Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 114


__ADS_3

Hueeekkk....


Hueeekkk...


Tok...


Tok...


"Ca.... bukan pintu, loe kanapa...?!" teriak Rara menggedor pintu kamar mandi di dalam kamar tidur Aisyah, dia mendengar samar samar bunyi suara orang muntah dari luar, saat melintasi kamar Aisyah.


"Ca.... buka pintunya... jangan bikin gue cemas dong..." Rara masih saja memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi, membuat Rara frustasi.


Saat dia memegang handel pintu kamar mandi itu, pintunya lansung terbuka.


"Sial, ternyata pintunya ngak terkunci, gue sudah kayak orang oon, gedorin pintunya" gerutu Rara.


Mata Rara melotot sempurna melihat Aisyah yang sudah tergeletak lemas di lantai


"Ica....!! ya ampun... loe kenapa? oohh...


Astaga pasti gue habis di amuk sama Rido ini mah" gerutu Rara yang menyesal tidak dari tadi mencari Aisyah, dia pikir sahabatnya itu masih tidur, tau taunya sudah lemas di kamar mandi.

__ADS_1


"Sana... bau... nanti loe jijik" usir Aisyah, yang tidak enak hati, sama sahabatnya itu, melihat muntahannya, yang sanggup dia siram.


"Ngak pa apa kok, gue ngak gelian" kekeh Rara, dia membantu menyirami muntah Aisyah dan melap wajah Aisyah, membuka pakaian Aisyah yang sudah basa, Rara dengn inisiatif tinggi lansung membantu Aisyah untuk mandi, tapi matanya lansung melotot melihat tubuh Asiyah yang penuh dengan hasil karya Rido.


"Astaga... si boss bener bener maniak dek, masa badan teman gue udah kayak macan tutuk, kagak ada mulus mulusnya" gerutu Rara dalam hati, sambil tangannya yang cekatan membantu Asiyah untuk mandi.


Selesai mandi, Rara membawa Aisyah yang berbalut handuk ke atas tempat tidur.


"Baju loe di mana Ca?" tanya Rara.


"Itu ada pintu, tunjuk Aisyah ke sebuah pintu, di samping pintu kamar mandi " di situ ada lemari pakaian gue" ucap Aisyah lemah.


Rara lansung masuk ke dalam ruangan itu, tanpa di suruh dua kali.


Setelah selesai membantu Aisyah memakai pakaian dan membalur minyak kayu putih di tubuh Aisyah. Rara turun ke bawah, mengambil makanan buat Aisyah dan membuatkan teh manis panas, dia meyakin Aisyah masuk angin karena tadi belum sempat makan siang, sementara sekarang sudah mulai sore.


"Mau di suapin" tawar Rara.


"Ngak usah, gue bisa kok" ucap Aisyah lesu.


"Lagian loe sih, makan sampai telat, jadi masuk angin kan" omel Rara, melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


Aisyah hanya terkekeh mendengar omelan temannya itu.


"Ra... minta tolong, suruh bikinin rujak mangga muda dong sama mbak Andin"


"What.... mangga muda, loe ngidam Ca!!" heboh Rara, ke girangan.


"Haa..." Aisyah sendiri jadi kaget dengan ucapan Rara, dia mulai mengingat ingat kapan dia terakhir datang bulan.


Tiba tiba tangan Aisyah bergerak ke arah perutnya, apa kah, kamua sudah ada di sini nak?" Aisyah bergumam dalam hati, ada rasa haru di hatinya.


Aisyah mengingat beberapa waktu ini, perubahan dia yang suka melow ngak jelas, suka minta aneh aneh, namun tetap di turutin oleh Rido.


"Ra... keknya gue telat dua minggu deh?!" keluh Aisyah dengan mata berkaca kaca.


"Huaaa... gue bakal jadi aunty ini....!!" teriak Rara kegirangan dan dia meloncat loncat seperti anak kecil baru dapat hadia.


"Ada apa ini...?" tanya Rido yang baru datang menatap Rara dan Aisyah bingung, dan dengan wajah lelah dan banyak pikirannya.


"Ngap pa apa kok bang?!" ucap Aisyah mengkode Rara, jangan di bilang dulu, dia akan memberi tahu saat ada momen yang tepat.


Rara yang tau diri, lansung keluar kamar itu, dari pada matanya tercemar dengan perbuatan dua orang suami istri itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2