
"Baik lah... karena itu mau mu mbak, tapi itu juga tidak akan bisa kau lakukan, karena anak sialan kau itu tidak ada di sini, semoga saja dia sudah mati di luar sana" sinis Sandi tanpa perasaan.
Membuat hati Sandra tercubit nyeri, begitu pun dengan Aisyah, dia tidak menyangka laki laki yang mengaku aku dia adalah keponakannya, dan bertutur lembut itu tidak lebih dari ular berkepala dua, bisa bisanya Sandi menyumpahinya mati di luar sana.
"Benarkah... tapi sayang do'a anda tidak terkabulkan tuan, saya adalah Amira asli, dan dia adalah ibu ku!" ketus Aisyah.
Deg...
Sandi lansung menegang, dia tidak percaya, klau Aisyah benar benar anak abangnya, ah... sial Sandi begitu sial saat ini.
"Bagaimana... sudah siap kan?" tanya Pak Raul dengan muka datarnya.
"Tunggu tunggu, saya tidak percaya sama perempuan itu, jangan jangan dia juga menipu kami" sela mama Sandi.
"Hahaha... anda pikir saya sepicik anda nyonya, tidak sama sekali, saya bukan seperti anda, Pak, tolong berikan hasil test DNA saya" Bu sandra tidak habis pikir dengan kelakuan nenek itu, sudah tua pikirannya masih memikirkan harta dunia, mending harta milik sendiri, ini malah harta milik orang lain yang ingin dia rampas.
"Silahkan anda baca" Pak Raul mengeluarkan hasil test DNA dari tasnya, dan memberikan kepada Sandi.
__ADS_1
Sandi lansung buru buru mengambil kertas itu, dia penasaran apa benar Aisyah anaknya Yuda, wajah Sandi lansung pias setelah membaca hasil test DNA itu.
"Bagaimana... sudah percaya kan, sekarang tinggal kan rumah ini, kalian tidak ada hak untuk tinggal di rumah ini!" bentak Sandra.
"Tidak, tidak mungkin, ini pasti salah, anak Yuda sudah di buang mama dan Anita ketempat yang jauh, di pastikan anak itu sudah mati sekarang" ungkap Sandi.
Deg...
Perkataan Sandi tersebut membuat Aisyah, Rido dan Sandra mengeram marah, benci sungguh benci mereka kepada kelurga Sandi itu, kini tiada ampun lagi buat Sandra mendepak orang orang laknat itu dari rumah ini.
"Dasar kalian ngak punya hati, tega teganya kalian membuang anakku, sekarang saya tidak akan memberi ampun lagi kepada kalian" sentak Sandra dengan wajah merah padam, hatinya sungguh sesak mendengar anaknya di buang oleh Anita dan Neneknya, pantas sih, orang mama Sandi bukan lah nenek kandung Aisyah.
"Kita viralkan, biar dia dapat sangsi sosial dari masyarakat" tutur Sandra yang terdengar kejam
"Baik Bu...." jawab Pak Raul dan mengambil surat wasiat itu, Pak Raul membuka amplop yang masih rapat tanda belum pernah di buka.
Pak Raul lansung mengeluarkan isi amplop tersebut dan membacanya.
__ADS_1
Baiklah saya bacakan ya....
"Saya Yuda Anggara menulis surat wasiat ini dalam ke adaan sadar se sadar sadarnya, bahwasanya saya akan mewariskan seluruh harta saya tanpa terkecuali suatu apa pun untuk anak saya Namira Anastasyia dan istri saya Sandra Anggara, dan apa bila orang orang tersebut tidak ada di muka bumi ini, maka rumah dan seluruh harta saya secara otomatis akan lansung menjadi milik panti sosial, pendapatan perusahaan dan kebun saya di jalan xx dan kontrakan mewah di jalan xx akan menjadi milik sosial, sekian dan terimakasih"
( saya tidak tau membuat surat, jadi ini ala ala aja ya, mohon maaf )
Pak Raul lansung melipat surat wasiat itu dan memasukan ke dalam tasnya, takut akan di rampas oleh manusia manusia serakah itu.
"Kalian sudah mendengar bukan, seluruh harta tuan Yuda jatuh ke tangan anak istrinya tanpa terkecuali, dan jadi anda keluar lah dari rumah ini dengan cara baik baik" titah Pak Raul.
Tidak... tidak.... surat itu bohong, kalian pasti sudah memanipulasi surat itu, saya ini ibunya, tidak mungkin dia akan sejahat itu kepada ibunya ini" teriak Mama Sandi itu.
"Maaf Nyonya tapi anda hanya ibu sambung dari pak Yoga bukan ibu kandung" ucap Pak Raul.
"Aaagggkkkk... saya ngak terima semua ini, harta itu punya saya..." Sandi menatap nyalang ke arah Aisyah dia lansung berjalan ke arah Aisyah dan tangannya terkepal melayang untuk memukul Aisyah.
Bug.....
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan Vote