Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 46


__ADS_3

Karena hari pertama masuk sekolah di tambah guru ada rapat jadi anak anak tidak belajar, hanya bercanda ria di kelas dan ada yang duduk di taman sekolah, tidak banyak juga yang menghabiskan waktu di perpustakaan dan kantin.


Begitu juga dengan ke enam anak itu, siapa lagi klau bukan Rido, Aisyah, Rara, Novi, Ganen, dan Tio. Mereka menghabiskan waktu di dalam kls.


"Oh ya Do, lo ngak jadi cari sekolah di kota xx?" tanya Tio.


"Ngak " jawab Rido.


"Kok ngak, bukannya loe pengen kuliah di sana" tanya Ganen.


"Aisyah pengen kuliah di kampung Bunda gue, ya udah gue juga mau di sana aja bareng sama Aisyah" jawab Rido.


Dan di anggukin oleh yang lainnya.


"Ncek... dikit dikit Aisyah, emang ngak bisa apa sama pendirian sendiri, ngapain sih... semuanya tergantung Aisyah, makan juga pengennya pilihan Aisyah, lama lama hidup kamu di kendaliin Aisyah deh!" ketus Novi.


Yang lain kaget mendengar ocehan Novi itu, dari tadi kayaknya ingin musuhan aja bawaannya sama Aisyah.


"Suka suka Rido lah, dia yang jalanin santai aja, kenapa loe yang sewot sih, emang Rido minta uang sama loe!" sungut Tio.


"Tau, dari tadi sensi aja loe sama Aisyah, emang Aisyah salah apa sama loe?" sahut Ganen.


"Males aja gitu gue liat dia, perasaan semenjak sama Rido manja ngak ketulungan, semuanya di ikutin sama Rido" ketus Novi.


"Lah wajar lah Aisyah manja, yang manjain dia kan pacar dia sendiri, Rido juga ngak masalah tuh, klau Rido pacaran sama Aisyah trus manjain loe baru salah" ucap Ganen.

__ADS_1


"Jangan jangan loe suka ya sama Rido, apa sirik lihat Aisyah berubah lebih cantik dan terawat" skakmat Tio.


"Enak aja loe" ucap Novi salah tingkah.


Rara jadi kesal melihat tingkah Novi yang tidak jelas itu.


"Ra, ke kantin yuk... gue lapar" keluh Rara.


"Yuk gue juga nih" ucap Aisyah.


Lalu mereka berdiri untuk pergi ke kantin bersama.


Rido tetap berjalan di samping Aisyah, tanpa mau jauh dari sang istri.


Novi pun berjalan di samping Rido, itu tak luput dari pandangan mata yang lain, mereka saling lirik satu sama lain.


"Dek, nanti pulang sekolah, kita lansung ke mall aja ya, buat cari baju sekolah kamu" ucap Rido.


"Kalian mau ke mall" saut Tio.


"Iya, mau cari pakaian buat Aisyah, baju sekolahnya pada sempit, sekalian mau ke Cafe R & A, Aisyah sudah dua minggu ngak makan di sana" ucap Rido.


Rido sengaja membuat Novi semakin panas,


dia kesal dari tadi Novi selalu mencari kesalahan dan merendahkan sang istri.

__ADS_1


"Wiihhh.... Gue ikut dong, udah lama juga kita ngak jalan bareng" ucap Tio.


"Iya boleh, tapi temanin ratu gue dulu ya, buat shoping" kata Rido, dia menarik sudut bibirnya sinis sambil melirik sebentar ke arah Novi, yang mengepalkan tangannya.


"Aasiiiaaappp lah, kita jadi kacung demi tuan putri" ucap Rara yang menimpali ucapan Rido.


"Gue mah ngikut aja, yang penting makan gratis perut kenyang" kekeh Ganen.


Sementara itu Novi hanya diam dan menahan kesal melihat Rido yang selalu memanjakan Aisyah.


"Loe kok diam aja Vi, loe ngak ikut?" tanya Rara pura pura bertanya, sebenarnya sudah malas sama kelakuan Novi itu.


"Iya gue ikut, lumayan makan gratis dari Rido" ucap Novi.


Yang lain saling lirik, Aisyah hanya diam saja, masa bodo yang penting dari tadi teman dan suaminya selalu melindunginya.


"Kalian mau pesan apa nih, gue mau pesan?" ucap Rara saat sampai di bangku kantin yang kosong.


"Bakso boleh ngak kak?" tanya Aisyah ke Rido, Rido menganggukan kepalanya tanda boleh dan memberi senyum manisnya.


Novi jengah melihat ke uwuwan sepasang kekasih itu, dan Rido semakin getol memancing emosi Novi.


"Kalian co cuit baget sih, makan aja harus di tanya dulu" ucap Rara.


"Iya dong harus itu, biar pacar gue ini selalu senang, lagian ya yang gue manjain itu kan pasangan gue bukan orang lain, klau yang gue manjain orang lain baru tuh heran" oceh Rido yang di tujukan kepada Novi.

__ADS_1


Novi hanya mengeram kesal mendengar celotehan Rido.


Bersambung...


__ADS_2