Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 139


__ADS_3

Kini di sini lah mereka berada, di warung bakso yang sedang viral permintaan Aisyah, ramai memang namun Rido tetap menuruti permintaan sang istri.


Rido memesan bakso dan minuman dan kembali duduk dan berbincang dengan sang istri dan Ibu mertuanya.


"Loh.... Pak Rido, ada di sini?" tanya seseorang sok akrab.


Rido hanya melihat sekilas, menganggukan kepala dan kembali menatap mesra sang istri tanpa perduli dengan wanita yang menegurnya itu, membuat wanita itu sedikit kesal, namun tidak menyerah.


Aisyah dan Bu Sandra hanya memperhatikan wanita yang sok akrab itu, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, walau Aisyah kenal dengan wanita itu, tapi dia juga cuek.


"Apa kalian juga suka makan bakso di sini? klau gitu kita sama dong seleranya" ucap Yuni dokter kandungan yang pernah memeriksa Aisyah dulu.


"Semua orang suka bakso, bukan saya atau anda saja yang suka, bahkan orang jalanan sana juga suka" sarkas Rido tanpa basa basi, dia tidak menyukai wanita penggoda seperti dokter tersebut, cantik sih, pintar apa lagi, klau tidak pintar mana mungkin jadi dokter.

__ADS_1


Membuat pipi dokter itu bersemu merah karena malu, bukan malu karena pujian, tapi malu karena perkataan Rido, dan Rido tidak sedikitpun melirik ke arahnya, yang jelas jelas lebih cantik dan berkelas dari istri Rido itu.


"Ahhh.... iya saya lupa" desis Dokter cantik itu.


"Boleh saya bergabung bersama kalian, karena kursi sudah penuh semua" izin dokter Yuni memohon, memang kursi itu semua sudah terisi, Rido hanya menatap penuh arti dan tersenyum sinis.


"Kenapa anda ingin duduk di sini, bukan anda datang bersama teman teman anda dan teman anda masih menunggu anda dengan setia, sampai belum memesan makanan, dan apa tujuan anda datang ke sini, apa ingin menggoda saya, apa kah anda tidak melihat di sini ada istri dan Ibu mertua saya, apa anda sebagai seorang wanita dan berpendidikan tidak tinggi tidak mempunyai harga diri, bahkan yang suka jual diri tau cara menempatkan diri" sarkas Rido, dia juga muak dengan dokter itu, entah dapat dari mana nomor hp Rido oleh Yuni, dan sering mengirim sms dan menanyakan hal hal tidak penting, dan Rido tidak pernah membalas semua isi pesan Yuni tersebut, namun wanita tersebut tidak lah pernah menyerah mengirim pesan padanya.


"Ah... iya saya lupa, klau gitu saya ke teman saya dulu, jangan lupa seminggu lagi istri anda kontrol" ucap dokter Yuni sok perhatian, seharusnya dia bicara sama Aisyah sang pasien, ini malah bicara dengan suami pasien tanpa memandang Aisyah dan Bu Sandra.


Rido tidak merespon ucapan Yuni, dia hanya memalingkan wajahnya dan menatap penuh cinta sang istri, tak lupa tangannya mengelus perut sang istri.


"Anak anak Papa sudah pada lapar ya sayang, sabar ya, sebentar lagi pesanan kita datang" Rido malah lebih asik berbicara dengan perut sang istri dari pada meladeni Yuni yang masih setia berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Yuni merasa kesal karena di acuhkan oleh Rido, dia lansung menghentikan kakinya kelantai, dan berlalu ke arah teman temannya yang sudah cekikikan melihat Yuni yang di cuekin oleh Rido.


"Astaga kak, itu dokter terobsesi banget sama kakak, aku jadi ngeri" tutur Aisyah.


"Biarin saja sayang, kakak ngak perduli, oh... iya periksa kehamilan adek, kakak pindah ke rumah sakit lain, dan kakak mencari dokter paruh baya, kakak males ketemu sama dia" tutur Rido.


"Ica mah nurut aja, apa yang baik menurut Kakak, dan Ica ngak suka sama dokter itu, sebel Ica sama dia, kok ada orang berpendidikan terang terang menggoda suami orang di depan istrinya, parah itu orang" sungut Aisyah dengan bibir mengerucut bertanda dia kesal.


"Iya, makanya itu Kaka ngak mau bersingungan sama dia lagi, entah dari mana coba dapat nomor Kakak" kesal Rido, Aisyah pun tau itu, Rido tidak akan merahasiakan apa pun kepada sang istri, dan beruntungnya, sang istri bukan lah orang cemburu tanpa alasan, dan selalu berfikir jernih dan tau akan sifat sang suami.


Bersambung...


Jangan lupa like komen dan vote ya....

__ADS_1


__ADS_2