Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 91


__ADS_3

"Sabar Do... ada apa ini?" tanya Ganen.


Iya tadi yang masuk ke dalam apartemen adalah Ganen dan dua temannya.


Rido lansung menghempas tangan Ganen.


"Keluar loe dari sini!!' bentak Rido.


Tia yang ketakutan melihat Rido, lansung berlindung di belakang Ganen, namun dia enggan untuk keluar dari apartemen itu.


"KELUAR... GUE BILANG... BUDEG LOE...


HAA....!!" bentakan Rido menggema di dalam ruangan itu.


Membuat orang orang terlonjak kaget mendengar teriakan Rido, Aisyah sang istri pun ikut ke ketakutan karena baru kali ini melihat Rido benar benar marah.


Wajah Dan mata Rido sudah memerah ingin meluapkan emosinya.


Sungguh kali ini Rido membuat istri dan teman temannya bergidik ngeri.


"Kakak...?!" gumam Aisyah dalam ke takutannya.


Rido yang mendengar gumam sang istri lansung menoleh ke arah sang istri, ternyata istrinya itu sedang ketakutan.


Rido berjalan ke arah Aisyah, dia memegang ke dua pipi sang istri, wajah Rido perlahan lahan kembali seperti biasa.


"Maaf kakak menakuti mu sayang..." ucap Rido membawa Aisyah ke salam pelukannya dan pengecup pipi sang istri.


Rido melihat ke arah Tia dengan pandangan sinis.


"Usir perempuan itu dari sini" tegas Rido.

__ADS_1


Ganen lansung menyeret Tia keluar dari apartemen Rido.


Setelah Tia keluar dia lansung menutup Pintu.


"Ada apa sih...? Trus perempuan tadi siapa?" tanya Tio.


Aisyah yang sudah duduk di sofa dan kepalanya di elusin penuh sayang oleh Rido, sungguh hati Rido sakit melihat banyaknya rambut Aisyah rontok, pasti kepala istrinya itu sakit.


Rido memeriksa Kepala Aisyah, yang mana membuat Rido meradang melihat kepala Aisyah mengeluarkan darah.


"Dasar perempuan sialan...." murka Rido.


"Ada apa sih..." tanya Rara lansung melihat ke kepala Aisyah.


"Ya Allah.... kok bisa begini" gumam Rara sambil menutup mulutnya.


Ganen dan Tio pun tak kalah kagetnya.


"Cerita dong... penasaran nih...?!" dengus Tio.


Semangkin murkanlah Rido, ingin rasanya dia membunuh Tia saat ini juga.


"Pantatnya sakit sayang?" tanya Rido.


"Sedikit..." jawab Aisyah.


"Besok besok ngak usah buka pintu lagi ya... biarin aja sampai kakak yang buka?!" tegur Rido.


Aisyah hanya mengangguk dia tau suaminya itu masih emosi.


"Ra... tolong ambilin kotak obat di atas kulkas" ucap Rido.

__ADS_1


Rara lansung berjalan mencari kotak obat.


"Tahan ya sayang... pasti ini perih...." gumam Rido.


Dia lansung meniup niup kepala sang istri.


"Kalau tau kayak gini tadi gue biarin aja Rido mukul cewek sialan itu" dengus Ganen.


"Jangan, nanti kakak bisa di tangkap polisi, dia lapor polisi gimana?" cemas Aisyah.


"Tidak ada yang lapor sayang... di sini ada cctv" ucap Rido.


Aisyah mengangguk paham.


"Adek belum sarapan, sarapan dulu yuk" ajak Rido


Asiyah mengangguk.


"Ternyata habis di jambak itu bikin lapar" kekeh Aisyah.


Rido yang gemes lansung ******* bibir Aisyah tampa malu di dekat teman temannya.


"Wooiii.... manusia ngak ada akhlak!! ada mata mata suci di sini yang kalian nodai!!" kesal Rara.


Ganen hanya mendengus kesal, temannya itu kadang kadang memang suka lepas kontrol kalau sudah bersama sang istri, tidak kasihan kah dia melihat ganen yang masih jomlo itu.


"Tiba tiba gue ingat pacar" celetuk Tio yang gesrek.


"Dasar laki laki otak ************" kesal Rara menimpuk Tio.


"Dih... jomlo iri" ledek Tio.

__ADS_1


Aisyah nyengir tidak enak hati dan malu, sedangkan Rido masa bodo.


Bersambung....


__ADS_2