahal rumah mereka yang membersihkan setiap hari itu Andin, mencuci dan beberes rumah, dia bilang ngak bisa apa apa, dasar ngak tau diri emang.


"Waww... benalu mau minggat ya!" oceh Tina yang baru datang entah dari mana. Tina adik bungsu Farhan.


"Huummm... dia sudah dapat kerjaan, jadi mereka mau pergi dari sini, semoga aja ngak balik balik lagi ke sini, ngabisin makanan aja, kerja ngak, bisa jadi benalu doang!" oceh Anton.

__ADS_1


"Bagus lah, tanpa mereka rumah tenang pastinya" ucap Tina dan berlalu dari sana sambil menyenggol bahu Andin.


"Jaga sopan santun kamu Tin, dia kakak ipar kamu!" marah Farhan saat sang istri hampir jatuh di tabrak Tina.


"Bodo peduli amat sama gue sama benalu kayak kalian!" teriak Tina yang terus berjalan tanpa melihat orang orang yang ada di sana.


"Ngak usah sok sok butuh hormat lah sama kalian, siapa kalian coba, cuma manusia sampah, bikin kotor sekekeling aja!" ucap Nita berlalu dari sana dan masuk ke dalam rumah di samping rumah orang tua Farhan.


"Pergi sana, ngapain masih di sini!" usir Anton.


"Yookk... sayang?!' ucap Farhan memegang tangan Andin dan meninggalkan rumah itu tanpa permisi.


"Maaf ya sayang, keluarga mas seperti itu?!" ucap Farhan merasa bersalah.


"Tidak apa apa Mas, yang penting Mas ngak ninggalin Andin sendiri, Mas selalu membela Andin, itu sudah cukup kok" ucap Andin tulus.


Farhan tersenyum senang melihat sang istri dan mengenggam erat tangan Andin, Andin pun membalas tak kalah erat, mereka meninggalkan rumah itu menuju rumah Rido.


"Semoga setelah ini hidup kita berubah lebih baik ya sayang?!" ucap Farhan.


"Aamiin.." jawab Andin.


Bersambung...


Haiii... jangan lupa like komen dan Vote ya, biar aku semakin semangat menulis.

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2