
Pagi ini Rido lansung membawa Aisyah ke rumah sakit, dari bangun tidur istri cantiknya sudah muntah muntah, hingga lemas di kamar mandi, membuat Rido kaget dan panik, saat sang istri hampir pingsan.
"Tio.... Tolong ambil mobil" teriak Rido dari tangga sambil membopong sang istri dengan wajah panik, dan cemasnya, melihat istrinya sudah pucat pasi di dalam gendongan Rido.
"Kenapa Aisyah Do...?" tanya Rara tidak kalah panik melihat keadaan Asiyah yang tiada darah itu.
"Ngak tau, dari tadi muntah muntah, trus lemas, hampir aja pingsan di kamar mandi" saut Rido suara tercekat menahan tangis.
"Ya ampun... Ca, loe kenapa sih, dari kemaren muntah muntah terus" gumam Rara juga ikutan sedih.
"Harusnya kemaren lansung gue bawa ke rumah sakit aja, cuma dia nolak, katanya besok aja, ya udah gue iya in, karena badan gua juga capek banget, tau tau nya sekarang kaya gini" meluncur sudah air mata Rido menceritakan semua obrolannya sama sang istri.
"Ya udah yok... kita bawa ke rumah sakit, itu mobil sudah ada di depan" panggil Ganen, dia juga panik melihat ke adaan Aisyah, gadis periang namun manja ke sayangan Rido itu terkulai selamah.
"Kerumah sakit mana ini?" tanya Tio yang sedang menyopir itu.
"Rumah sakit Melati aja, itu terdekat dari sini, dan vasilitas juga bagus" saut ganen dari samping kemudi.
Rido hanya mengangguk sambil memeluk sang istri yang ada dalam pangkuannya, dan mencium wanita itu dengan sangat lembut.
"Maafin abang, abang lalai jagain kamu" keluh Rido dengan penyesalannya, karena sang istri menutup mata, tanpa ada pergerakan sedikit pun.
__ADS_1
Tio, Ganen, dan Rara melihat kesedihan Rido, laki laki tampan itu, sangat rapuh melihat istri cantiknya yang tidak sadarkan diri, mereka juga ikut sedih melihat itu.
"Ya Allah... kenapa penderitaan mereka tidak berkesudahan, belum selesai yang satu, sudah datang lagi satu lagi, kasian mereka ya allah..." gumam Ganen melihat wajah sendu Rido memandangi wajah sang istri.
"Semoga apa yang gue pikirkan terjadi, dan membawa ke bahagian untuk mereka" gumam Rara.
"Kasian banget Rido, cuma Aisyah, yang buat dia bahagia, dan juga cuma Aisyah yang buat dia lemah, lihat lah... anak itu sekarang sudah tidak ada lagi wajah tegas dan dinginnya, yang ada wajah sendu dan lemahnya" gumam Tio yang sesekali melihat ke kaca belakang.
"Sudah sampai..." ucap Rara, gadis cantik itu lansung turun dan membuka pintu penumpang, untuk Rido turun, ada petugas medis membawa brangkar, agar Aisyah di tidurkan di sana, namun Rido lebih memilih menggendong Aisyah ke ruang IGD.
"Silahkan tidurin di sini, keluarga lansung urus administrasinya" titah seorang perawat, setelah itu lansung menutup pintu ruang IGD.
Hanya Rido yang menemani Aisyah di dalam IGD tersebut, sementara Tio, Ganen dan Rara menunggu di luar, saat di suruh perawat, Ganen lansung menuju ruang administrasi yang berada tidak jauh dari ruangan Asiyah itu.
"Kemaren istri saya muntah muntah dok, dan tadi pagi juga, sampai lemas dan ngak sadarkan diri" jawab Rido dengan wajah sendu nya.
Dokter pun paham, lansung melakukan beberapa tes, dan memasang infusan kepada Aisyah yang belum membuka mata itu.
"Apa mas tau tgl datang bulan istrinya?" tanya Dokter hati hati.
Rido lansung mengingat ingat, terakhir kapan sang istri datang bulan.
__ADS_1
"Ouhhh... ya ampun, sudah mau dua bulan istri saya belum datang bulan dok" kaget Rido.
Dokter lansung tersenyum, melihat ke arah Rido.
"Kemungkinan istri anda sedang hamil itu penyebab istri anda munta muntah, di tambah dia sepertinya stres, orang hamil tidak boleh stres, biar lebih pasti, setelah istri mas sadar di bawa ke poli kandungan" tutur Dokter.
"Apa dok...!! istri saya ha-amil?" tanya Rido gagap, kaget campur senang, itu yang di rasakan oleh Rido, malaikat kecil itu sudah lama mereka tunggu tunggu dan sekarang sudah ada di dalam kandungan sang istri, membuat Rido berkali kali menciumi istri cantiknya yang belum sadar itu, di depan para perawat dan Dokter.
Dokter dan perawat hany tersenyum mesem melihat tingkah Rido itu.
"Hmm... hmm..." dokter terpaksa berdeham, agar Rido mengingat ada mereka di sana, Rido yang tersadar hanya cengengesan dan garuk garuk tengkuk karena malu.
"Maaf dok... kelepasan, saya lagi bahagia" tutur Rido.
"Kami ngerti kok, ucap dokter itu tersenyum, kita tunggu istri mas sampai siuman ya, setelah itu kita bawa ke poli kandungan, sementara kita hanya kasih infusan, karena istri masnya kekurangan cairan" tutur dokter.
Rido mengangguk, pertanda paham,
"Terimakasih dok" ucap Rido sopan dan di anggukin oleh dokter tersebut, dan Rido di tinggal sendirian di bed Aisyah itu.
Rido yang di tinggal sendiri itu dan tirai tempat aisyah di rawat tertutup sempurna Rido lansung berhambur menciumin wajah sang istri tak henti hentinya, mengungkapkan perasaannya yang sangat bahagia, karena ke hadiran malaikat kecil mereka.
__ADS_1
Bersambung...
Haii... sawer yuk sawer, biar tambah semangat nih buat nulis, Like Komen Vote ya.... klau bisa kasih Bunga, kopi juga boleh apa lagi kursi pijat acikiwirr....💃💃💃