Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 120


__ADS_3

"Namira" apa itu kau nak, anak mama" Lirih suara wanita paruh baya itu, memandang Aisyah dengan mata sendunya dan ingin menggapai tangan Aisyah, namun apa daya tangannya tak sampai, karena Aisyah masih berada jauh darinya.


Deg....


Jantung Aisyah kembali berdetak kencang, dan entah bisikan dari mana, Aisyah bangkit dan berlari memeluk wanita paruh baya itu, hatinya sakit melihat wajah kurus kering yang terbaring di kasur rumah sakit itu.


Grap....


Aisyah memeluk dan menangis tersedu sedu, dia tidak tau kenapa dia menangis seperti itu, yang dia tau, Aisyah tidak ingin berpisah dari wanita itu.


"Namira..." panggil wanita itu sambil memeluk lemah Aisyah.


"Aku Aisyah bu... bukan Namira..." ucap Aisyah sambil memeluk wanita itu.


"Maaf..." wajah wanita paruh baya itu kembali sedih, dia pikir Aisyah anaknya yang hilang, tapi bukan, rasa rindu akan anaknya kembali timbul.


Rido, Ganen, Tio dan Rara ikut terharu melihat pertemuan itu.


"Apa Aisyah anak ibu itu..?" gumam Tio pelan.


"Entah lah, seperti nya begitu, gue akan melakukan test DNA dulu.


"Seandainya iya bagaimana?" tanya Ganen.

__ADS_1


"Apanya yang bagaimana? tentu saja Asiyah punya mama, dan gue punya mertua!" kesal Rido.


"Bukan gitu maksud gue dodol... apa Aisyah akan menerima ibunya, trus bagai mana keluarganya, nah klau si ibu bisa pulang bakal tinggal di mana dulu, ngak mungkin kan si ibu berkeliaran di luar sana, klau ketemu sama Anita bagaimana?"


"Loe lihat aja sendiri, ikatan batin itu ngak bisa bohong, walaupun belum test DNA, namun Aisyah mempunya ciri ciri yang ibu itu bilang, loe ngak lihat gimana Aisyah tadi, ngak sama saat sama Sandi, Anita dan Amira, Anita yang mengaku ibunya Aisyah saja, Aisyah enggan menghampirinya, tapi saat gue bilang tadi mau menemui seseorang di sini, dia lansung sendu, dan loe ngak lihat dia sampai lari gitu, mana pernah bini gue lansung dekat sama orang lain"


Untuk sementara sampai hasil test keluar, gue bakal nyuruh orang mengawal si ibu, dan di tempati di sebuah rumah yang sedikit terpencil dari kota, biar tidak di temukan oleh orang orang itu, klau benar si Ibu mertua gue, otomatis dia bakal tinggal sama kita" ucap Rido matanya masih fokus melihat ke depan.


"Ya sudah loe ngomong sama Ibu itu dan Asiyah sekarang, jangan buang buang waktu, gue takut cepat atau lambat pasti Anita akan mengetahui si ibu sudah ngak ada di tempat.


"Iya ini gue mau ngomong sekarang, setelah si ibu dan Asiyah melakukan test, si ibu lansung gue bawa ke luar sama anak anak, gue udah minta teman gue yang merawat si ibu, dia juga dokter di daerah sana"


Tio dan Ganen mengangguk tanda mengerti, tidak dengan Rara yang masih lemot, karena belum dapat cerita apa apa, karena kemaren mereka belum sempat ngobrol


Rido berjalan ke arah sang istri, setelah kedua wanita beda usia itu, berhenti tangis tangisan.


"Duduk sayang...?!" titah Rido, dia takut sang istri akan kecapean, maklum Aisyah juga masih kurang sehat.


"Kak... ini ada apa sebenarnya?" tanya Aisyah bingung namun tangannya tak lepas dari genggaman ibu itu, seolah olah tidak ingin pisah satu sama lain.


Rido tersenyum, dan membelai kepala sang istri dengan lembut.


"Ibu ini, di temuin sama anak buah kakak yang sedang membuntuti Anita, di sebuah rumah kosong jauh dari pemukiman penduduk dan ibu ini di pasung sudah bertahun tahun oleh Anita" tutur Rido.

__ADS_1


Aisyah lansung menutup mulut nya kaget, dan air matanya lansung mengalir deras mendengar ucapan sang suami.


"Menurut cerita ibu, dan anak buah kakak, ini ada hubungan nya dengan kamu sayang?!" ucap Rido hati hati.


"Maksudnya?" tanya Aisyah tak mengerti.


Rido menarik nafasnya dalam dalam. baru bercerita tentang yang anak buah dan dia dengar dari sang ibu.


"Dasar keluarga biadap, demi harta mau menyingkirkan saudara sendiri" gerutu Aisyah. Rido hanya mengelus punggung sang istri, agar amarahnya mereda.


"Jadi gimana? Ica mau ngak test DNA?" tanya Rido menatap istrinya lembut.


"Ica mau.. semoga aja ibu adalah mama Ica yang belum pernah Ica temui" ucap Aisyah dan mengangguk kuat.


Ibu itu menatap sendu ke arah Aisyah, dia yakin Aisyah adalah putri kecilnya yang bernama Namira, karena paras Aisyah juga duplikat sang suami dan perpaduan dirinya, dan kenapa bisa mirip dengan Amira, karena Anita pernah menjebak sang suami dengan obat perangsang saat Dia sedang tidak ada di rumah, di sana juga ada ibu mertuanya sebagai pendukung, penjebakan itu.


Karena hubungan itu, Anita hamil anak suaminya, mau tidak mau suaminya menikahi Anita yang masih saudara si ibu yang selalu iri dengan kebahagian si ibu itu.


Baiklah.. karena Ica sudah setuju, kita lakukan sekarang, soalnya takut Anita sudah tau Ibu ngak ada di sana lagi, ibu hari ini juga akan kakak tarok di tempat yang aman dan sudah ada dokter yang menanganinya" tutur Rido.


Aisyah hanya mengangguk, dan menuruti perintah Rido, dia juga tidak mau anita menemukan si ibu ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2