Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 135


__ADS_3

"JAWAB MAS....JANGN HANYA DIAM SAJA BAJINGAN, KENAPA TIBA TIBA LIDAH MU MEMBISU, TERNYATA INI SEBABNYA KAU MEMANJAKAN AMIRA, BUKAN KARENA DIA ANAK YATIM DAN ANAK ABANGMU, TAPI KARENA DIA DARAH DAGINGMU, MAKANYA KAU MEMNJAKNYA SELAMA INI, JAWAB BRENGSEK.... JANGAN DIAM SAJ KAU...!!" pekik Lusi, memandang Sandi dengan nyalang. Dan kini pandangan nya beralih ke arah Ibu mertuanya, yang sama sama pias.


"MAM TAU SEMUA INI, TAPI MAMA NEUTUPINYA DARI AKU DAN ANAKKU, KENAPA MA.... KENAPA MAMA JAHAT BANGET SAMA AKU, APA SALAH KU SAMA MAMA, TEGA MAMA MENGHIANATI AKU, SELAMA INI APA YANG MAMA MINTA SELALU AKU TURUTI, DAN MAMA SELALU BAIK PADA KU, TAPI SIAPA SANGKA MAMA MENIKAM KU DARI BELAKANG, DASAR TIDAK TAU DIRI" maki Lusi, menatap bengis sang mertua.


"CUKUP LUSI...!! JANGAN PERNAH BENTAK MAMA SAYA, IYA AMIRA ANAK SAYA, MAU APA KAMU...!"


Duarr.....


Bagai petir menyambar tubuh Lusi dan ke dua anaknya, dia tidak menyangka sang suami sekaligus ayah dari ke dua anaknya itu begitu tega membohonginya sampai bertahun tahun.

__ADS_1


"Kenapa, kenapa kau tega menghianati aku Mas...?" tanya Lusi lemah.


"Itu karena kau, yang susah hamil, dan tidak memberi aku anak perempuan, dan siapa suruh kau juga tidak mau mendukung ku, untuk mengambil alih harta Yuda, kau lebih memilih bekerja di toko kecil kau itu, dari pada merayu Yuda, aku muak pada mu, saat kau ingin ku ceraikan ternya kau sedang mengandung Anna, makanya aku tidak jadi menceraikan kau!" tutur Sandi yang tentu saja menyakiti hati istri dan kedua anaknya.


"SAYA TIDAK MENYANGKA ANDA BERBUAT JAHAT TUAN, TERNYATA SIFAT BAIK DAN WELAS ASIH ANDA HANYA TOPENG BELAKANG, SYUKUR LAH... SEMUANYA SUDAH TERUNGKAP, DAN TERIMA KASIH KAU TELAH MEMBUAT SAYA TERLAHIR KE DUNIA INI, UNTUK MENJAGA MAMA SAYA!" Ma... mari kita ke luar dari sini, aku tidak sudi hidup berdampingan dengan orang orang munafik dan haus harta ini, mari kita pergi Ma, kita tinggalkan rumah ini, kita hidup dengan tenang di luar sana ma?!" ucap sendu Alek, melihat ke arah sang Mama.


"Ayo dek, kita pergi..." ajak Alek kepada adik sematawayangnya. Anna mengangguk dan berdiri masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa memang, bukannya Anda ingin menceraikan Mama saya, ya sudah ceritakan sekarang juga, dan saya juga tidak sudi tinggal di sini, di rumah yang bukan milik saya, dan hidup berdampingan sama penipu seperti Anda!!" sarkas Alek, kepada sang Papa.

__ADS_1


"DASAR ANAK KURANG AJAR KAU, DAN KAU LUSI..!! SELANGKAH KAU KELUAR DARI RUMAH INI, MAKAN KAU BUKAN LAGI ISTRI KU, DAN JANGAN PERNAH MEMBAWA APA PUN YANG PERNAH AKU BERIKAN PADA MU!!" Sandi menatap nyalang ke arah Lusi. Lusi balas menatap sengit penuh kekecewaan kepada Sandi.


"CERAIKAN SAJA, SAYA JUGA TIDAK SUDI MEMPUNYAI SUAMI SEPERTI MU LAGI, DAN SAYA JUGA TIDAK ADA NIAT UNTUK MEMBAWA BARANG BARANG YANG KAU BELIKAN DENGAN UANG HARAP KAU ITU!!" sarkas Lusi, berhasil membuat sandi meradang, dan dada mama mertuanya turun naik dan menatap marah kepada Lusi, tidak menyangka lusi akan seberani ini kepada dia dan anaknya.


"SUDAH... PERGINLAH KAU WANITA TIDAK TAU DI UNTUNG, BAWA ANAK ANAK KAU ITU, HIDUP MENGGEMBEL LAH KALIAN DI LUAR SANA!" marah mama mertuanya.


"Tanpa anda suruh, pasti akan saya bawa anak anak saya nyonya, karena saya tidak sudi anak anak saya tinggal bersama dengan kalian, saya takut sifat anak saya mengikuti sifat kalian, kita lihat saja nanti siapa yang akan jadi gembel setelah ini!!" sarkas Lusi dengan sengit.


Deg...

__ADS_1


Sandi dan mamanya melupakan di dalam sana bukan ada mereka saja, namun banyak orang yang sedang menonton drama rumah tangganya dan mendengar kelicikannya, jangan lupa, Rido dan rekan Pak Lucas sudah merekam aksi mereka.


Bersambung....


__ADS_2