
Eeggghhh....
Lenguh Rido terbangun dari tidurnya.
Lama lama mata yang tertutup Itu terbuka sempurna, dia melihat di depannya ada wajah cantik sayang istri.
Cup...
Satu kecupan mendarat sempurna di kening sang istri.
"Terimakasih sayang, Terimakasih sudah menemani kakak, mengurangi beban di pundak kakak sayang, kakak tidak tau, seandainya waktu itu kita tidak pernah ketemu, mungkin saat ini kakak sudah di sana bersama bunda sayang" bisik Rido di kuping sang istri, dia memeluk tubuh sintal setengah telanjang itu, dan mengelus punggung mulus itu, mengakibatkan sang empunya terbangun.
"Kakak..." suara serak Aisyah memanggil Rido.
Rido tersenyum manis, kepada sang istri.
"Sudah bangun" tanya Aisyah.
"Sudah sayang, bahkan yang bawah juga sudah bangun juga" jawab Rido terkekeh.
"Ncek mesum" berengut Rido memukul dada sang suami.
"Ngapa apa mesum, sama istri sendiri" kekeh Rido.
Rido lansung menerjang Bibir sang istri dan tangan mulai begerilya ke mana mana, membuat Aisyah menggelinjang, namun tidak menolak.
Hari ini Aisyah yang memimpin permainan, Rido hanya menikmatinya sampai sang istri kelelahan, sambil memegang buah semangka yang bergoyang ke atas ke bawah dan ke kiri ke kanan, membuat Rido gemes dan ingin melahap tanpa sisa meninggal kan banyak tandan, membuat Aisyah semangat empat lima bergoyang dombret di atas Rido, membuat Rido mendesis seperti ular.
Tidak tahan, akhirnya Rido membalik ke adaan dan menggepur Aisyah sampai lemas, tiada ampun, selepas melepaskan pelurunya Rido ambruk di atas tubuh sang istri dengan bercucuran keringat dan nafas yang memburu.
Aisyah jangan di tanya, sudah masuk ke dalam dunia mimpi lagi, tanpa menunggu Rido selesai menggempurnya.
__ADS_1
"Dasar istri kebo, di ajak ena enakan malah tidur, aku malah senam sendiri" kekeh Rido bangkit dari kasur untuk membersihkan pistolnya dan memasukan ke dalam sarangnya lagi, takut ingin nembak lahi, lebih baik dia cari aman.
Tidak lupa Rido juga membersihkan istri cantiknya itu, yang sedang melanglang buana di dalam mimpi indahnya, Rido mengelap tubuh sang istri, dan membersihkan sisa pergulatan mereka dan menutupi tubuh sang istri dengan selimut.
Cup...
"Terimakasih" ucap Rido mengecup jidat sang istri.
Rido berjalan mengambil laptopnya dan mengerjakan kerjaannya yang sudah di kirimkan oleh orang orang ke percayaannya.
Sampai waktu menjelang sore Aisyah terbangun dengan tubuh rasa remuk redam.
Aisyah melihat suaminya duduk di sofa di ruangan itu, dia tersenyum dan bangkit dari tidurnya dan membersihkan diri di kamar mandi.
Selesai membersihkan tubuhnya dan Aisyah membersihkan kasur, dia keluar kamar membuatka teh manis dan cemilan untuk sang suami.
Rido yang fokus mengerjakan kerjaan, tidak menyadari sang istri sudah berdiri di sampingnya.
"Eh... sayang sudah bangun" ucap Rido melihat sang istri dan menariknya kedalam pangkuannya.
Cup...
"Sudah wangi istri kakak" puji Rido.
Aisyah tersenyum manis kepada sang suami.
Cup...
Aisyah juga membenamkan ciumannya di pipi sang suami.
"Kakak mau di masakin apa?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Tidak usah sayang, nanti kakak yang masak, tiunggu sebentar lagi, kakak ngerjain ini dulu" jawab Rido.
"Tidak usah kak, biar Ica yang masak, kakak kerjain kerjaan kakak aja"
"Ica ngak capek sayang" tanya Rido, dia tau pasti sang istri pasti capek habis dia gempur tanpa ampun dan dia bolak balik kayak roti dalam oven.
"Tidak.." jawab Aisyah pasti, walau sebenarnya memang capek.
"Ya sudah omlet aja ya" pungkas Rido, dia tau sang istri berbohong dan omlet yang gampang dan tidak ribet ngerjainnya.
"Ok... mau makan di sini apa di ruang makan?"
"Bawa ke sini aja ya sayang" jawab Rido.
"Baiklah... tunggu sebentar ya"
Rido mengangguk dan tersenyum manis, dia mulai mengerjakan tugasnya yang belum selesai, setelah Aisyah menghilang dari kamar itu.
Bersambung...
Haiii.... jangan lupa like komen dan vote ya...
Jangan lupa ikuti juga novelku yang lainnya.
*Aira si gadis dingin
*Suamiku yang tak di anggap
Dan satu lagi yang masih proses.
*Ketika suami tidak lagi jadi harapan.
__ADS_1
"Terimakasih..."