Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 83


__ADS_3

Rido membawa istri cantiknya makan di sebuah taman yang tidak jauh dari apartemen mereka.


"Ica mau makan apa sayang...?" tanya Rido.


"Bubur Ayam aja deh Kak.." jawab Aisyah.


Akhirnya mereka memakan bubur memesan dua porsi bubur Ayam.


Tidak lama, mereka di kejutkan dengan ke datangan tiga biang rusuh, siapa lagi klau bukan Tio, Ganen dan Rara.


"Makan ngak ajak ajak, kita kan juga lapar" oceh Tio, yang tiba tiba duduk di samping Rido.


"Astaga... kalian ini... kenapa seperti jailangkung, datang ngak di undang, perga ngak di antar" kesal Aisyah.


"Hehe... sorry" ucap Rara.


"Kami sudah tlp kalian, tapi ngak di angkat, percuma hp pada bagus bagus dan mahal, tapi ngak guna mending buang aja" sungut Tio.


"Emang kalian hubungi kami?" tanya Aisyah kaget.


"Hmmm... dari semalam malah" ucap Ganen.


Aisyah buru buru melihat hpnya. ternyata bener, banyak panggilan yang masuk yang tidak di jawab dan juga banyak pesan masuk.


"Hehehe... Sory, semalam suaranya ngak di aktifin, emang ada apaan ngubingin kita?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Kok kalian tau kami ada di sini?" tanya Aisyah lagi.


"Iya tadi kita ke apartemen kalian, belum sempat masuk, ngeliat kalian jalan ke sini, jadi kita ngikutin aja" jawab Ganen.


Rido hanya menganggukan kepalanya.


"Mau apaan emang hubungin kita?" tanya Aisyah.


"Jalan yuk... habis ujian nyegerin otak kita!!' ajak Tio.


"Mau jalan ke mana emang?" tanya Rido.


"ketaman bermain aja" jawab Rara.


"Ya udah... ngak pa apa, tapi sekarang main di apartemen kalian ya, nanti sore baru keluar" putus Tio.


"Ok... tapi temanin kami belanja dapur dulu, trus kalian bawain, soalnya di rumah ngak ada apa apa" ucap Rido.


"Siiippp... lah, nemenin doang mah... kita siap, asal jangan suruh kita bayar aja, ngak ada duit, kan loe tau sendiri kita kan masih anak sekolah, yang masih di jatah sama orang tua, sepuluh Ribu sehari, ngak kayak loe yang punya kerjaan dan uang masuk kiri kanan" celetuk Tio.


"Ncek... Rido berdecak lidah dan memutar matanya jengah.


Sementara itu di tempat lain...


Di rumah Pak Bamban, juga sedang sarapan pagi, namun tidak ada senyum, tawa dan canda seperti yang biasa mereka lontarka, mereka makan dalam ke heningan seolah olah tidak mengenal satu sama lain.

__ADS_1


"Saya Aku selesai, aku duluan, soalnya ada operasi hari ini" ucap Kevin berdiri dari duduknya.


"Hmmm..." jawab Pak Bambang.


Sementara itu Mama Wulan hanya bisa mendesah kesal melihat suasana pagi ini di ruang makan, sudah seperti kuburan.


"Kalian lanjut saja, saya mau berangkat" ucap Pak Bambang, tampa melihat orang orang di sana.


Pak Bambang lansung naik ke ruang atas dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Aku juga sudah selesai aku mau ke kampus dulu ma, lagi ada ulangan, aku berangkat dulu" ucap Sindi.


"Aku juga ya Ma.. aku juga ada rapat hati ini" ucap Riki.


"Baiklah... kalian hati hati ya?!" ucap Mama Wulan.


"Iya ma... kami berangkat dulu" ucap Riki dan Sindi


Setelah ke pergian orang orang dari ruang makan itu, baru lah Mama sindi melepaskan kekesalannya.


"Sial... ini pasti gara gara anak haram selamalam ini" gumam mama Wulan.


"Aku ngak akan membiarkannya masuk ke dalam rumah ini, apa lagi sampai dia mendapatkan bagian harta, aku ngak akan pernah sudi" dume Mama Wulan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2