Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 66


__ADS_3

Ting...


Tong...


Bunyi Bel memutus pembicaraan mereka.


Rido berdiri mengambil pesanan yang dia pesan.


"Do... loe ngak gila kan?" tanya Tio.


"Enak aja ngatain suami Ica gila" omel Aisyah tidak terima.


"Hehehe... buka gitu, noh.. lihat laki loe pesan makan segitu banyak buat apaan?"


"Buat makan lah... Emang kalian ngak akan makan sampai sore" dengus Aisyah.


"Hehehe... Iya juga ya? lupa gue" cengenges Tio.


"Sok nolak Loe, ntar juga ngak ada sisa, klau ngak malu, sama kertas kertasnya juga di embat" celoteh Rara.


"Suek loe, lo pikir gue kambing" kesal Tio.


"Bisa jadi" cuek Rara.


"Ngeselin loe Ra" ucap Tio sambil melempar bantal kepada Rara.


"Udah udah berantam mulu kalian, jodoh baru tau rasa" lerai Ganen.


"OGAHHH...." teriak dua manusi beda jenis kelamin itu.


"Mau makan apa mau berantem" oceh Rido melihat kelakuan dua sahabatnya itu.


Rido mengeluarkan pesanannya dari dalam kantong di bantu oleh sang istri.


Ada Ayam kriuk, kentang goreng, burger, minuman soda dan jangan lupa es crem kesukaan sang istri dan beberapa snack dia pesan.

__ADS_1


"Sini sayang Ica mau paha apa dada?" tanya Rido ke istri cantiknya itu.


"Ica mau paha sama sayap aja" cengir Aisyah.


"Ok tuan putri" Rido mengelus pipi sang istri dan tidak lupa mengecup lembut pipi yang semakin chaby itu.


Teman temannya di bikin baper sama Rido yang memperlakukan Aisyah dengan sangat lembut penuh kasih sayang.


"Gini nih, klau perempuan ketemu sama lelaki yang tepat" celoteh Rara.


"Iya di Ratukan bukan di babukan" celoteh Tio.


"Patut di contoh ini, tidak mampu memanjakan dengan uang, tapi memanjakan dengan kasih sayang" celoteh Ganen.


"Bener banget, sejatinya wanita tidak hanya perlu uang tapi butuh perhatian dan kelembutan" oceh Rara.


"Hayuu... kenapa kalian tidak makan, apa kalian tidak lapar? apa yang kalian lihat?" tanya Aisyah.


"Iya kita mau makan, tapi sayang melewatkan ke uwuw an kalian" celoteh Tio.


"Ncek... kurang kerjaan kalian" Aisyah.


"Makan makan... keburu dingin ini" omel Rido.


Mereka makan dan sesekali bercanda, Rido juga kadang kadang menyuapi istri cantiknya itu.


"Makan yang banyak sayang, biar tambah berisi ini badan" oceh Rido.


"Ngak mau, nanti aku gendut, abang lirik lirik cewek lain" oceh Aisyah.


"Ngak akan sayang, hati abang udah mentok sama Ica, ngak akan bisa pindah ke lain hati" oceh Rido.


"Kakak tukang gombal" cemberut Aisyah.


Cup...

__ADS_1


Satu kecupan mendarat sempurna di bibir yang mengerucut itu.


Rido memang sedang lupa ada manusia yang keselek gara gara kelakuanya.


Uhuk...


Uhuk..


Uhuk...


"Woiii... ada manusia di sini" kesal Rara.


"Ngak tau tempat ini orang!" omel Ganen.


"Bikin perut gue lansung kenyang aja" kesal Tio.


"Sorry, gue pikir ngak ada orang" santai Rido.


"Bucin loe" kesal Ganen.


"Bucin sama istri itu bagus, dari pada bucin sama istri orang, yang ada nyawa bisa melayang" jawab Rido terkekeh.


"Kamvreeettt... ini anak lama lama ngeselin ya!" marah Tio.


Aisyah dan Rido hanya terkekeh, melihat kekesalan teman teman mereka itu.


"Sudah lanjut saja makan kalian itu, ngak akan kenyang cuma ngeliat kami, nonton di bioskop aja, kudu bawa popcorn sama minuman, masa ngeliat kami kalian makan angin" kekeh Rido.


"Ngeselin loe lama lama teman laknat" kesal Ganen.


Bersambung...


Haii.... jangan lupa like komen dan vote ya...


Menulis itu, butuh mood yang baik dan dapat like komen dan vote dari kalian kadang membuat semangat kami Outhor bangkit lagi.

__ADS_1


Kadang cuma mampu buat satu bab, tapi saat melihat komen like dari kalian timbul ide di kepala lansung lanjut lagi menulisnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


"Terimakasih..."


__ADS_2