Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 151


__ADS_3

Kini di sini lah Bi Sandra, Aisyah, Rido dan ketiga sahabatnya, mengelilingi makan Pak Yuda yang tak terawat sama sekali, padahal di kampung ini masih ada sanak saudara Pak Yuda dan makam makam di sekelilingi itu juga makam keluarga Pak Yuda, makam itu terlihat terawat berbanding terbalik dengan makam Pak Yuda.


Itu membuat hati Bu Sandra teriris pilu, banyak sanak saudara di sini berziarah ke makam di sekitar ini, namun tak ada yang perduli dengan makam sang suami, sama seperti saat Pak Yuda hidup, saat susah tak ada yang mendekat hanya cacian dan makian di dapat pak Yuda dan setelah kaya di eluh eluhkan, dan bahkan dengan tak tau malu mereka meminjam uang bahkan tak segan segan meminta dengan atas nama saudara.


Rido dan ke dua sahabatnya dengan gerakan cepat langsung membersihkan makam tersebut, memcabut rumput rumput liar dari atas makam itu dan menggantinya dengan bunga yang indah, menyiram makam tersebut dengan air.


Mereka bersimpuh dan membaca Yasin dan memanjatkan do'a di makam itu.


"Mas, maaf... aku terlambat datang, aku datang bersama anak kita mas, dia cantik dan sebentar lagi kita akan mempunyai cucu mas, aku juga datang bersama menantu kita, dia baik, dia menyayangi Namira kita seperti mas menyayangi aku dulu, Mas lihat kami dari atas sana ya, tunggu aku di surga sana ya mas, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lag, gumam Bu Sandra sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Papa... ini Namira. Namira datang pa... Namira datang sama Mama dan suami Namira, Pa... Namira sayang papa, walau kita tidak pernah ketemu, tapi Namira yakin papa sangat menyayangi Namira dan mama, papa tenang di sana ya pa, kini mama ada Namira dan suami Namira yang jaga, lihat kami dari atas sana ya pa, oh... iya pa, sebentar lagi papa akan punya cucu kembar, papa senang kan?, pa... semoga papa di atas sana ketemu sama mama mertua Namira, titip salam buat mama mertua Namita ya pa... pa kenalin ini suami Namira" ucap Aisyah serak dan meneteskan air mata.


"Assalamualaikum... pa, kenalin aku Rido, aku menantu papa, aku suami Namira pa, pa... tenang lah di alam sana aku janji akan menjaga ke dua bidadari papa dengan sepupu hati, jadi papa ngak perlu khawatir lagi, aku janji akan sering sering ajak Namira mama dan cucu cucu papa untuk ziarah ke sini. Oh... pa maaf rumah papa aku renovasi dan maaf rumahnya sedikit aku rombak. ucap Rido.


"Hallo Om papa... kenalin aku Tio teman baik anak dan menantu om, om papa tenang di sana ya, aku akan ikut menjaga Namira dan Mama Sandra, dia sekarang juga keluarga aku, aku akan menjaga mereka sampai titik darah pengabisan" tutur Tio.


"Hai Om... kenalin aku Rara, aku teman baik Namira, oh... iya izinkan aku panggil papa ya, seperti Namira memanggil om, Om tau ngak Namira anak om ini sangat cantik, pintar dan baik hati, aku aku akan menjaganya seperti saudara kandung ku sendiri om, maklum aku hanya punya dia di dunia ini, walau aku punya orang tua kandung yang masih hidup, tapi mereka tidak perduli dengan aku, mereka hanya perduli dengan anak anak mereka dengan pasangan mereka masing masing, aku kini hanya punya anak om, dan mama sandra" keluh Rara lansung di peluk oleh Aisyah dan mama Sandra.


"Kami pulang dulu ya mas..." ucap Mama Sandra sambil berdiri dan menatap makam itu dengan sendu sebelum melangkah meninggalkan makam sang suami.

__ADS_1


"Namira pulang ya pa... Namira sudah capek bawa perut" kekeh Aisyah, dan di sambut kekehan oleh teman temannya dan Rido dengan sigap membantu sang istri untuk berdiri.


Satu persatu mereka izin dan meninggalkan makam itu dengan perasaan haru.


"Waahh... masih hidup kami San, kami kira kau sudah mati di makan cacing" sindir ibu ibu saat mereka ingin berjalan pulang dari makam Pak Yuda.


Deg...


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote...😘😘😘


__ADS_2